Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Durian? Fakta dan Batasnya
Oleh Tim Redaksi Asuh Anak· 11 menit baca

Apakah ibu hamil boleh makan durian? Jawaban singkatnya boleh, selama porsinya terjaga dan Bunda tidak sedang berada dalam kondisi yang membuat gula darah perlu diawasi ketat. Kemenkes RI, lewat artikel Ayo Sehat tentang durian, menyebutkan bahwa durian segar umumnya aman. Untuk ibu hamil, saran resminya bukan pantang total, melainkan berkonsultasi dengan dokter karena adanya risiko diabetes gestasional. Jadi durian tidak masuk daftar makanan terlarang selama kehamilan, tetapi juga bukan buah yang bisa disantap sepuasnya tanpa hitungan. Artikel ini akan membahas apa yang sebenarnya dikatakan sumber resmi, berapa angka gizi durian, mitos apa saja yang perlu diluruskan, di mana batas amannya, dan kapan Bunda perlu menghubungi tenaga kesehatan.
Apa Kata Kemenkes tentang Durian untuk Ibu Hamil
Banyak larangan seputar durian dan kehamilan beredar dari mulut ke mulut, sehingga ada baiknya kita mulai dari sumber resmi, bukan dari kata orang. Dalam artikel Ayo Sehat berjudul Durian: Raja Buah, Raja Terapi, Kemenkes RI menuliskan satu kalimat yang menjadi inti jawabannya: ibu hamil disarankan konsultasi dokter karena risiko diabetes gestasional.
Perhatikan bahwa kalimat itu berbunyi "disarankan konsultasi", bukan "dilarang". Ini perbedaan yang penting dan sering hilang saat informasi berpindah dari satu grup percakapan ke grup lainnya. Kemenkes juga menegaskan bahwa durian segar umumnya aman, sambil memberi catatan bahwa durian tak boleh dikonsumsi berlebihan meski menyehatkan.
Artinya, posisi durian bagi Bunda mirip dengan banyak makanan lain yang lezat dan padat energi. Bukan soal boleh atau tidak boleh secara mutlak, melainkan soal berapa banyak, seberapa sering, dan dalam kondisi kesehatan seperti apa. Pendekatan yang sama sebenarnya berlaku untuk hampir semua pilihan makanan sehat untuk ibu hamil, yang kuncinya ada pada keragaman dan porsi, bukan pada daftar pantangan yang panjang.
- Durian segar umumnya aman.
- Durian tidak boleh dikonsumsi berlebihan.
- Ibu hamil disarankan berkonsultasi dengan dokter karena risiko diabetes gestasional.
Kandungan Gizi Durian dan Kenapa Porsinya Perlu Diukur
Durian punya reputasi sebagai buah yang "berat", dan reputasi itu ada dasarnya. Memahami angkanya membantu Bunda mengambil keputusan tanpa perlu merasa bersalah setiap kali tergoda aromanya.
Angka gizi durian per 100 gram
Menurut Kemenkes RI, satu porsi durian seberat 100 gram mengandung 153 kkal, 27,9 gram karbohidrat, dan 3,5 gram serat. Kemenkes juga menyebut vitamin C durian sebesar 53 mg, setara dengan jeruk, sementara kaliumnya sebesar 601 mg membantu mengatur tekanan darah. Selain itu, Kemenkes menyebut durian kaya akan vitamin B1 dan B6, mineral seperti magnesium dan zat besi, serta serat.
Jadi durian sebetulnya bukan buah kosong gizi. Seratnya, menurut Kemenkes, mendukung pencernaan, dan kandungan vitamin serta mineralnya nyata. Yang membuatnya perlu diukur adalah kepadatan energinya: 153 kkal per 100 gram itu tinggi untuk ukuran buah, dan porsi 100 gram lebih kecil daripada yang biasanya kita habiskan saat sedang asyik menyantapnya bersama keluarga.
Perlu diingat juga bahwa kebutuhan gizi kehamilan tidak bisa ditambal oleh satu buah saja. Kemenkes RI menyebut ibu hamil membutuhkan 600 sampai 800 mcg asam folat setiap hari, yang bisa didapat dari kacang-kacangan, hati, telur, dan sayuran hijau, di samping kalsium, protein, lemak sehat, zat besi, serta vitamin B dan D. Durian bisa menjadi bagian yang menyenangkan dari pola makan, tetapi bukan penggantinya.
Soal gula durian dan istilah gula bebas
Di sinilah ada nuansa yang jarang dijelaskan. WHO mendefinisikan gula bebas sebagai gula yang ditambahkan ke makanan dan minuman oleh produsen, juru masak, atau konsumen, ditambah gula yang secara alami ada dalam madu, sirup, jus buah, dan konsentrat jus buah. Gula yang menyatu di dalam buah utuh yang segar tidak termasuk dalam kategori gula bebas menurut definisi tersebut.
Kabar baiknya, ini berarti durian segar tidak diperlakukan sama dengan permen atau minuman manis kemasan. Kabar yang perlu diperhatikan, karbohidrat dan kalorinya tetap dihitung tubuh. WHO menganjurkan konsumsi gula bebas dibatasi kurang dari 10% total asupan energi harian, setara 50 gram atau sekitar 12 sendok teh untuk orang dengan berat badan sehat yang mengonsumsi sekitar 2000 kalori per hari. Kemenkes RI, mengacu Permenkes Nomor 30 Tahun 2013, menyampaikan angka yang sejalan: anjuran konsumsi gula adalah 10% dari total energi atau 200 kkal, setara 4 sendok makan atau 50 gram per orang per hari.
Batas-batas itu menjadi sangat relevan begitu durian berubah bentuk. Durian segar adalah satu hal, sedangkan es krim durian, jus durian, atau pancake durian adalah hal lain, karena olahan biasanya membawa gula tambahan. WHO bahkan menyebut jus buah, termasuk varietas tanpa gula tambahan, tetap mengandung gula bebas dalam jumlah berarti sehingga konsumsinya perlu dibatasi. Pertanyaan serupa juga sering muncul untuk minuman lain, misalnya apakah ibu hamil boleh minum Yakult, dan pola jawabannya mirip: bentuk sajian dan tambahan gulanya ikut menentukan.
Membongkar Mitos Durian dan Kehamilan
Durian mungkin buah yang paling banyak menanggung mitos di Indonesia. Meluruskannya penting supaya Bunda tidak dibayangi rasa takut yang tidak perlu, sekaligus tidak lengah pada hal yang memang berdasar.
- Mitos: durian menyebabkan keguguran. Artikel Kemenkes RI tentang durian memuat bagian khusus berjudul Pantangan dan Bahaya, dan keguguran tidak disebutkan di sana. Yang disebut sebagai bahaya adalah biji mentah, konsumsi bersama alkohol, dan konsumsi berlebihan pada pemilik kondisi tertentu. Pola serupa terlihat pada mitos kehamilan lain: soal makanan pedas yang dipercaya memicu kontraksi, Kemenkes RI menyatakan mitos ini tidak memiliki dasar ilmiah sama sekali.
- Mitos: durian membuat kulit bayi jadi gelap atau belang. Kemenkes RI, saat meluruskan mitos air kelapa muda, menegaskan bahwa warna kulit ditentukan oleh gen dan bukan oleh jenis makanan atau minuman tertentu. Prinsip yang sama berlaku untuk durian.
- Setengah mitos: durian bikin darah tinggi. Ini perlu dijawab dua sisi. Kemenkes RI menyebut kalium durian sebesar 601 mg membantu mengatur tekanan darah, dan durian berpotensi menurunkan tekanan darah karena kandungan potasiumnya. Namun Kemenkes juga menyebut bahwa dalam jumlah besar, durian tinggi kalori dan bisa memicu peningkatan gula darah atau tekanan darah pada penderita hipertensi atau diabetes. Jadi yang menentukan adalah jumlah dan kondisi kesehatan, bukan durian itu sendiri.
- Bukan mitos: durian jangan dipadukan dengan alkohol. Yang satu ini justru benar. Kemenkes RI menyatakan konsumsi durian dengan alkohol sangat tidak dianjurkan karena memperlambat metabolisme alkohol dan bisa berbahaya, serta menjelaskan bahwa senyawa sulfur dalam durian menghambat enzim pencerna alkohol sehingga memicu mual hingga jantung berdebar. Bagi ibu hamil, alkohol memang bukan pilihan sejak awal, jadi peringatan ini menutup pintunya rapat-rapat.
- Mitos: mengantuk setelah makan durian pertanda buruk. Kemenkes RI menjelaskan durian mengandung triptofan, asam amino penyebab kantuk, yang menjelaskan mengapa makan durian bikin mengantuk. Kemenkes menambahkan bahwa triptofan juga berkontribusi pada perasaan bahagia. Rasa mengantuk itu wajar, bukan alarm.
- Porsi yang berlebihan dan padat kalori.
- Gula tambahan pada olahan durian.
- Biji mentah dan durian yang sudah rusak.
- Kondisi kesehatan tertentu yang menyertai kehamilan.
Berapa Batas Aman Makan Durian Saat Hamil
Pertanyaan ini yang paling sering ditanyakan, dan jawabannya perlu disampaikan dengan jujur, termasuk soal apa yang belum dijawab oleh sumber resmi.
Menurut Kemenkes RI, dosis aman untuk orang sehat adalah 1 sampai 2 biji sehari, sekitar 100 sampai 200 gram. Kemenkes juga menyebut penderita diabetes harus membatasi hingga 1 biji kecil karena indeks glikemik durian tergolong sedang, yaitu 49 sampai 58.
Perlu digarisbawahi sejelas mungkin: angka 1 sampai 2 biji itu ditujukan Kemenkes untuk orang sehat pada umumnya, bukan sebagai anjuran khusus bagi ibu hamil. Untuk ibu hamil, kalimat Kemenkes berbeda dan lebih spesifik, yaitu disarankan konsultasi dokter karena risiko diabetes gestasional. Karena itu, angka di atas paling tepat dibaca sebagai gambaran umum bahwa durian adalah makanan yang perlu dibatasi, bukan sebagai takaran yang otomatis pas untuk kehamilan Bunda.
Kondisi setiap kehamilan berbeda: berat badan sebelum hamil, kenaikan berat badan selama hamil, hasil pemeriksaan gula darah, dan riwayat kesehatan keluarga semuanya ikut menentukan. Karena itu, keputusan tentang porsi durian yang sesuai, dan lebih-lebih keputusan tentang obat atau suplemen apa pun selama kehamilan, sebaiknya diambil lewat konsultasi dengan dokter atau bidan yang memeriksa Bunda secara langsung, bukan berdasarkan angka umum dari internet, termasuk dari artikel ini. Konsultasikan dengan dokter atau bidan untuk porsi dan keputusan yang sesuai kondisi Anda. Untuk membantu mencatat usia kehamilan dan menyiapkan pertanyaan sebelum kontrol, Bunda bisa memanfaatkan kalkulator kehamilan.
Kondisi yang Membuat Bunda Perlu Lebih Berhati-hati
Alasan Kemenkes menyarankan konsultasi dokter berkaitan dengan diabetes gestasional. Kemenkes RI menjelaskan bahwa Gestational Diabetes Mellitus adalah diabetes yang terjadi saat kehamilan pada ibu yang tidak memiliki penyakit diabetes sebelum hamil.
Kemenkes RI menyebut beberapa faktor risiko terjadinya diabetes gestasional, antara lain usia yang lebih tua saat hamil, kegemukan atau berat badan berlebih, kenaikan berat badan yang berlebihan saat hamil, riwayat keluarga dengan diabetes melitus, riwayat diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya, riwayat bayi meninggal dalam kandungan, riwayat melahirkan bayi dengan kelainan bawaan, kadar gula berlebih dalam urin saat hamil, serta riwayat melahirkan bayi besar dengan berat lebih dari 4.000 gram.
Bila Bunda mengenali diri pada satu atau beberapa poin di atas, itu bukan alasan untuk panik atau menyalahkan diri sendiri. Itu justru informasi berharga yang layak dibawa dan diceritakan saat pemeriksaan kehamilan berikutnya, supaya tenaga kesehatan bisa memantau lebih cermat.
Selain soal gula darah, Kemenkes RI juga menyebut bahwa orang dengan gangguan ginjal, hati, atau jantung disarankan membatasi durian. Bila Bunda memiliki salah satu kondisi tersebut, atau sedang menjalani pengawasan khusus karena tekanan darah, durian sebaiknya dibicarakan lebih dahulu dengan dokter sebelum dinikmati. Menjaga asupan gizi harian dan memeriksakan kehamilan secara rutin tetap menjadi fondasi yang jauh lebih menentukan daripada perdebatan boleh atau tidaknya satu jenis buah.
Cara Menikmati Durian dengan Aman Saat Hamil
Kalau setelah berdiskusi dengan tenaga kesehatan durian dinyatakan aman untuk Bunda, beberapa kebiasaan berikut membuatnya lebih terkendali dan lebih menyenangkan.
- Tentukan porsinya sebelum mulai, bukan sesudah. Ambil porsi yang sudah disepakati bersama dokter atau bidan ke piring terpisah, lalu simpan sisanya. Menghitung setelah kenyang jauh lebih sulit daripada menakar di awal.
- Pilih durian segar, tolak yang mencurigakan. Kemenkes RI menyebut durian yang berbau menyengat asam, atau warna dagingnya berubah mencolok menjadi kecoklatan, bisa menandakan fermentasi berlebihan atau kontaminasi.
- Jangan pernah memakan bijinya mentah. Kemenkes RI menyebut biji mentah durian mengandung saponin dan tanin yang beracun jika dikonsumsi mentah.
- Hindari mutlak kombinasi dengan alkohol. Kemenkes RI menyatakan konsumsi durian dengan alkohol sangat tidak dianjurkan. Bagi ibu hamil, alkohol memang sudah bukan pilihan.
- Utamakan durian segar daripada olahannya. Es krim durian, jus durian, dan kue durian umumnya menambahkan gula, sehingga lebih sulit diselaraskan dengan batas 50 gram gula per hari yang disebut Kemenkes RI dan WHO.
- Jangan biarkan durian menggeser buah lain. WHO menganjurkan asupan setidaknya 400 gram buah dan sayur per hari bagi orang berusia di atas 10 tahun, serta setidaknya 25 gram serat alami dari makanan. Keragaman inilah yang membuat pola makan kuat, dan Bunda bisa melihat pilihan lainnya di artikel buah yang bagus untuk ibu hamil.
- Perhatikan reaksi tubuh. Kemenkes RI mencatat bahwa beberapa varietas langka seperti Durio graveolens atau durian merah juga berisiko menyebabkan alergi.
Satu hal lagi yang layak diingat: bila Bunda sudah didiagnosis diabetes dalam kehamilan, pengaturan makannya disusun bersama tenaga kesehatan, bukan diputuskan sendiri. Kemenkes RI menggambarkan pola diet pada diabetes kehamilan sebagai asupan yang dibagi dalam 6 kali makan dalam 1 hari dengan jadwal teratur, serta menyebut pengurangan makanan yang mengandung karbohidrat, yang dalam daftarnya termasuk buah. Ini menunjukkan bahwa pada kondisi tersebut, buah pun ikut diatur, sehingga durian jelas perlu dibicarakan lebih dahulu.
Kapan Harus ke Dokter atau Bidan
Pemeriksaan kehamilan yang rutin adalah cara paling sederhana untuk memastikan semuanya berjalan baik, termasuk kadar gula darah Bunda. Jadikan itu kebiasaan, bukan hanya saat ada keluhan.
Di luar jadwal rutin, Kemenkes RI menyebutkan sejumlah gejala diabetes gestasional yang sebaiknya membuat Bunda segera memeriksakan diri, yaitu:
- Sering merasa lapar dan sering merasa haus.
- Sering buang air kecil.
- Penurunan berat badan yang tidak diharapkan.
- Infeksi pada vagina yang berulang.
- Mudah merasa lelah.
- Kesemutan pada bagian kaki.
- Pandangan kabur.
- Penyembuhan luka yang lebih lama.
Segera hubungi tenaga kesehatan pula bila muncul keluhan setelah makan durian yang terasa tidak biasa, misalnya mual hebat, jantung berdebar, ruam atau gatal yang mengarah pada reaksi alergi, atau rasa tidak nyaman yang mengganggu. Perlu ditegaskan, datang untuk bertanya bukanlah tanda berlebihan atau tanda kegagalan sebagai calon ibu. Justru sebaliknya, itu bentuk kepedulian, dan tenaga kesehatan ada untuk membantu, bukan menghakimi.
Bila masih ada pertanyaan yang mengganjal soal makanan selama hamil, Bunda bisa berdiskusi lewat Asisten AI Bunda sebagai teman mencari informasi awal, lalu membawa pertanyaannya ke bidan atau dokter saat kontrol. Untuk menelusuri topik terkait lebih jauh, tersedia pula kumpulan artikel kehamilan di Asuh Anak.
Jadi, kembali ke pertanyaan awal, ibu hamil boleh makan durian selama porsinya terjaga, durian yang dipilih segar, bijinya tidak dimakan mentah, dan kondisi kesehatan Bunda memungkinkan. Yang menjadikan durian bermasalah bukanlah durinya, aromanya, atau mitos yang menempel padanya, melainkan jumlah yang berlebihan dan kondisi kesehatan yang tidak terpantau. Nikmati sang raja buah dengan tenang, secukupnya, dan tetap rutin memeriksakan kehamilan.
Sumber
- Kemenkes RI - Ayo Sehat: Durian: Raja Buah, Raja Terapi
- Kemenkes RI - Ayo Sehat: Penting, Ini yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Konsumsi Gula, Garam dan Lemak
- Kemenkes RI - Ayo Sehat: Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil Terpenuhi, Kehamilan Pasti Lancar
- Kemenkes RI - Ditjen Kesehatan Lanjutan: Mengenal Diabetes pada Kehamilan
- Kemenkes RI - Ditjen Kesehatan Lanjutan: Mitos Seputar Kehamilan
- WHO - Healthy diet (fact sheet)
Artikel ini disusun sebagai edukasi dan bukan pengganti konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan. Untuk diagnosis, pengaturan makan, dan penanganan yang sesuai dengan kondisi kehamilan Anda, silakan berkonsultasi dengan bidan, dokter, atau petugas kesehatan terdekat.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah ibu hamil boleh makan durian?
Berapa banyak durian yang boleh dimakan ibu hamil?
Apakah durian bisa menyebabkan keguguran?
Apakah ibu hamil dengan diabetes gestasional boleh makan durian?
Bolehkah ibu hamil makan es krim durian atau jus durian?
Kenapa makan durian membuat mengantuk?
Bagaimana ciri durian yang sebaiknya tidak dimakan?
Konten ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan medis, hubungi dokter atau bidan Anda.
Punya pertanyaan seputar kehamilan?
Tanya lewat WhatsApp

