Baru: alat cek usia dan milestone anak sudah bisa dipakai gratis. Coba sekarang

Kehamilan

Asam Folat untuk Ibu Hamil: Dosis 400 mcg per Hari (WHO)

Oleh Tim Redaksi Asuh Anak· 11 menit baca

Asam Folat untuk Ibu Hamil: Dosis 400 mcg per Hari (WHO)

Asam folat untuk ibu hamil dianjurkan WHO sebanyak 400 mikrogram (0,4 mg) per hari, dimulai sejak mulai mencoba hamil sampai usia kehamilan 12 minggu, untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin. Sepanjang kehamilan, WHO menganjurkan suplementasi harian 30 sampai 60 mg zat besi elemental bersama 400 mikrogram asam folat guna mencegah anemia dan berat lahir rendah. Bagi ibu yang pernah memiliki janin atau bayi dengan cacat tabung saraf, WHO menyebut dosis tinggi 5 mg per hari, dan dosis ini hanya boleh dimulai atas resep dokter.

Kalau Anda sedang menyiapkan kehamilan atau baru mengetahui garis dua, kabar baiknya sederhana: satu kebiasaan kecil ini termasuk langkah paling terbukti untuk melindungi calon buah hati. Mari bahas dosisnya per trimester, waktu konsumsi, bentuk sediaan, dan sumber makanannya dengan tenang.

Jawaban singkat. WHO menganjurkan 400 mikrogram asam folat per hari sejak mulai mencoba hamil sampai usia kehamilan 12 minggu. Dosis lebih tinggi, termasuk 5 mg pada riwayat tertentu, hanya boleh digunakan atas penilaian dan resep dokter.

Dosis Asam Folat: Tabel Kebutuhan Harian per Trimester

Berikut ringkasan dosis asam folat menurut rekomendasi WHO. Angka pada tabel ini dikutip dari WHO eLENA dan pedoman antenatal care WHO tahun 2016, dan tautan sumbernya diverifikasi aktif pada 31 Juli 2026.

Fase kehamilanDosis asam folat harianCatatan pentingRujukan
Prakonsepsi (sejak mulai mencoba hamil)400 mcg (0,4 mg)Dimulai sebelum kehamilan dipastikan, saat tabung saraf belum terbentukWHO eLENA
Trimester 1 (sampai usia 12 minggu)400 mcg (0,4 mg)Masa paling menentukan untuk mencegah cacat tabung sarafWHO eLENA
Trimester 2 (sekitar minggu 13 sampai 27)400 mcg (0,4 mg), umumnya bersama 30 sampai 60 mg zat besi elementalFokus bergeser ke pencegahan anemia pada ibuWHO eLENA zat besi
Trimester 3 (sekitar minggu 28 sampai lahir)400 mcg (0,4 mg), umumnya bersama 30 sampai 60 mg zat besi elementalLanjutkan sesuai anjuran, jangan berhenti sendiriWHO eLENA zat besi
Riwayat janin atau bayi dengan cacat tabung saraf5 mg per hariDosis tinggi, hanya atas penilaian dan resep dokterWHO eLENA

Catatan penting soal tabel di atas. Angka 400 mikrogram adalah dosis pencegahan umum, bukan angka yang berlaku mutlak untuk semua orang. Dosis final untuk kehamilan Anda ditentukan oleh bidan atau dokter yang memeriksa langsung riwayat kesehatan Anda. Jangan menaikkan atau menurunkan dosis sendiri, dan jangan menggabungkan beberapa suplemen sekaligus tanpa konsultasi, karena beberapa produk sudah memuat asam folat di dalamnya.

Perlu diperhatikan juga bahwa 400 mikrogram sama dengan 0,4 mg. Perbedaan satuan ini sering membingungkan saat membaca label kemasan, jadi pastikan Anda membandingkan satuan yang sama sebelum menyimpulkan sebuah produk kurang atau berlebih.

Kapan Dosis Bisa Berbeda dari 400 Mikrogram

Selain riwayat cacat tabung saraf, ada situasi lain di mana dokter dapat menyarankan dosis atau pendekatan berbeda, misalnya bila Anda memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat tertentu yang memengaruhi metabolisme folat. Karena setiap kondisi bersifat unik, dosis pada situasi khusus harus ditentukan oleh tenaga kesehatan yang menilai riwayat Anda secara langsung, bukan berdasarkan perkiraan sendiri atau informasi dari internet.

Kuncinya, konsistensi lebih berharga daripada dosis besar sesekali. Meminum 400 mikrogram setiap hari secara teratur jauh lebih bermanfaat dibanding meminumnya hanya ketika ingat.

Sediaan Asam Folat yang Umum Ditemui

Banyak ibu bingung memilih di apotek karena asam folat muncul dalam beberapa bentuk sediaan. Secara umum ada tiga kelompok:

  • Tablet asam folat tunggal. Isinya hanya asam folat, sehingga takarannya paling mudah dipastikan. Cocok bila Anda memang diminta memenuhi anjuran 400 mikrogram secara terpisah.
  • Tablet Tambah Darah (TTD) kombinasi. Mengandung zat besi dan asam folat sekaligus. Inilah sediaan yang paling sering dibagikan dalam program kesehatan ibu hamil, dan sejalan dengan anjuran WHO berupa 30 sampai 60 mg besi elemental bersama 400 mikrogram asam folat per hari.
  • Suplemen kehamilan multivitamin. Memuat asam folat bersama mikronutrien lain seperti kalsium, zinc, atau vitamin D. Kandungan asam folat antarproduk bisa berbeda.

Karena kandungan tiap sediaan tidak seragam, langkah paling aman adalah membaca label kemasan dan menunjukkannya ke bidan atau dokter Anda. Tanyakan secara spesifik: berapa mikrogram asam folat dalam satu tablet, dan apakah Anda masih perlu tambahan terpisah. Dengan begitu total asupan Anda pas, tidak kurang dan tidak tumpang tindih.

Apa Itu Asam Folat dan Mengapa Penting untuk Ibu Hamil

Asam folat adalah bentuk sintetis dari folat, salah satu vitamin kelompok B yang berperan dalam pembentukan sel dan jaringan baru. Pada masa kehamilan, tubuh janin sedang membangun banyak sekali sel dalam waktu singkat, sehingga kebutuhan zat gizi ini meningkat.

Manfaat utamanya sangat spesifik. WHO menyatakan bahwa suplementasi asam folat pada masa perikonsepsi (sekitar waktu pembuahan) dapat mencegah cacat tabung saraf pada janin. Tabung saraf adalah struktur awal yang nantinya berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang. Ketika pembentukannya terganggu, bisa muncul kelainan bawaan yang serius.

Yang membuat asam folat begitu penting adalah soal waktu. Tabung saraf terbentuk dan menutup pada minggu-minggu pertama kehamilan, tahap yang sering terlewati begitu saja karena banyak ibu belum menyadari dirinya hamil pada saat itu. Inilah alasan mengapa asam folat bukan sesuatu yang bisa ditunda sampai kehamilan terlihat jelas.

Asam Folat dan Folat Alami, Apa Bedanya

Anda mungkin menemukan dua istilah yang mirip, yaitu folat dan asam folat. Keduanya merujuk pada vitamin B yang sama, hanya berbeda bentuk. Folat adalah bentuk alami yang terdapat di dalam makanan, seperti sayuran hijau dan kacang-kacangan. Sementara itu, asam folat adalah bentuk sintetis yang biasa digunakan dalam suplemen dan produk yang difortifikasi.

Perbedaan bentuk ini memiliki sisi praktis. Asam folat pada suplemen umumnya lebih stabil dan takarannya pasti, sehingga mudah dipastikan kecukupannya setiap hari. Folat dari makanan lebih mudah berkurang, misalnya karena proses memasak yang terlalu lama. Karena itulah, meskipun makanan kaya folat tetap dianjurkan, WHO merekomendasikan suplemen asam folat 400 mikrogram per hari pada masa perikonsepsi, mengingat kebutuhan pada periode ini sulit dipenuhi dari makanan saja.

Kapan Mulai dan Sampai Kapan Mengonsumsi Asam Folat

Berdasarkan panduan WHO, waktu ideal memulai asam folat adalah sejak perempuan mulai merencanakan atau mencoba hamil, bukan menunggu hasil tes kehamilan positif. WHO menegaskan asam folat sebaiknya dimulai sedini mungkin, idealnya sebelum pembuahan, untuk mencegah cacat tabung saraf. Anjuran 400 mikrogram khusus untuk pencegahan cacat tabung saraf ini diteruskan sampai usia kehamilan 12 minggu, yakni sepanjang trimester pertama.

Mengapa harus sedini itu? Sekali lagi, karena pembentukan tabung saraf berlangsung sangat awal. Jika Anda baru mulai minum asam folat setelah kehamilan terkonfirmasi di minggu keenam atau ketujuh, sebagian proses krusial itu mungkin sudah berjalan. Memulai lebih awal berarti tubuh sudah memiliki cadangan folat yang cukup pada saat paling menentukan.

Bagi Anda yang belum merencanakan kehamilan secara spesifik tetapi masih dalam usia subur dan tidak menghindari kehamilan, mendiskusikan kebutuhan asam folat dengan bidan atau dokter tetap merupakan langkah bijak.

Kebutuhan Asam Folat Ibu Hamil di Trimester 3

Lalu bagaimana setelah usia kehamilan 12 minggu, termasuk saat memasuki trimester 3? Anjuran khusus 400 mikrogram untuk mencegah cacat tabung saraf memang berfokus pada masa sampai trimester pertama, karena pada saat itulah pembentukan tabung saraf berlangsung.

Namun bukan berarti asam folat lalu tidak relevan. WHO tetap menganjurkan suplementasi harian zat besi dan asam folat bagi ibu hamil, yaitu 30 sampai 60 mg zat besi elemental bersama 400 mikrogram (0,4 mg) asam folat, untuk mencegah anemia pada ibu, sepsis nifas, berat lahir rendah, dan kelahiran prematur. Rekomendasi ini ditujukan bagi ibu hamil secara umum, sehingga tetap berlaku di trimester 2 dan trimester 3.

Praktisnya, di trimester akhir kebutuhan folat sering sudah tercakup dalam Tablet Tambah Darah atau suplemen kehamilan yang Anda konsumsi. Karena itu, jangan berhenti begitu saja tanpa arahan. Tanyakan kepada bidan atau dokter apakah Anda perlu melanjutkan asam folat secara terpisah atau cukup dari sediaan yang sudah Anda minum. Anda bisa melihat gambaran kebutuhan tiap tahap di panduan kehamilan trimester 1 sampai 3.

Asam Folat, Mikronutrien Kehamilan, dan Tablet Tambah Darah (TTD)

Asam folat bukan satu-satunya zat gizi mikro yang penting selama hamil. Kemenkes RI menyebutkan bahwa kekurangan mikronutrien seperti vitamin A, vitamin D, asam folat, zat besi, seng, kalsium, dan iodium pada perempuan usia subur dapat berujung pada Kurang Energi Kronis saat kehamilan. Semua ini melengkapi kebutuhan gizi makro, di mana ibu hamil normal memerlukan tambahan energi 180 sampai 300 kkal dan protein mencapai 30 gram per hari menurut Kemenkes RI.

Di Indonesia, ibu hamil juga dianjurkan rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) selama masa hamil, dan Kemenkes RI mencantumkannya sebagai salah satu tips sehat ibu hamil. Banyak yang bingung membedakan TTD dengan suplemen asam folat. Secara sederhana, TTD utamanya ditujukan untuk mencegah anemia pada ibu hamil, sesuai namanya yang berarti tablet penambah darah. Sementara itu, suplemen asam folat berfokus pada pencegahan cacat tabung saraf janin.

Keduanya sama-sama tergolong mikronutrien penting dalam kehamilan, dan banyak sediaan TTD sudah memuat asam folat di dalamnya sesuai pola yang dianjurkan WHO. Karena itu, cara paling aman adalah menanyakan ke bidan atau dokter kandungan Anda: apakah TTD yang Anda minum sudah mengandung asam folat, atau Anda perlu suplemen terpisah. Kadar darah perlu dibaca tenaga kesehatan bersama usia kehamilan dan riwayat klinis, bukan dari satu angka saja.

Sumber Makanan Kaya Folat

Selain suplemen, folat juga bisa diperoleh secara alami dari makanan sehari-hari. Membiasakan pola makan bergizi seimbang akan membantu melengkapi asupan ini sekaligus menjaga kesehatan ibu secara keseluruhan.

Beberapa sumber folat alami yang mudah ditemukan antara lain:

  • Sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, dan sawi.
  • Kacang-kacangan, seperti kacang merah, kacang tanah, dan kacang hijau.
  • Hati, yang secara umum dikenal kaya folat (konsumsi secukupnya dan sesuai anjuran tenaga kesehatan).

Agar kandungan gizi dari sayuran lebih terjaga, sebaiknya olah secukupnya dan tidak memasaknya terlalu lama. Mengombinasikan beragam sumber folat dalam menu harian juga membantu melengkapi kebutuhan gizi lain selama kehamilan, seperti zat besi dan protein. Susun menu bersama sumber protein, sayur, buah, dan makanan pokok agar folat tidak diperlakukan sebagai satu-satunya fokus.

Readback label. Samakan satuan sebelum membandingkan. Empat ratus mikrogram sama dengan 0,4 mg. Catat folat dari TTD, tablet tunggal, dan vitamin prenatal agar tenaga kesehatan dapat melihat totalnya.

Meskipun makanan-makanan ini bermanfaat, perlu dipahami bahwa memenuhi kebutuhan folat pada masa perikonsepsi dari makanan saja cukup menantang. Itulah sebabnya WHO tetap menganjurkan suplemen asam folat 400 mikrogram per hari pada periode ini. Jadi, posisikan makanan kaya folat sebagai pelengkap yang baik, bukan pengganti suplemen yang dianjurkan.

Asam Folat dan Pencegahan Stunting Sejak dalam Kandungan

Kesehatan anak tidak dimulai saat ia lahir, melainkan jauh sebelumnya, sejak masih dalam kandungan. Kemenkes RI menempatkan pemenuhan gizi ibu hamil, termasuk mikronutrien seperti asam folat, sebagai bagian dari program 1000 Hari Pertama Kehidupan yang menjadi fondasi tumbuh kembang anak.

Periode 1000 hari pertama, dihitung sejak awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun, adalah masa emas yang sangat menentukan. Memastikan ibu hamil mendapat gizi yang cukup pada tahap ini merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan stunting dan gangguan tumbuh kembang. Dengan kata lain, kebiasaan kecil seperti rutin minum asam folat ikut menjadi bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan si kecil.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter atau Bidan

Asam folat memang bisa dibeli bebas, tetapi kehamilan sebaiknya tetap didampingi tenaga kesehatan. Pemeriksaan kehamilan rutin memberi kesempatan bagi bidan atau dokter untuk memantau kondisi Anda dan janin, sekaligus memastikan kebutuhan gizi terpenuhi.

WHO bahkan telah memperbarui panduannya dengan menambah jumlah kontak pemeriksaan kehamilan dari empat menjadi minimal delapan kali sepanjang kehamilan. Di Indonesia, ikuti jadwal pemeriksaan sesuai anjuran Buku KIA dan tenaga kesehatan setempat.

Segera konsultasikan ke dokter atau bidan apabila Anda:

  • Sedang merencanakan kehamilan dan ingin tahu sediaan serta dosis yang tepat.
  • Memiliki riwayat kehamilan dengan cacat tabung saraf atau kelainan bawaan lain, karena WHO menyebut kelompok ini dapat ditawari dosis 5 mg per hari.
  • Memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat rutin.
  • Ragu apakah TTD yang diminum sudah mencukupi kebutuhan asam folat.
  • Mengalami keluhan atau efek samping saat mengonsumsi suplemen.

Untuk memperkirakan usia kehamilan dan hari perkiraan lahir, Anda bisa menggunakan Kalkulator Kehamilan. Ingin memahami gambaran besar kehamilan dari trimester ke trimester? Baca panduan kehamilan trimester 1, 2, dan 3, atau jelajahi lebih banyak topik di kategori Kehamilan. Punya pertanyaan yang ingin disusun sebelum kontrol? Coba Asisten Bunda sebagai bahan diskusi, bukan pengganti pemeriksaan.

Pengalaman pribadi, bukan saran medis. Banyak ibu bercerita bahwa menaruh botol asam folat di dekat sikat gigi membantu mereka ingat meminumnya setiap pagi. Kebiasaan sederhana ini sering lebih efektif daripada mengandalkan ingatan semata. Tetap sesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan Anda.

Kesimpulan

Asam folat untuk ibu hamil adalah langkah kecil dengan manfaat besar. Anjuran intinya mudah diingat: 400 mikrogram (0,4 mg) per hari, dimulai sejak merencanakan kehamilan hingga usia kehamilan 12 minggu untuk mencegah cacat tabung saraf, lalu dilanjutkan bersama 30 sampai 60 mg zat besi elemental sepanjang kehamilan untuk mencegah anemia sesuai anjuran WHO. Bagi ibu dengan riwayat cacat tabung saraf, WHO menyebut dosis 5 mg per hari yang penentuannya ada di tangan dokter. Lengkapi dengan pola makan kaya folat, pahami bedanya dengan TTD, dan jalani pemeriksaan kehamilan secara rutin.

Sumber

Seluruh angka dosis pada artikel ini dikutip dari dokumen resmi WHO dan Kemenkes RI di bawah, dan tautannya diverifikasi aktif pada 31 Juli 2026. Dosis yang berlaku untuk kehamilan Anda tetap ditentukan oleh bidan atau dokter yang memeriksa langsung.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan mengenai kehamilan Anda, silakan berkonsultasi dengan dokter atau bidan.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa dosis asam folat yang aman untuk ibu hamil?
Menurut WHO, semua perempuan sejak mulai mencoba hamil hingga usia kehamilan 12 minggu dianjurkan mengonsumsi suplemen asam folat 400 mikrogram (0,4 mg) per hari. Sepanjang kehamilan, WHO juga menganjurkan suplementasi harian 30 sampai 60 mg zat besi elemental bersama 400 mikrogram asam folat untuk mencegah anemia dan berat lahir rendah. Pada kondisi medis tertentu dokter dapat menganjurkan dosis berbeda, jadi dosis final selalu ditentukan tenaga kesehatan yang memeriksa Anda.
Berapa dosis asam folat untuk ibu dengan riwayat cacat tabung saraf?
WHO menyebutkan bahwa perempuan yang pernah memiliki janin terdiagnosis cacat tabung saraf atau melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf sebaiknya ditawari suplementasi dosis tinggi, yaitu 5 mg asam folat per hari, disertai informasi risiko berulang dan anjuran menambah asupan folat dari makanan. Dosis 5 mg jauh lebih tinggi dari dosis pencegahan umum, sehingga hanya boleh dimulai atas penilaian dan resep dokter.
Kapan sebaiknya mulai minum asam folat?
Idealnya asam folat dimulai sebelum hamil, yaitu sejak Anda mulai merencanakan atau mencoba kehamilan, dan diteruskan hingga usia kehamilan 12 minggu (WHO). Alasannya, tabung saraf janin terbentuk pada minggu-minggu pertama, sering kali sebelum ibu menyadari dirinya hamil. WHO menegaskan asam folat sebaiknya dimulai sedini mungkin, idealnya sebelum pembuahan.
Apakah asam folat masih perlu di trimester 3?
Anjuran khusus 400 mikrogram untuk mencegah cacat tabung saraf berfokus sampai usia kehamilan 12 minggu. Namun WHO tetap menganjurkan suplementasi harian zat besi dan asam folat, yaitu 30 sampai 60 mg besi elemental dan 400 mikrogram asam folat, bagi ibu hamil sepanjang kehamilan untuk mencegah anemia pada ibu, sepsis nifas, berat lahir rendah, dan kelahiran prematur. Jadi jangan berhenti sendiri di trimester 3, tanyakan dulu ke bidan atau dokter Anda.
Apa saja sediaan asam folat yang beredar?
Asam folat umumnya tersedia dalam tiga bentuk sediaan: tablet asam folat tunggal, Tablet Tambah Darah (TTD) yang mengombinasikan zat besi dengan asam folat, dan suplemen kehamilan multivitamin yang sudah memuat asam folat. Karena kandungan tiap produk berbeda, baca label kemasan dan tanyakan ke bidan atau dokter agar total asupan Anda pas, tidak kurang dan tidak tumpang tindih.
Apa bedanya asam folat dan TTD?
Tablet Tambah Darah (TTD) yang dianjurkan Kemenkes RI bagi ibu hamil bertujuan utama mencegah anemia, sedangkan suplemen asam folat berfokus mencegah cacat tabung saraf pada janin. Keduanya termasuk mikronutrien penting dalam kehamilan, dan banyak sediaan TTD sudah memuat asam folat sekaligus. Tanyakan ke bidan atau dokter agar kebutuhan Anda tercukupi tanpa berlebihan.
Apa akibat kekurangan asam folat saat hamil?
Kekurangan asam folat pada masa awal kehamilan meningkatkan risiko cacat tabung saraf pada janin, yaitu gangguan pada pembentukan otak dan sumsum tulang belakang bayi. Karena itulah WHO menganjurkan suplementasi asam folat sejak masa perikonsepsi sebagai langkah pencegahan.

Konten ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan medis, hubungi dokter atau bidan Anda.

Punya pertanyaan seputar kehamilan?

Tanya lewat WhatsApp