Artikel ini bagian dari panduan ibu hamil, halaman induk yang mengumpulkan seluruh bacaan untuk tahap ini.
Asam Folat untuk Ibu Hamil: Dosis 400 mcg per Hari (WHO)
Jawaban singkat. Asam folat 400 mikrogram (0,4 mg) per hari dianjurkan sejak sebelum hamil sampai usia kehamilan 12 minggu untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin (NHS). Sepanjang kehamilan, WHO menganjurkan 30 sampai 60 mg zat besi elemental bersama 400 mikrogram asam folat setiap hari. Ibu dengan risiko lebih tinggi bisa membutuhkan dosis lebih besar, dan dosis itu hanya atas resep dokter.
Oleh Tim Redaksi Asuh AnakKebijakan Editorial· 11 menit baca· Terakhir diperbarui

Asam folat untuk ibu hamil dianjurkan sebanyak 400 mikrogram (0,4 mg) per hari, dimulai sebelum hamil sampai usia kehamilan 12 minggu, untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin. Sepanjang kehamilan, WHO menganjurkan suplementasi harian 30 sampai 60 mg zat besi elemental bersama 400 mikrogram asam folat guna mencegah anemia dan berat lahir rendah. Bagi ibu yang pernah memiliki janin atau bayi dengan cacat tabung saraf, dokter dapat menganjurkan dosis yang lebih tinggi, dan dosis ini hanya boleh dimulai atas resep dokter.
Kalau Anda sedang menyiapkan kehamilan atau baru mengetahui garis dua, kabar baiknya sederhana: satu kebiasaan kecil ini termasuk langkah paling terbukti untuk melindungi calon buah hati. Mari bahas dosisnya per trimester, waktu konsumsi, bentuk sediaan, dan sumber makanannya dengan tenang.
Dosis Asam Folat: Tabel Kebutuhan Harian per Trimester
Berikut ringkasan dosis asam folat dari pedoman resmi. Angka prakonsepsi dan trimester 1 dikutip dari NHS, angka trimester 2 dan 3 dari pedoman antenatal care WHO 2016. Tautan sumbernya dicek memuat angka tersebut pada 10 Oktober 2026.
| Fase kehamilan | Dosis asam folat harian | Catatan penting | Rujukan |
|---|---|---|---|
| Prakonsepsi (sejak mulai mencoba hamil) | 400 mcg (0,4 mg) | Dimulai sebelum kehamilan dipastikan, saat tabung saraf belum terbentuk | NHS |
| Trimester 1 (sampai usia 12 minggu) | 400 mcg (0,4 mg) | Masa paling menentukan untuk mencegah cacat tabung saraf | NHS |
| Trimester 2 (sekitar minggu 13 sampai 27) | 400 mcg (0,4 mg), umumnya bersama 30 sampai 60 mg zat besi elemental | Fokus bergeser ke pencegahan anemia pada ibu | WHO ANC 2016 |
| Trimester 3 (sekitar minggu 28 sampai lahir) | 400 mcg (0,4 mg), umumnya bersama 30 sampai 60 mg zat besi elemental | Lanjutkan sesuai anjuran, jangan berhenti sendiri | WHO ANC 2016 |
| Riwayat janin atau bayi dengan cacat tabung saraf | Dosis lebih tinggi, ditentukan dokter | Jangan menaikkan dosis sendiri, minta resep | Pemeriksaan dokter |
Catatan penting soal tabel di atas. Angka 400 mikrogram adalah dosis pencegahan umum, bukan angka yang berlaku mutlak untuk semua orang. Dosis final untuk kehamilan Anda ditentukan oleh bidan atau dokter yang memeriksa langsung riwayat kesehatan Anda. Jangan menaikkan atau menurunkan dosis sendiri, dan jangan menggabungkan beberapa suplemen sekaligus tanpa konsultasi, karena beberapa produk sudah memuat asam folat di dalamnya.
Perlu diperhatikan juga bahwa 400 mikrogram sama dengan 0,4 mg. Perbedaan satuan ini sering membingungkan saat membaca label kemasan, jadi pastikan Anda membandingkan satuan yang sama sebelum menyimpulkan sebuah produk kurang atau berlebih.
Kapan Dosis Bisa Berbeda dari 400 Mikrogram
Selain riwayat cacat tabung saraf, ada situasi lain di mana dokter dapat menyarankan dosis atau pendekatan berbeda, misalnya bila Anda memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat tertentu yang memengaruhi metabolisme folat. Karena setiap kondisi bersifat unik, dosis pada situasi khusus harus ditentukan oleh tenaga kesehatan yang menilai riwayat Anda secara langsung, bukan berdasarkan perkiraan sendiri atau informasi dari internet.
Kuncinya, konsistensi lebih berharga daripada dosis besar sesekali. Meminum 400 mikrogram setiap hari secara teratur jauh lebih bermanfaat dibanding meminumnya hanya ketika ingat.
Apa Saja Sediaan Asam Folat yang Beredar?
Banyak ibu bingung memilih di apotek karena asam folat muncul dalam beberapa bentuk sediaan. Secara umum ada tiga kelompok:
- Tablet asam folat tunggal. Isinya hanya asam folat, sehingga takarannya paling mudah dipastikan. Cocok bila Anda memang diminta memenuhi anjuran 400 mikrogram secara terpisah.
- Tablet Tambah Darah (TTD) kombinasi. Mengandung zat besi dan asam folat sekaligus. Inilah sediaan yang paling sering dibagikan dalam program kesehatan ibu hamil, dan sejalan dengan anjuran WHO berupa 30 sampai 60 mg besi elemental bersama 400 mikrogram asam folat per hari.
- Suplemen kehamilan multivitamin. Memuat asam folat bersama mikronutrien lain seperti kalsium, zinc, atau vitamin D. Kandungan asam folat antarproduk bisa berbeda.
Karena kandungan tiap sediaan tidak seragam, langkah paling aman adalah membaca label kemasan dan menunjukkannya ke bidan atau dokter Anda. Tanyakan secara spesifik: berapa mikrogram asam folat dalam satu tablet, dan apakah Anda masih perlu tambahan terpisah. Dengan begitu total asupan Anda pas, tidak kurang dan tidak tumpang tindih.
Apa Itu Asam Folat dan Mengapa Penting untuk Ibu Hamil?
Asam folat adalah bentuk sintetis dari folat, salah satu vitamin kelompok B yang berperan dalam pembentukan sel dan jaringan baru. Pada masa kehamilan, tubuh janin sedang membangun banyak sekali sel dalam waktu singkat, sehingga kebutuhan zat gizi ini meningkat.
Manfaat utamanya sangat spesifik. Suplementasi asam folat sejak sebelum hamil membantu mencegah cacat tabung saraf pada janin. Tabung saraf adalah struktur awal yang nantinya berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang. Ketika pembentukannya terganggu, bisa muncul kelainan bawaan yang serius.
Yang membuat asam folat begitu penting adalah soal waktu. Tabung saraf terbentuk dan menutup pada minggu-minggu pertama kehamilan, tahap yang sering terlewati begitu saja karena banyak ibu belum menyadari dirinya hamil pada saat itu. Inilah alasan mengapa asam folat bukan sesuatu yang bisa ditunda sampai kehamilan terlihat jelas.
Asam Folat dan Folat Alami, Apa Bedanya
Anda mungkin menemukan dua istilah yang mirip, yaitu folat dan asam folat. Keduanya merujuk pada vitamin B yang sama, hanya berbeda bentuk. Folat adalah bentuk alami yang terdapat di dalam makanan, seperti sayuran hijau dan kacang-kacangan. Sementara itu, asam folat adalah bentuk sintetis yang biasa digunakan dalam suplemen dan produk yang difortifikasi.
Perbedaan bentuk ini memiliki sisi praktis. Asam folat pada suplemen umumnya lebih stabil dan takarannya pasti, sehingga mudah dipastikan kecukupannya setiap hari. Folat dari makanan lebih mudah berkurang, misalnya karena proses memasak yang terlalu lama. Karena itulah, meskipun makanan kaya folat tetap dianjurkan, suplemen asam folat 400 mikrogram per hari tetap dianjurkan sejak sebelum hamil sampai minggu ke-12, mengingat kebutuhan pada periode ini sulit dipenuhi dari makanan saja.
Kapan Mulai dan Sampai Kapan Mengonsumsi Asam Folat?
Berdasarkan pedoman NHS, waktu ideal memulai asam folat adalah sejak perempuan mulai merencanakan atau mencoba hamil, bukan menunggu hasil tes kehamilan positif. NHS menegaskan suplemen asam folat perlu diminum sebelum hamil untuk mencegah cacat tabung saraf. Anjuran 400 mikrogram khusus untuk pencegahan cacat tabung saraf ini diteruskan sampai usia kehamilan 12 minggu, yakni sepanjang trimester pertama.
Mengapa harus sedini itu? Sekali lagi, karena pembentukan tabung saraf berlangsung sangat awal. Jika Anda baru mulai minum asam folat setelah kehamilan terkonfirmasi di minggu keenam atau ketujuh, sebagian proses krusial itu mungkin sudah berjalan. Memulai lebih awal berarti tubuh sudah memiliki cadangan folat yang cukup pada saat paling menentukan.
Bagi Anda yang belum merencanakan kehamilan secara spesifik tetapi masih dalam usia subur dan tidak menghindari kehamilan, mendiskusikan kebutuhan asam folat dengan bidan atau dokter tetap merupakan langkah bijak.
Berapa Kebutuhan Asam Folat Ibu Hamil di Trimester 3?
Lalu bagaimana setelah usia kehamilan 12 minggu, termasuk saat memasuki trimester 3? Anjuran khusus 400 mikrogram untuk mencegah cacat tabung saraf memang berfokus pada masa sampai trimester pertama, karena pada saat itulah pembentukan tabung saraf berlangsung.
Namun bukan berarti asam folat lalu tidak relevan. WHO tetap menganjurkan suplementasi harian zat besi dan asam folat bagi ibu hamil, yaitu 30 sampai 60 mg zat besi elemental bersama 400 mikrogram (0,4 mg) asam folat, untuk mencegah anemia pada ibu, sepsis nifas, berat lahir rendah, dan kelahiran prematur. Rekomendasi ini ditujukan bagi ibu hamil secara umum, sehingga tetap berlaku di trimester 2 dan trimester 3.
Praktisnya, di trimester akhir kebutuhan folat sering sudah tercakup dalam Tablet Tambah Darah atau suplemen kehamilan yang Anda konsumsi. Karena itu, jangan berhenti begitu saja tanpa arahan. Tanyakan kepada bidan atau dokter apakah Anda perlu melanjutkan asam folat secara terpisah atau cukup dari sediaan yang sudah Anda minum. Anda bisa melihat gambaran kebutuhan tiap tahap di panduan kehamilan trimester 1 sampai 3.
Asam Folat, Mikronutrien Kehamilan, dan Tablet Tambah Darah (TTD)
Asam folat bukan satu-satunya zat gizi mikro yang penting selama hamil. Kemenkes RI menyebutkan bahwa kekurangan mikronutrien seperti vitamin A, vitamin D, asam folat, zat besi, seng, kalsium, dan iodium pada perempuan usia subur dapat berujung pada Kurang Energi Kronis saat kehamilan. Semua ini melengkapi kebutuhan gizi makro, di mana ibu hamil normal memerlukan tambahan energi 180 sampai 300 kkal dan protein mencapai 30 gram per hari menurut Kemenkes RI.
Di Indonesia, ibu hamil juga dianjurkan rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) selama masa hamil, dan Kemenkes RI mencantumkannya sebagai salah satu tips sehat ibu hamil. Banyak yang bingung membedakan TTD dengan suplemen asam folat. Secara sederhana, TTD utamanya ditujukan untuk mencegah anemia pada ibu hamil, sesuai namanya yang berarti tablet penambah darah. Sementara itu, suplemen asam folat berfokus pada pencegahan cacat tabung saraf janin.
Keduanya sama-sama tergolong mikronutrien penting dalam kehamilan, dan banyak sediaan TTD sudah memuat asam folat di dalamnya sesuai pola yang dianjurkan WHO. Karena itu, cara paling aman adalah menanyakan ke bidan atau dokter kandungan Anda: apakah TTD yang Anda minum sudah mengandung asam folat, atau Anda perlu suplemen terpisah. Kadar darah perlu dibaca tenaga kesehatan bersama usia kehamilan dan riwayat klinis, bukan dari satu angka saja.
Makanan Apa Saja yang Kaya Folat?
Selain suplemen, folat juga bisa diperoleh secara alami dari makanan sehari-hari. Membiasakan pola makan bergizi seimbang akan membantu melengkapi asupan ini sekaligus menjaga kesehatan ibu secara keseluruhan.
Beberapa sumber folat alami yang mudah ditemukan antara lain:
- Sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, dan sawi.
- Kacang-kacangan, seperti kacang merah, kacang tanah, dan kacang hijau.
- Hati, yang secara umum dikenal kaya folat (konsumsi secukupnya dan sesuai anjuran tenaga kesehatan).
Agar kandungan gizi dari sayuran lebih terjaga, sebaiknya olah secukupnya dan tidak memasaknya terlalu lama. Mengombinasikan beragam sumber folat dalam menu harian juga membantu melengkapi kebutuhan gizi lain selama kehamilan, seperti zat besi dan protein. Susun menu bersama sumber protein, sayur, buah, dan makanan pokok agar folat tidak diperlakukan sebagai satu-satunya fokus.
Meskipun makanan-makanan ini bermanfaat, perlu dipahami bahwa memenuhi kebutuhan folat pada masa perikonsepsi dari makanan saja cukup menantang. Itulah sebabnya suplemen asam folat 400 mikrogram per hari tetap dianjurkan pada periode ini. Jadi, posisikan makanan kaya folat sebagai pelengkap yang baik, bukan pengganti suplemen yang dianjurkan.
Asam Folat dan Pencegahan Stunting Sejak dalam Kandungan
Kesehatan anak tidak dimulai saat ia lahir, melainkan jauh sebelumnya, sejak masih dalam kandungan. Kemenkes RI menempatkan pemenuhan gizi ibu hamil, termasuk mikronutrien seperti asam folat, sebagai bagian dari program 1000 Hari Pertama Kehidupan yang menjadi fondasi tumbuh kembang anak.
Periode 1000 hari pertama, dihitung sejak awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun, adalah masa emas yang sangat menentukan. Memastikan ibu hamil mendapat gizi yang cukup pada tahap ini merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan stunting dan gangguan tumbuh kembang. Dengan kata lain, kebiasaan kecil seperti rutin minum asam folat ikut menjadi bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan si kecil.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter atau Bidan?
Asam folat memang bisa dibeli bebas, tetapi kehamilan sebaiknya tetap didampingi tenaga kesehatan. Pemeriksaan kehamilan rutin memberi kesempatan bagi bidan atau dokter untuk memantau kondisi Anda dan janin, sekaligus memastikan kebutuhan gizi terpenuhi.
WHO bahkan telah memperbarui panduannya dengan menambah jumlah kontak pemeriksaan kehamilan dari empat menjadi minimal delapan kali sepanjang kehamilan. Di Indonesia, ikuti jadwal pemeriksaan sesuai anjuran Buku KIA dan tenaga kesehatan setempat.
Segera konsultasikan ke dokter atau bidan apabila Anda:
- Sedang merencanakan kehamilan dan ingin tahu sediaan serta dosis yang tepat.
- Memiliki riwayat kehamilan dengan cacat tabung saraf atau kelainan bawaan lain, karena kelompok ini biasanya membutuhkan dosis lebih tinggi yang hanya boleh diresepkan dokter.
- Memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat rutin.
- Ragu apakah TTD yang diminum sudah mencukupi kebutuhan asam folat.
- Mengalami keluhan atau efek samping saat mengonsumsi suplemen.
Untuk memperkirakan usia kehamilan dan hari perkiraan lahir, Anda bisa menggunakan Kalkulator Kehamilan. Ingin memahami gambaran besar kehamilan dari trimester ke trimester? Baca panduan kehamilan trimester 1, 2, dan 3, atau jelajahi lebih banyak topik di kategori Kehamilan. Punya pertanyaan yang ingin disusun sebelum kontrol? Coba Asisten Bunda sebagai bahan diskusi, bukan pengganti pemeriksaan.
Pengalaman pribadi, bukan saran medis. Banyak ibu bercerita bahwa menaruh botol asam folat di dekat sikat gigi membantu mereka ingat meminumnya setiap pagi. Kebiasaan sederhana ini sering lebih efektif daripada mengandalkan ingatan semata. Tetap sesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan Anda.
Kesimpulan
Asam folat untuk ibu hamil adalah langkah kecil dengan manfaat besar. Anjuran intinya mudah diingat: 400 mikrogram (0,4 mg) per hari, dimulai sejak merencanakan kehamilan hingga usia kehamilan 12 minggu untuk mencegah cacat tabung saraf, lalu dilanjutkan bersama 30 sampai 60 mg zat besi elemental sepanjang kehamilan untuk mencegah anemia sesuai anjuran WHO. Bagi ibu dengan riwayat cacat tabung saraf, dosis yang lebih tinggi penentuannya ada di tangan dokter. Lengkapi dengan pola makan kaya folat, pahami bedanya dengan TTD, dan jalani pemeriksaan kehamilan secara rutin.
Sumber
Seluruh angka dosis pada artikel ini dikutip dari halaman resmi WHO dan NHS di bawah, yang dicek memuat angka tersebut pada 10 Oktober 2026. Dosis yang berlaku untuk kehamilan Anda tetap ditentukan oleh bidan atau dokter yang memeriksa langsung.
- NHS - Vitamin B: folic acid (400 mikrogram sampai 12 minggu kehamilan)
- WHO - New guidelines on antenatal care for a positive pregnancy experience (2016)
- Kemenkes RI - Ayo Sehat, Kehamilan (1000 Hari Pertama Kehidupan)
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan mengenai kehamilan Anda, silakan berkonsultasi dengan dokter atau bidan.
Lembar bantu untuk orang tua
Checklist Persiapan Kehamilan
Susun catatan dan pertanyaan untuk konsultasi persiapan kehamilan.
Unduh PDFIni lembar bantu pencatatan, bukan diagnosis; diskusikan dengan tenaga kesehatan.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa dosis asam folat yang aman untuk ibu hamil?
Berapa dosis asam folat untuk ibu dengan riwayat cacat tabung saraf?
Kapan sebaiknya mulai minum asam folat?
Apakah asam folat masih perlu di trimester 3?
Apa saja sediaan asam folat yang beredar?
Apa bedanya asam folat dan TTD?
Apa akibat kekurangan asam folat saat hamil?
Konten ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan medis, hubungi dokter atau bidan Anda.
Punya pertanyaan seputar kehamilan?
Tanya lewat WhatsApp

