Baru: alat cek usia dan milestone anak sudah bisa dipakai gratis. Coba sekarang

Kehamilan

Kehamilan: Trimester 1, 2, 3 dari Minggu 1 sampai 40

Oleh Tim Redaksi Asuh Anak· 10 menit baca

Kehamilan: Trimester 1, 2, 3 dari Minggu 1 sampai 40

Kehamilan berlangsung sekitar 40 minggu dan dibagi menjadi tiga trimester: trimester 1 (minggu 1 sampai 13), trimester 2 (minggu 14 sampai 27), dan trimester 3 (minggu 28 sampai kelahiran). Trimester 1 adalah masa pembentukan organ janin, trimester 2 masa pertumbuhan yang biasanya terasa lebih nyaman, dan trimester 3 masa persiapan persalinan. WHO menganjurkan minimal delapan kali kontak pemeriksaan kehamilan, sementara Kemenkes RI menyebut ibu hamil normal butuh tambahan 180 sampai 300 kkal dan protein hingga 30 gram per hari.

Halaman ini adalah pusat panduan kehamilan Asuh Anak. Setiap trimester punya ringkasannya sendiri di bawah, lengkap dengan tautan ke pembahasan yang lebih dalam. Silakan langsung lompat ke trimester yang sedang Anda jalani.

Hitungan Trimester 1, 2, 3 dalam Minggu

Perjalanan kehamilan dibagi menjadi tiga bagian yang disebut trimester. Pembagian ini membantu ibu, bidan, dan dokter memantau perkembangan secara bertahap. Berikut hitungan trimester dan fokus utama di tiap tahap.

TrimesterRentang mingguPerkiraan bulanFokus utama
Trimester 1Minggu 1 sampai 13Bulan 1 sampai 3Pembentukan organ janin, asam folat, pemeriksaan pertama
Trimester 2Minggu 14 sampai 27Bulan 4 sampai 6Pertumbuhan janin, USG, pencegahan anemia
Trimester 3Minggu 28 sampai lahirBulan 7 sampai 9Pemantauan gerakan janin, persiapan persalinan

Angka minggu di atas adalah gambaran umum yang dipakai luas dalam pemantauan kehamilan, bukan patokan kaku. Setiap ibu bisa sedikit berbeda, dan bidan atau dokter Anda yang akan memastikan usia kehamilan lewat pemeriksaan langsung.

Kalau Anda sedang menghitung sudah masuk bulan ke berapa, pembahasan konversi minggu ke bulan tersedia di artikel 7 bulan berapa minggu kehamilan.

Trimester 1 (Minggu 1 sampai 13): Masa Pembentukan

Trimester pertama adalah masa pembentukan. Organ-organ penting janin, termasuk otak dan sumsum tulang belakang, mulai terbentuk pada periode ini. Karena itu asupan gizi ibu, terutama asam folat, punya peran paling besar justru di tahap paling awal ini. Banyak ibu merasakan mual, mudah lelah, payudara lebih sensitif, atau perubahan selera makan.

Yang paling penting di trimester 1: mulai asam folat sedini mungkin dan periksakan diri ke bidan atau dokter meski keluhan terasa ringan. Jangan menunggu perut terlihat membesar.

Bacaan lanjutan untuk trimester 1:

Trimester 2 (Minggu 14 sampai 27): Masa yang Biasanya Lebih Nyaman

Pada trimester kedua, banyak ibu merasa lebih bertenaga karena keluhan mual sering berkurang. Perut mulai terlihat membesar dan sebagian ibu mulai merasakan gerakan janin. Inilah masa yang biasanya paling nyaman sepanjang kehamilan.

Yang paling penting di trimester 2: jaga pola makan bergizi, lanjutkan Tablet Tambah Darah sesuai anjuran untuk mencegah anemia, dan lakukan USG sesuai jadwal. WHO menganjurkan minimal satu kali USG sebelum usia kehamilan 24 minggu, yang artinya jatuh di rentang trimester ini.

Bacaan lanjutan untuk trimester 2:

Trimester 3 (Minggu 28 sampai Lahir): Masa Persiapan

Trimester ketiga adalah masa pertumbuhan pesat dan persiapan. Janin bertambah berat dengan cepat, dan tubuh ibu bersiap untuk persalinan. Rasa tidak nyaman seperti sering buang air kecil, pegal di punggung, kaki bengkak, sembelit, atau sulit tidur bisa muncul.

Yang paling penting di trimester 3: pantau gerakan janin setiap hari, jangan lewatkan pemeriksaan yang biasanya menjadi lebih sering, dan siapkan kebutuhan persalinan serta bayi baru lahir. Gerakan janin yang berkurang jauh atau berhenti adalah tanda bahaya yang perlu langsung diperiksakan.

Bacaan lanjutan untuk trimester 3:

Menghitung Usia Kehamilan dan Hari Perkiraan Lahir (HPL)

Banyak ibu ingin tahu sudah berapa usia kehamilannya dan kapan perkiraan lahirnya. Cara yang paling umum adalah menghitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Dari tanggal tersebut, usia kehamilan dalam minggu dan hari perkiraan lahir bisa diperkirakan. Untuk memudahkan, Anda bisa memakai Kalkulator Usia Kehamilan dengan memasukkan HPHT.

Perlu diingat, hasil hitungan ini adalah perkiraan. Bagi ibu dengan siklus haid yang tidak teratur atau tidak yakin dengan tanggal HPHT, bidan atau dokter dapat memastikan usia kehamilan lebih akurat, salah satunya melalui USG. Jadi, jadikan hasil kalkulator sebagai gambaran awal, lalu konfirmasikan saat pemeriksaan.

Pemeriksaan Kehamilan (ANC) di Trimester 1, 2, dan 3

Pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) adalah kunjungan rutin untuk memantau kesehatan ibu dan janin. Pada tahun 2016, WHO memperbarui panduannya dan menaikkan jumlah kontak pemeriksaan yang dianjurkan dari empat menjadi minimal delapan kali selama kehamilan. Lebih banyak kontak memberi lebih banyak kesempatan mendeteksi masalah lebih awal.

Beberapa anjuran WHO yang relevan di sepanjang tiga trimester:

  • Minimal delapan kali kontak pemeriksaan untuk menurunkan kematian perinatal.
  • Satu kali USG sebelum usia kehamilan 24 minggu untuk memperkirakan usia kehamilan dan mendeteksi kelainan janin serta kehamilan kembar.
  • Suplementasi harian zat besi dan asam folat, yaitu 30 sampai 60 mg besi elemental dan 400 mikrogram (0,4 mg) asam folat, untuk mencegah anemia pada ibu, sepsis nifas, berat lahir rendah, dan kelahiran prematur.
  • Vaksinasi tetanus toksoid sesuai riwayat imunisasi ibu sebelumnya.
  • Konseling pola makan sehat dan tetap aktif secara fisik selama kehamilan.

Di Indonesia, jumlah pemeriksaan dan jadwal USG mengikuti standar yang tercantum dalam Buku KIA serta anjuran bidan atau dokter Anda. Karena ketentuan teknis ini dapat berbeda dan diperbarui, cara terbaik adalah mengikuti jadwal yang diberikan tenaga kesehatan dan mencatat setiap kunjungan di Buku KIA. Yang terpenting, jangan menunda pemeriksaan pertama. Periksakan diri sedini mungkin begitu Anda tahu sedang hamil, meski merasa sehat.

Dalam setiap pemeriksaan, biasanya dilakukan pengukuran seperti berat badan, tekanan darah, dan pemantauan pertumbuhan janin. Pemeriksaan ini juga menjadi ruang untuk bertanya soal keluhan, gizi, atau persiapan persalinan. Bila ada pertanyaan yang ingin Anda susun lebih dulu sebelum kontrol, Asisten Bunda bisa membantu menyiapkannya sebagai bahan diskusi, bukan pengganti pemeriksaan.

Gizi Ibu Hamil yang Perlu Dicukupi

Gizi adalah salah satu pilar kehamilan yang sehat. Menurut Kemenkes RI, standar kebutuhan gizi perempuan usia 19 sampai 49 tahun berkisar 2150 sampai 2250 kkal dan protein 60 gram per hari. Pada ibu hamil normal, diperlukan tambahan energi sebesar 180 sampai 300 kkal dan protein mencapai 30 gram per hari di atas angka tersebut.

Kemenkes juga menyoroti ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK), yaitu ibu dengan Lingkar Lengan Atas (LiLA) di bawah 23,5 cm atau Indeks Massa Tubuh pra hamil di bawah 18,5 kg/m2. Untuk memperoleh penambahan berat badan sebesar 0,5 kg per minggu, ibu hamil KEK membutuhkan tambahan asupan energi sekitar 500 kkal per hari. Selain energi dan protein, mikronutrien penting yang perlu tercukupi antara lain asam folat, vitamin A, vitamin D, zat besi, zinc, kalsium, dan iodium. Kemenkes menekankan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) selama masa hamil.

Salah satu zat gizi yang paling sering disorot pada awal kehamilan adalah asam folat. Menurut WHO, semua perempuan sejak mulai mencoba hamil sampai usia kehamilan 12 minggu dianjurkan mengonsumsi suplemen asam folat 400 mikrogram per hari untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin. Karena tabung saraf terbentuk sangat awal, asam folat sebaiknya sudah dimulai bahkan sebelum kehamilan dipastikan. Untuk pembahasan rinci soal dosis per trimester, waktu konsumsi, dan sumber makanannya, lihat artikel asam folat untuk ibu hamil.

Gizi yang baik sejak dalam kandungan juga berkaitan erat dengan pencegahan masalah pertumbuhan di kemudian hari. Memenuhi kebutuhan gizi ibu selama hamil adalah bagian dari langkah pencegahan stunting sejak dini.

Poin penting: gizi ibu hamil bukan soal makan dalam porsi sangat banyak, melainkan cukup dan seimbang. Tambahan 180 sampai 300 kkal per hari setara dengan camilan bergizi, bukan makan dua kali lipat.

Tanda Bahaya Kehamilan yang Harus Segera Diperiksa

Sebagian besar kehamilan berjalan lancar, tetapi mengenali tanda bahaya sejak dini bisa menyelamatkan. Beberapa kondisi yang umumnya perlu segera diperiksakan antara lain:

  • Perdarahan dari jalan lahir.
  • Sakit kepala hebat yang tidak biasa atau pandangan kabur.
  • Bengkak berlebihan pada wajah, tangan, atau kaki.
  • Demam tinggi.
  • Nyeri perut hebat.
  • Keluar cairan ketuban sebelum waktunya.
  • Gerakan janin yang berkurang jauh atau berhenti (terutama pada trimester ketiga).

Bila Anda mengalami salah satu tanda tersebut, jangan menunggu dan jangan menganggapnya sepele. Segera hubungi bidan, dokter, atau fasilitas kesehatan terdekat. Daftar tanda bahaya yang lebih lengkap tercantum di Buku KIA yang Anda pegang. Mempercayai insting Anda sebagai ibu adalah hal yang baik. Kalau ada yang terasa tidak beres, memeriksakan diri lebih awal selalu lebih aman.

Persiapan Menyambut Bayi Baru Lahir

Menjelang trimester ketiga berakhir, persiapan menyambut si kecil menjadi bagian yang menyenangkan sekaligus penting. Menurut WHO, bulan pertama kehidupan adalah periode paling rentan bagi bayi, sehingga perawatan esensial bayi baru lahir sangat menentukan. Perawatan esensial itu mencakup menjaga kehangatan lewat kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi, menyusui dini dan eksklusif, serta perawatan tali pusat dan kulit yang higienis.

Karena periode awal ini krusial, ada baiknya Anda mempelajari perawatan dasar sejak sebelum hari kelahiran tiba. Anda bisa membaca panduan merawat bayi baru lahir agar lebih siap, termasuk soal menyusui, menjaga suhu tubuh bayi, dan mengenali tanda yang perlu diwaspadai. Sambil menyiapkan perlengkapan bayi, banyak orang tua juga mulai memikirkan nama. Jika Anda mencari inspirasi, telusuri Kamus Nama Bayi untuk menemukan nama yang bermakna baik untuk buah hati.

Semua topik seputar kehamilan lain, mulai dari gizi, keluhan, hingga persiapan persalinan, bisa Anda telusuri di kategori Kehamilan di Asuh Anak.

Pengalaman Nyata Orang Tua

Sebagai catatan pengalaman pribadi, bukan saran medis: banyak ibu bercerita bahwa hal yang paling menenangkan bukanlah membaca banyak informasi menakutkan di internet, melainkan rutin datang ke bidan, mencatat pertanyaan sebelum pemeriksaan, dan membicarakan kekhawatiran secara terbuka. Setiap kehamilan berbeda, jadi apa yang cocok untuk satu ibu belum tentu cocok untuk yang lain. Jadikan pengalaman orang lain sebagai penyemangat, dan keputusan medis tetap dibicarakan dengan tenaga kesehatan Anda.

Menemani Anda di Setiap Trimester

Kehamilan adalah perjalanan sekitar 40 minggu yang terbagi dalam tiga trimester, dan Anda tidak perlu menjalaninya sendirian. Cukupi gizi sesuai anjuran Kemenkes RI, mulai asam folat 400 mikrogram sedini mungkin, penuhi minimal delapan kali kontak pemeriksaan seperti anjuran WHO, kenali tanda bahaya, dan siapkan diri menyambut bayi baru lahir. Langkah sederhana yang dilakukan konsisten jauh lebih berarti daripada mencari kesempurnaan. Rawat diri Anda dengan lembut, karena merawat ibu berarti merawat si kecil juga.

Sumber

Konten ini disusun sebagai edukasi, bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan medis apa pun, silakan berkonsultasi dengan bidan atau dokter Anda. Seluruh tautan sumber di bawah diverifikasi aktif pada 31 Juli 2026.

Pertanyaan yang sering muncul

Kehamilan dibagi menjadi berapa trimester dan minggu ke berapa saja?
Kehamilan dibagi menjadi tiga trimester. Trimester 1 mencakup minggu ke-1 sampai ke-13, trimester 2 minggu ke-14 sampai ke-27, dan trimester 3 minggu ke-28 sampai kelahiran (umumnya sekitar minggu ke-40). Pembagian ini membantu bidan dan dokter memantau perkembangan secara bertahap. Batas minggu tersebut adalah gambaran umum, karena setiap kehamilan bisa sedikit berbeda.
Berapa lama masa kehamilan normal?
Kehamilan umumnya berlangsung sekitar 40 minggu atau kurang lebih 9 bulan, dihitung dari hari pertama haid terakhir. Masa ini dibagi menjadi tiga trimester. Karena setiap ibu berbeda, tanggal perkiraan lahir bisa maju atau mundur beberapa hari, dan bidan atau dokter yang akan memastikannya lewat pemeriksaan.
Berapa kali ibu hamil harus periksa ke dokter atau bidan?
WHO menganjurkan minimal delapan kali kontak pemeriksaan selama kehamilan agar ibu dan janin terpantau dengan baik. WHO juga menganjurkan minimal satu kali USG sebelum usia kehamilan 24 minggu untuk memperkirakan usia kehamilan dan mendeteksi kelainan lebih awal. Di Indonesia, jadwal pemeriksaan mengikuti anjuran Buku KIA serta petugas kesehatan Anda. Sebaiknya periksa sejak awal mengetahui kehamilan, jangan menunggu ada keluhan.
Apa saja nutrisi penting selama kehamilan?
Menurut Kemenkes RI, ibu hamil normal membutuhkan tambahan energi sebesar 180 sampai 300 kkal dan protein mencapai 30 gram per hari, di atas angka kecukupan gizi perempuan usia 19-49 tahun yang berkisar 2150 sampai 2250 kkal dan protein 60 gram per hari. Mikronutrien yang perlu tercukupi antara lain asam folat, zat besi, kalsium, zinc, iodium, vitamin A, dan vitamin D. Banyak ibu juga menerima Tablet Tambah Darah (TTD) selama kehamilan.
Bagaimana cara menghitung usia kehamilan?
Cara yang paling umum adalah menghitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Dari HPHT, usia kehamilan dalam minggu dan hari perkiraan lahir bisa diperkirakan. Anda bisa memakai Kalkulator Usia Kehamilan untuk memperkirakannya, lalu konfirmasi ke bidan atau dokter, terutama bila siklus haid tidak teratur.
Apa saja tanda bahaya kehamilan?
Beberapa kondisi perlu segera diperiksakan, misalnya perdarahan dari jalan lahir, sakit kepala hebat, pandangan kabur, bengkak berlebihan, demam tinggi, nyeri perut hebat, keluar cairan ketuban sebelum waktunya, atau gerakan janin yang berkurang jauh. Bila mengalami salah satunya, jangan menunggu, segera hubungi bidan, dokter, atau fasilitas kesehatan terdekat. Daftar lengkap tanda bahaya juga tercantum di Buku KIA.
Kapan mulai USG saat hamil?
WHO menganjurkan satu kali USG sebelum usia kehamilan 24 minggu untuk memperkirakan usia kehamilan, mendeteksi kelainan janin dan kehamilan kembar, serta memperbaiki pengalaman kehamilan ibu. Jumlah USG selanjutnya mengikuti anjuran bidan atau dokter serta Buku KIA. Sebaiknya lakukan pemeriksaan pertama sedini mungkin setelah mengetahui kehamilan.

Konten ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan medis, hubungi dokter atau bidan Anda.

Punya pertanyaan seputar kehamilan?

Tanya lewat WhatsApp