Asam Folat vs Tablet Tambah Darah: Bedanya Apa? (Tabel WHO & Kemenkes)
Oleh Tim Redaksi Asuh Anak· 4 menit baca
Asam folat tunggal dan Tablet Tambah Darah (TTD) sama-sama sering direkomendasikan untuk ibu hamil, dan keduanya memang bisa mengandung folat — tetapi tujuan utamanya berbeda. Asam folat tunggal berfokus mencegah cacat tabung saraf pada janin di awal kehamilan, sedangkan TTD adalah program pencegahan anemia dengan kombinasi zat besi dan asam folat. Banyak ibu tidak perlu keduanya sekaligus; tabel di bawah membantu melihat perbedaannya secara eksplisit sebelum bertanya ke bidan atau dokter.
Diperbarui: 12 September 2026. Semua dosis pada tabel ini mengikuti standar resmi WHO dan Kemenkes RI, dengan tautan dokumen sumber pada setiap baris.
Kriteria penilaian
- Kandungan per tablet — dosis folat dan/atau zat besi sesuai standar resmi WHO atau petunjuk teknis Kemenkes, bukan angka satu merek dagang tertentu (karena kedua kategori ini pada dasarnya adalah standar generik yang berlaku lintas merek).
- Harga kisaran — TTD program pemerintah didistribusikan gratis; sediaan komersial sejenis yang dijual bebas di apotek dipantau dari marketplace pada tanggal akses 12 September 2026 dan dapat berubah.
- Cocok untuk trimester — mengikuti anjuran resmi WHO tentang waktu mulai dan durasi suplementasi.
- Catatan keamanan — efek samping dan tanda bahaya sesuai pedoman Kemenkes RI dan WHO.
Artikel ini bersifat edukasi umum, bukan resep. Dosis, waktu mulai, dan kombinasi suplemen yang tepat untuk kehamilan Anda ditentukan oleh bidan atau dokter yang memeriksa langsung.
Tabel perbandingan
| Jenis suplemen | Kandungan per tablet | Harga kisaran | Cocok untuk trimester | Catatan keamanan |
|---|---|---|---|---|
| Asam folat tunggal | 400 mikrogram (0,4 mg) per hari — dosis pencegahan cacat tabung saraf.¹ Dosis tinggi 5 mg/hari hanya untuk riwayat cacat tabung saraf, atas resep dokter | Sediaan generik OTC di apotek, kisaran umum Rp13.000–20.000 per strip (pantauan marketplace, diakses 12 Sep 2026) — bervariasi per merek dan apotek | Prakonsepsi sampai usia kehamilan 12 minggu adalah masa paling menentukan; WHO tetap menganjurkan folat berlanjut bersama zat besi sepanjang kehamilan² | Jangan menaikkan dosis sendiri; dosis 5 mg hanya atas resep. Cek dulu apakah TTD yang sudah diminum juga mengandung folat agar tidak dobel |
| Tablet Tambah Darah (TTD) — kombinasi zat besi + asam folat, program Kemenkes³ | Sekurangnya 60 mg besi elemental + 0,4 mg (400 mcg) asam folat per tablet; target minimal 90 tablet selama kehamilan | Gratis melalui Puskesmas/Posyandu (program pemerintah); sediaan komersial sejenis dijual bebas di apotek dengan harga bervariasi | Seluruh kehamilan, idealnya dimulai sesegera mungkin setelah kehamilan terdeteksi dan diminum rutin sampai lahir | Mual, nyeri ulu hati, sembelit, tinja lebih gelap tergolong wajar⁴; tinja hitam pekat seperti ter, muntah darah, atau reaksi alergi berat perlu pertolongan medis segera |
Catatan tabel: ¹ WHO IMPAC. ² WHO ANC 2016 — suplementasi harian 30–60 mg besi elemental bersama 400 mcg asam folat dianjurkan sepanjang kehamilan untuk mencegah anemia, sepsis nifas, berat lahir rendah, dan kelahiran prematur. ³ Petunjuk teknis Kemenkes dan Pedoman TTD Kemenkes. ⁴ Sesuai penjelasan resmi Kemenkes RI tentang efek zat besi yang tidak perlu dikhawatirkan karena tubuh menyesuaikan.
Kenapa keduanya sering tertukar
Kebingungan ini wajar karena TTD juga mengandung asam folat, sehingga terasa seperti "sama saja" dengan tablet folat tunggal. Bedanya ada pada tujuan dan komposisi tambahan:
- Asam folat tunggal dirancang untuk periode yang sangat spesifik — sebelum kehamilan sampai usia 12 minggu — dengan tujuan utama mencegah cacat tabung saraf, gangguan pada pembentukan otak dan sumsum tulang belakang bayi yang terjadi sangat dini.
- TTD dirancang untuk seluruh masa kehamilan dengan tujuan utama mencegah anemia, yang menurut WHO dialami lebih dari 40 persen ibu hamil di dunia dan sebagian besar berkaitan dengan kekurangan zat besi.
Karena TTD program sudah memuat 400 mikrogram asam folat per tablet, ibu yang menjalani TTD secara teratur pada umumnya tidak otomatis perlu tambahan asam folat tunggal, kecuali ada indikasi medis khusus seperti riwayat cacat tabung saraf yang memerlukan dosis 5 mg. Keputusan ini tetap milik bidan atau dokter yang mengetahui riwayat kesehatan Anda.
Cara aman menjalani salah satu atau keduanya
- Bawa semua label ke kontrol kehamilan. Foto atau bawa langsung kemasan suplemen yang sedang Anda minum, termasuk multivitamin lain, agar tenaga kesehatan bisa menghitung total folat dan zat besi harian.
- Ikuti jadwal minum yang disarankan. Kemenkes RI menyarankan TTD diminum malam hari sebelum tidur dan tidak dalam kondisi perut kosong untuk mengurangi mual.
- Jangan berhenti sendiri karena efek samping ringan. Mual atau tinja gelap dari zat besi umumnya bukan tanda bahaya, tetapi bila keluhan berat sampai mengganggu makan, sampaikan ke bidan atau dokter untuk penyesuaian dosis atau sediaan.
- Catat total tablet yang sudah diminum. Target Kemenkes adalah minimal 90 tablet TTD selama kehamilan; mencatatnya di Buku KIA membantu evaluasi di setiap kontrol.
Bacaan lanjutan
Pembahasan lengkap masing-masing topik tersedia di asam folat untuk ibu hamil dan tablet tambah darah untuk ibu hamil. Untuk perbandingan format susu versus tablet suplemen, baca susu ibu hamil vs suplemen tablet. Untuk perbandingan multivitamin antarmerek berdasarkan kandungan, baca perbandingan multivitamin ibu hamil.
Konten ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Dosis dan kombinasi suplemen yang tepat untuk kehamilan Anda sebaiknya ditentukan oleh bidan atau dokter yang memeriksa langsung.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa beda asam folat tunggal dan Tablet Tambah Darah (TTD)?
Apakah saya perlu minum asam folat tunggal DAN TTD sekaligus?
Kapan sebaiknya mulai minum asam folat, sebelum atau setelah tahu hamil?
Kenapa TTD bisa membuat mual dan tinja berwarna gelap?
Siapa yang perlu dosis asam folat lebih tinggi dari 400 mikrogram?
Konten ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan medis, hubungi dokter atau bidan Anda.
Punya pertanyaan seputar kehamilan?
Tanya lewat WhatsApp

