Baru: alat cek usia dan milestone anak sudah bisa dipakai gratis. Coba sekarang

Nama Bayi

Riset Asuh Anak: Anatomi 2.089 Nama Bayi Indonesia

Oleh Tim Redaksi Asuh Anak· 18 menit baca

Riset Asuh Anak: Anatomi 2.089 Nama Bayi Indonesia

Kami membedah 2.089 nama bayi dalam kamus nama milik Asuh Anak dan menemukan empat angka utama. Bahasa Arab menyumbang 814 nama atau 39,0% korpus. Nama perempuan rata-rata 11,26 huruf, sedikit lebih panjang dari nama laki-laki yang 10,51 huruf. Huruf A membuka 322 nama (15,4%), sementara huruf X nol. Dan pemisah arti paling tajam adalah kata "bunga", yang muncul di 16,0% arti nama perempuan tetapi hanya 2,5% nama laki-laki. Data mentahnya bisa Anda unduh dan hitung ulang.

Riset ini kami terbitkan karena satu alasan sederhana: hampir semua tulisan tentang nama bayi di internet Indonesia berisi daftar, bukan angka. Padahal kamus nama kami sendiri adalah kumpulan data yang bisa dihitung. Jadi kami hitung, lalu kami buka datanya supaya siapa pun bisa memeriksa. Kalau Anda hanya ingin mencari nama, silakan langsung ke Kamus Nama Bayi. Kalau Anda ingin tahu pola di baliknya, lanjutkan membaca.

Ringkas: riset korpus, bukan survei. Tanggal pengambilan data 2026-07-31. Jumlah titik data 2.089. Lisensi CC BY 4.0.

Ringkasan temuan dalam angka

  • 39,0% korpus berakar bahasa Arab (814 nama). Empat asal teratas mencakup 88,0% korpus.
  • Nama perempuan rata-rata 11,26 huruf, nama laki-laki 10,51 huruf. Selisih 0,75 huruf.
  • 12,4% nama perempuan berupa rangkaian tiga kata, berbanding 8,7% nama laki-laki.
  • Huruf A membuka 15,4% nama. Huruf X tidak dipakai satu nama pun.
  • 63,7% nama perempuan satu kata berakhir huruf vokal, berbanding 42,1% nama laki-laki.
  • Kata "bunga" muncul di arti 16,0% nama perempuan dan 2,5% nama laki-laki, selisih 13,4 poin, yang terlebar di seluruh korpus.
  • 14,7% nama punya varian ejaan tercatat, total 408 varian.
  • Nama terpanjang 27 huruf (Raihan Saifullah Hidayatullah dan Kaisan Ash-Shalih Hidayatullah), terpendek 3 huruf (Sri, Ayu, Luh, Rut, Lea).

Temuan 1: empat bahasa menguasai 88% korpus

Asal bahasa adalah pembeda paling besar dalam korpus ini. Bahasa Arab sendirian menyumbang hampir empat dari sepuluh nama. Kalau digabung dengan Indonesia, Sanskerta, dan Jawa, empat bahasa ini menutup 1.839 dari 2.089 nama, atau 88,0%.

Asal bahasaJumlah namaPorsi korpusLaki-lakiPerempuanUnisex
Arab81439,0%3934210
Indonesia39719,0%18319222
Sanskerta33015,8%17413818
Jawa29814,3%1501471
Barat1266,0%66600
Ibrani442,1%27170
Latin291,4%14150
Yunani140,7%860
Bali120,6%228
9 asal lain digabung251,2%13102
Total2.089100%1.0301.00851

Sembilan asal yang digabung di baris terakhir adalah Jawa Kuno (5), Sunda (5), Islami (3), Persia (3), Aram (3), Bugis (2), Irlandia (2), Inggris (1), dan Rusia (1).

Grafik batang komposisi asal bahasa 2.089 nama bayi: Arab 814 nama, Indonesia 397, Sanskerta 330, Jawa 298, Barat 126, Ibrani 44, Latin 29, Yunani 14, Bali 12

Yang menarik, keseimbangan gender di dalam tiap bahasa tidak sama. Nama Arab justru sedikit condong ke perempuan (421 berbanding 393), sedangkan nama Sanskerta condong ke laki-laki (174 berbanding 138). Bahasa Bali punya pola paling khas: dari 12 nama, 8 di antaranya tercatat unisex, yaitu Wayan, Putu, Made, Kadek, Nyoman, Komang, Ketut, dan Gusti. Delapan nama itu memang dipakai lintas gender, sehingga korpus ini menempatkan hampir seluruh porsi nama unisex Bali pada satu kelompok kata yang sama.

Kalau Anda sedang menimbang satu rumpun tertentu, kami sudah menyusun daftar terpisah untuk nama anak laki-laki Islami, nama anak laki-laki Sansekerta, nama anak laki-laki Jawa, dan nama bayi perempuan Islami.

Temuan 2: nama perempuan memang lebih panjang, tetapi tipis

Anggapan umum mengatakan nama anak perempuan cenderung lebih panjang dan lebih berbunga-bunga. Dalam korpus ini anggapan itu terbukti, tetapi jaraknya jauh lebih kecil daripada yang biasanya dibayangkan.

KelompoknRerata hurufMedian hurufRerata suku kataSatu kataDua kataTiga kata
Laki-laki1.03010,51114,3836,4%54,9%8,7%
Perempuan1.00811,26125,0232,2%55,4%12,4%
Unisex515,8062,49100%0%0%

Selisihnya 0,75 huruf. Sumber selisih itu bukan karena kata dalam nama perempuan lebih panjang, melainkan karena nama perempuan lebih sering dirangkai jadi tiga kata: 12,4% berbanding 8,7%. Begitu perbandingannya dibatasi pada nama satu kata saja, jaraknya nyaris hilang.

Kelompok (nama satu kata)nRerata hurufMedian hurufRerata suku kata
Laki-laki3755,9962,46
Perempuan3256,1462,66

Jadi kesimpulan yang jujur bukan "nama perempuan lebih panjang", melainkan "nama perempuan lebih sering dirangkai". Perbedaan yang tersisa pada tingkat kata tunggal hanya 0,15 huruf, terlalu kecil untuk dijadikan pegangan.

Panjang nama juga sangat bergantung pada asal bahasanya. Nama berasal Barat paling panjang (rata-rata 13,70 huruf) karena hampir semuanya dicatat sebagai rangkaian dua kata, sedangkan nama Bali paling pendek (4,58 huruf) karena semuanya kata tunggal.

Asal bahasanRerata hurufRerata suku kataPorsi nama satu kataPunya varian ejaan
Arab81411,044,6443,2%19,7%
Indonesia39711,315,0019,6%1,5%
Sanskerta33010,194,5138,8%11,8%
Jawa29810,554,4422,8%8,7%
Barat12613,706,250,8%0,8%
Ibrani445,982,86100%84,1%
Latin296,762,97100%62,1%
Yunani147,213,21100%85,7%
Bali124,581,92100%0%

Satu catatan penting soal kolom paling kanan: angka varian ejaan yang sangat tinggi pada Ibrani, Yunani, dan Latin bukan temuan linguistik, melainkan cerminan cara kurasi. Nama alih aksara memang hampir selalu dicatat bersama ejaan alternatifnya, sedangkan nama Indonesia tidak. Kami menampilkannya apa adanya supaya pembaca bisa menilai sendiri, bukan menyembunyikannya.

Temuan 3: huruf A menang telak, huruf X kosong

Dari 26 huruf alfabet, distribusi huruf awal nama sangat jauh dari merata.

Huruf awalJumlah namaPorsi korpusLaki-lakiPerempuan
A32215,4%183135
S1989,5%9595
K1527,3%38108
N1426,8%4297
B1376,6%10529
R1336,4%5478
M1075,1%4065
D924,4%6327
F904,3%5534
G874,2%4341
C854,1%3150
H703,4%3336

Sepuluh huruf teratas menutup 1.460 nama atau 69,9% korpus. Di ujung sebaliknya, tujuh huruf paling sepi adalah X (0 nama), O (6), Q (9), V (10), U (18), J (26), dan L (29).

Beberapa huruf ternyata sangat berpihak. Huruf B jauh lebih laki-laki (105 berbanding 29), begitu juga D (63 berbanding 27). Sebaliknya huruf K sangat perempuan (108 berbanding 38), diikuti N (97 berbanding 42). Huruf S adalah satu-satunya huruf yang benar-benar seimbang di korpus ini, 95 berbanding 95.

Pola di akhir nama bahkan lebih tegas daripada di awal. Untuk nama satu kata, 63,7% nama perempuan berakhir huruf vokal, berbanding 42,1% nama laki-laki. Huruf "a" saja menutup 45,2% nama perempuan satu kata, sedangkan pada nama laki-laki hanya 25,3%.

Kelompok (nama satu kata)nBerakhir vokalLima huruf akhir terbanyak
Laki-laki37542,1%a (25,3%), n (14,7%), i (8,3%), o (6,9%), s (6,7%)
Perempuan32563,7%a (45,2%), h (25,2%), i (15,4%), s (2,2%), n (2,2%)

Huruf "h" di posisi kedua pada nama perempuan hampir seluruhnya berasal dari satu pola yang sama. Dari 82 nama perempuan satu kata yang berakhir huruf h, 75 nama (91,5%) berakhiran "-ah" dan 72 nama (87,8%) berasal dari bahasa Arab. Kalau Anda ingin nama perempuan yang terdengar tidak seperti kebanyakan, huruf akhir adalah titik ungkit yang paling sering terlewat.

Temuan 4: ladang makna laki-laki dan perempuan hampir tidak bersinggungan

Ini temuan yang paling mengejutkan kami. Kami menghitung berapa banyak nama yang artinya memuat sebuah kata tertentu, lalu membandingkan proporsinya antara kelompok laki-laki dan perempuan. Hasilnya bukan kecondongan tipis, melainkan pemisahan yang nyaris sempurna pada sejumlah kata.

Grafik dua kolom kata yang paling memisahkan arti nama: sisi laki-laki dipimpin gagah, setia, tuhan, hamba, putra; sisi perempuan dipimpin bunga, suci, indah, wanita, permata

Sepuluh kata paling condong ke nama laki-laki:

Kata dalam artiNama laki-lakiNama perempuanSelisih (poin)
gagah65 (6,3%)0 (0%)+6,3
setia57 (5,5%)3 (0,3%)+5,2
tuhan79 (7,7%)27 (2,7%)+5,0
hamba45 (4,4%)0 (0%)+4,4
putra45 (4,4%)0 (0%)+4,4
kemenangan55 (5,3%)14 (1,4%)+4,0
matahari51 (5,0%)10 (1,0%)+4,0
maha40 (3,9%)1 (0,1%)+3,8
kuat40 (3,9%)2 (0,2%)+3,7
utama48 (4,7%)10 (1,0%)+3,7

Sepuluh kata paling condong ke nama perempuan:

Kata dalam artiNama perempuanNama laki-lakiSelisih (poin)
bunga161 (16,0%)26 (2,5%)13,4
suci125 (12,4%)36 (3,5%)8,9
indah71 (7,0%)0 (0%)7,0
wanita70 (6,9%)0 (0%)6,9
permata62 (6,2%)2 (0,2%)6,0
kasih56 (5,6%)2 (0,2%)5,4
gadis50 (5,0%)0 (0%)5,0
cahaya100 (9,9%)54 (5,2%)4,7
mekar45 (4,5%)0 (0%)4,5
dewi42 (4,2%)0 (0%)4,2

Delapan kata pada dua tabel di atas benar-benar nol di kelompok lawannya: gagah, hamba, dan putra tidak muncul sama sekali di arti nama perempuan, sedangkan indah, wanita, gadis, mekar, dan dewi tidak muncul sama sekali di arti nama laki-laki. Artinya, dalam korpus ini tidak ada satu pun nama laki-laki yang artinya memuat kata "indah", dan tidak ada satu pun nama perempuan yang artinya memuat kata "gagah".

Kalau dilihat tanpa memisahkan gender, ini dua puluh kata yang paling sering muncul di dalam arti nama:

Kata dalam artiJumlah namaPorsi korpus
bunga1889,0%
suci1647,9%
cahaya1627,8%
mulia1376,6%
tuhan1065,1%
allah954,5%
cerdas914,4%
bulan823,9%
indah733,5%
bijaksana703,4%
wanita703,4%
kemenangan693,3%
berharga683,3%
gagah653,1%
permata653,1%
kemuliaan643,1%
matahari623,0%
anugerah612,9%
setia602,9%
lahir602,9%

Kata "cahaya" adalah satu-satunya kata di tabel kecondongan perempuan tadi yang tetap dipakai kuat oleh kelompok laki-laki (9,9% berbanding 5,2%), sementara sembilan kata lainnya tidak sampai 3,5% di kelompok laki-laki. Kalau Anda ingin arti yang hangat tanpa terasa terlalu berpihak pada satu gender, wilayah paling netral dalam korpus ini adalah "mulia" (6,0% laki-laki berbanding 7,4% perempuan), "cerdas" (3,5% berbanding 5,5%), dan "kemuliaan" (2,6% berbanding 3,7%).

Temuan 5: tema dan varian ejaan

Setiap nama dalam korpus bisa membawa lebih dari satu tema, jadi persentase di tabel berikut tidak dijumlahkan menjadi 100%.

TemaJumlah namaPorsi korpus
islami81439,0%
modern61629,5%
rangkaian43020,6%
indonesia39919,1%
klasik35717,1%
sanskerta32515,6%
daerah31615,1%
jawa29814,3%
3-kata21510,3%
kristen21110,1%
barat1657,9%
populer592,8%
alkitab542,6%
bali120,6%
sunda50,2%

Soal varian ejaan, 307 nama (14,7% korpus) tercatat punya minimal satu varian, dengan total 408 varian. Rata-rata nama yang punya varian memiliki 1,33 varian, dan yang terbanyak punya 3. Ini relevan secara praktis: nama dengan banyak varian ejaan berarti anak Anda kemungkinan besar akan sering mengeja namanya seumur hidup. Nama berasal Arab paling rawan (19,7% punya varian), sedangkan nama berbahasa Indonesia paling aman (1,5%).

Metodologi

Bagian ini sengaja ditulis rinci supaya siapa pun bisa mengulang perhitungannya dan, kalau perlu, membantahnya.

Sumber data. Kamus Nama Bayi Asuh Anak, yaitu dataset internal yang menjalankan halaman /nama-bayi di situs ini. Dataset disusun oleh redaksi Asuh Anak dan tidak berasal dari pihak lain. Setiap entri memuat nama, gender, asal bahasa, arti, tema, dan varian ejaan.

Ukuran dan cakupan. 2.089 nama. Ini bukan sampel melainkan sensus atas seluruh isi korpus, jadi tidak ada margin of error dalam pengertian survei. Setiap angka adalah hitungan langsung.

Tanggal pengambilan data. 2026-07-31. Isi korpus dibekukan pada tanggal itu dan tidak berubah selama analisis berjalan.

Kolom turunan yang kami hitung sendiri. Jumlah huruf (spasi dan tanda hubung tidak dihitung), jumlah kata penyusun nama, perkiraan jumlah suku kata, huruf awal, dan huruf akhir.

Aturan perkiraan suku kata. Setiap huruf vokal dihitung sebagai satu inti suku kata, kecuali pasangan diftong "ai", "au", dan "oi" yang dihitung satu. Contoh yang tepat: Muhammad 3, Kirana 3, Alifia 4, Zaidan 2, Aisyah 2.

Cara menghitung frekuensi kata di kolom arti. Teks arti dipecah menjadi kata, diubah ke huruf kecil, dibuang tanda bacanya, lalu disaring dengan daftar kata umum bahasa Indonesia (yang, dan, dari, pada, dan seterusnya). Daftar penyaring itu ditulis lengkap di dalam script supaya bisa diperiksa. Satu nama menyumbang paling banyak satu kali untuk tiap kata, sehingga arti yang panjang tidak menggelembungkan angkanya.

Ambang untuk daftar kata paling condong. Sebuah kata baru masuk hitungan kalau muncul minimal 20 kali pada gabungan kedua kelompok. Tanpa ambang ini, kata langka bisa menghasilkan selisih persentase yang terlihat dramatis padahal hanya kebetulan.

Pemeriksaan mutu data. Sebelum dianalisis, korpus diperiksa dan hasilnya bersih: 0 slug duplikat, 0 nama duplikat (tanpa memperhatikan kapital), 0 entri tanpa asal bahasa, 0 entri tanpa arti, dan 0 entri tanpa tema.

Alat. Script Node.js tanpa dependensi tambahan. Grafik diplot langsung dari file hasil analisis, jadi angka di grafik dan di tabel tidak mungkin berbeda. Kedua grafik dalam artikel ini adalah plot data, bukan gambar buatan AI.

Keterbatasan yang perlu Anda tahu

Riset yang jujur soal batasnya lebih berguna daripada riset yang terdengar mutlak. Ini yang tidak bisa dijawab oleh data kami.

  1. Ini korpus kamus, bukan sensus kependudukan. Angka di sini menggambarkan komposisi sebuah kamus nama hasil kurasi, bukan frekuensi nama yang benar-benar dipakai penduduk Indonesia. Kalimat "39% nama bayi Indonesia berasal dari bahasa Arab" akan salah kalau dikutip tanpa kata "dalam korpus ini".
  2. Ada bias kurasi. Komposisi korpus dipengaruhi keputusan redaksi tentang nama mana yang dimasukkan. Kelebihan nama Islami, misalnya, sebagian mencerminkan minat pembaca situs ini, bukan semata sebaran nasional.
  3. Pencatatan varian ejaan tidak seragam. Seperti dijelaskan di Temuan 2, nama alih aksara hampir selalu dicatat bersama variannya sedangkan nama Indonesia tidak, sehingga perbandingan antar asal bahasa pada kolom varian harus dibaca hati-hati.
  4. Perkiraan suku kata adalah pendekatan. Aturan gugus vokal tidak selalu sama dengan pemenggalan fonologis. Nama seperti Naura dihitung 2 suku kata, padahal banyak orang melafalkannya Na-u-ra. Karena aturan yang sama dipakai untuk semua kelompok, perbandingan antar kelompok tetap sahih walaupun angka absolutnya perkiraan.
  5. Analisis arti bekerja pada tingkat kata, bukan makna. Sinonim tidak digabung. Kata "cahaya" dan "bercahaya" dihitung terpisah, begitu juga "mulia" dan "kemuliaan". Angkanya menggambarkan pilihan kata dalam kamus, bukan konsep abstrak di baliknya.
  6. Tidak ada dimensi waktu. Korpus tidak menyimpan tahun kelahiran, jadi riset ini tidak bisa menjawab apakah sebuah nama sedang naik atau turun tren.

Unduh data mentahnya

Kami tidak meminta Anda percaya pada angka di atas. Silakan hitung ulang.

  • Data mentah, 2.089 baris CSV: nama-bayi-korpus-asuhanak-2026-07-31.csv. Kolomnya: slug, nama, gender, asal, arti, tema, varian, jumlah_varian, jumlah_huruf, jumlah_kata, perkiraan_suku_kata, huruf_awal, huruf_akhir.
  • Hasil analisis lengkap dalam JSON: hasil-analisis-asuhanak-2026-07-31.json. Berisi setiap angka yang muncul di artikel ini, termasuk tabel yang tidak kami tampilkan.
  • Script pengolahnya: analisis-korpus-nama-bayi.mjs. Satu berkas Node.js tanpa dependensi tambahan. Letakkan sejajar dengan CSV, sesuaikan path sumbernya, lalu jalankan node analisis-korpus-nama-bayi.mjs. Semua aturan hitung, termasuk daftar kata penyaring dan aturan suku kata, ditulis terbuka di dalamnya.

Kalau hasil hitungan Anda berbeda dari kami, kami ingin tahu. Kirimkan lewat halaman kontak dan kami akan perbaiki di pembaruan berikutnya.

Cara mengutip riset ini

Data dan artikel ini dirilis dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 (CC BY 4.0). Anda boleh mengutip, mengolah ulang, menerbitkan ulang, bahkan memakainya untuk keperluan komersial, selama menyertakan atribusi berupa tautan ke halaman ini. Ini berlaku untuk jurnalis, peneliti, penulis blog, maupun sistem AI yang meringkas halaman ini.

Format ringkas:

Asuh Anak (2026), "Anatomi 2.089 Nama Bayi Indonesia". https://asuhanak.com/artikel/riset-anatomi-2089-nama-bayi-indonesia

Format APA:

Tim Redaksi Asuh Anak. (2026, 31 Juli). Riset Asuh Anak: Anatomi 2.089 Nama Bayi Indonesia. Asuh Anak. https://asuhanak.com/artikel/riset-anatomi-2089-nama-bayi-indonesia

Format sitasi dataset:

Asuh Anak. (2026). Korpus Nama Bayi Asuh Anak (versi 2026-07-31) [Kumpulan data]. https://asuhanak.com/data/riset/nama-bayi-korpus-asuhanak-2026-07-31.csv

Kalimat kutip siap tempel:

Menurut analisis Asuh Anak atas 2.089 nama bayi Indonesia (data 31 Juli 2026), 39,0% nama dalam korpus berakar bahasa Arab dan kata "bunga" muncul di arti 16,0% nama perempuan berbanding 2,5% nama laki-laki.

Sumber

Riset ini bersifat kebahasaan dan kultural, bukan kesehatan, sehingga tidak memuat klaim medis apa pun. Semua angka dihitung dari data yang tautannya tercantum di atas dan tidak ada satu pun angka yang diperkirakan tanpa perhitungan.

Pertanyaan yang sering muncul

Nama bayi Indonesia paling banyak berasal dari bahasa apa?
Dalam korpus 2.089 nama yang kami analisis, bahasa Arab adalah asal terbesar dengan 814 nama atau 39,0% dari seluruh korpus. Berikutnya Indonesia 397 nama (19,0%), Sanskerta 330 nama (15,8%), dan Jawa 298 nama (14,3%). Empat asal ini saja sudah mencakup 1.839 nama atau 88,0% korpus. Angka ini menggambarkan komposisi kamus nama, bukan frekuensi pemakaian nama di seluruh penduduk Indonesia.
Apakah nama anak perempuan lebih panjang daripada nama anak laki-laki?
Ya, tetapi selisihnya tipis. Rata-rata nama perempuan 11,26 huruf dengan median 12, sedangkan nama laki-laki 10,51 huruf dengan median 11. Selisihnya sekitar 0,75 huruf. Sebagian besar selisih itu datang dari nama rangkaian tiga kata, yang dipakai 12,4% nama perempuan berbanding 8,7% nama laki-laki. Kalau perbandingannya dibatasi pada nama satu kata saja, jaraknya menyusut jadi 6,14 huruf berbanding 5,99 huruf.
Huruf apa yang paling sering dipakai sebagai awal nama bayi?
Huruf A, dipakai 322 nama atau 15,4% korpus. Angka itu lebih dari satu setengah kali huruf peringkat kedua, yaitu S dengan 198 nama (9,5%). Di ujung lain, huruf X tidak dipakai sama sekali, disusul O dengan 6 nama, Q dengan 9 nama, dan V dengan 10 nama. Jadi kalau Anda ingin nama yang tidak pasaran di kelas nanti, huruf awal adalah tuas paling sederhana.
Apa perbedaan arti nama anak laki-laki dan anak perempuan?
Perbedaannya sangat tajam dan bisa diukur. Kata bunga muncul di arti 16,0% nama perempuan tetapi hanya 2,5% nama laki-laki. Sebaliknya kata gagah muncul di 6,3% nama laki-laki dan nol persen nama perempuan. Kata indah, wanita, gadis, mekar, dan dewi juga nol persen di kelompok laki-laki, sementara hamba dan putra nol persen di kelompok perempuan.
Berapa banyak nama bayi yang punya varian ejaan?
Sebanyak 307 nama atau 14,7% korpus punya minimal satu varian ejaan, dengan total 408 varian tercatat. Rata-rata nama yang punya varian memiliki 1,33 varian, dan paling banyak 3. Perlu dicatat bahwa angka ini sebagian dipengaruhi cara kurasi: nama alih aksara seperti kelompok Ibrani dan Yunani hampir selalu dicatat bersama variannya, sedangkan nama berbahasa Indonesia jarang.
Bolehkah data riset ini dikutip atau dipakai ulang?
Boleh, dan kami memang menyediakannya untuk itu. Data mentah, hasil analisis, dan script pengolahnya dirilis dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0. Silakan kutip, olah ulang, atau bantah angkanya, dengan syarat menyertakan atribusi berupa tautan ke halaman ini di asuhanak.com. Format sitasi siap pakai tersedia di bagian akhir artikel.

Konten ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan medis, hubungi dokter atau bidan Anda.

Punya pertanyaan seputar nama bayi?

Tanya lewat WhatsApp