Nama Bayi Perempuan Islami 2 Kata: Rangkaian A sampai Z
Oleh Tim Redaksi Asuh Anak· 13 menit baca

Nama bayi perempuan islami 2 kata awalan A sampai Z berikut disusun agar Bunda bisa langsung menemukan rangkaian yang enak diucapkan, punya makna baik, sekaligus aman secara administrasi. Format dua kata bukan sekadar tren: Permendagri Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan menetapkan bahwa pencatatan nama harus memenuhi persyaratan jumlah kata paling sedikit 2 (dua) kata. Artinya, memilih rangkaian dua kata sejak awal membuat urusan akta kelahiran anak Bunda tidak tersendat. Di artikel ini, daftar namanya disusun per abjad dari A sampai Z, dilengkapi arti tiap rangkaian, adab memberi nama menurut rujukan keagamaan resmi, dan hal-hal teknis yang sering terlewat.
Kenapa Rangkaian 2 Kata Jadi Pilihan yang Aman
Banyak orang tua baru mengira aturan dua kata hanya imbauan. Padahal ini tertulis jelas. Dalam Pasal 4 ayat (2) Permendagri Nomor 73 Tahun 2022, disebutkan bahwa pencatatan nama pada Dokumen Kependudukan harus memenuhi persyaratan: mudah dibaca, tidak bermakna negatif, dan tidak multitafsir; jumlah huruf paling banyak 60 (enam puluh) huruf termasuk spasi; dan jumlah kata paling sedikit 2 (dua) kata.
Aturan ini melekat pada dokumen kependudukan, termasuk kartu keluarga dan kartu tanda penduduk elektronik yang disebut dalam Pasal 5, serta akta pencatatan sipil. Jadi nama yang Bunda pilih hari ini akan mengikuti anak dari akta kelahiran sampai KTP-nya nanti.
Ada beberapa hal teknis lain yang sering luput dan sebaiknya diketahui sejak awal. Masih dari Pasal 5 peraturan yang sama:
- Nama ditulis dengan huruf Latin sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
- Dilarang menggunakan angka dan tanda baca dalam penulisan nama, sesuai Pasal 5 ayat (3). Jadi rangkaian seperti "Az-Zahra" dengan tanda hubung perlu dikonfirmasikan dulu ke petugas Disdukcapil setempat, dan lebih aman ditulis menyatu.
- Dilarang disingkat, kecuali tidak diartikan lain.
- Gelar pendidikan dan keagamaan tidak dicantumkan pada akta pencatatan sipil, meskipun gelar pendidikan, adat, dan keagamaan dapat dicantumkan pada kartu keluarga dan KTP elektronik dengan penulisan yang dapat disingkat.
- Terdiri dari paling sedikit 2 kata
- Paling banyak 60 huruf termasuk spasi
- Mudah dibaca, tidak bermakna negatif, tidak multitafsir
- Tanpa angka dan tanda baca, serta tidak disingkat
Kabar baiknya, bila di keluarga Bunda ada anggota yang namanya hanya satu kata dan sudah tercatat lama, tidak perlu panik. Salah satu isi pokok peraturan ini adalah pengecualian: dokumen kependudukan yang diterbitkan sebelum Permendagri ini berlaku tetap sah. Jadi persyaratan minimal dua kata menyangkut pencatatan nama yang baru, bukan perintah mengubah nama yang sudah terlanjur tercatat.
Adab Memberi Nama Anak Perempuan dalam Islam
Sebelum masuk ke daftar, ada baiknya kita menyegarkan dulu rambu-rambunya. BAZNAS menjelaskan bahwa umat Islam dianjurkan memilih nama para nabi dan orang-orang saleh, dan menyebutkan hadis bahwa nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman (HR Muslim). Untuk anak perempuan, BAZNAS menyebut nama seperti Khadijah, Aisyah, dan Maryam sebagai contoh rujukan.
Sebaliknya, BAZNAS juga mengingatkan untuk menghindari nama yang dibenci, termasuk nama yang mengandung unsur syirik, kesombongan, atau makna yang buruk. Inilah alasan kenapa mengecek arti nama jauh lebih penting daripada mengejar nama yang terdengar unik.
Soal waktunya, Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan dalam kajiannya menjelaskan bahwa dalam hal pemberian nama terdapat kelonggaran, baik memberi nama langsung kepada anak saat dia lahir, atau pada hari ketiga, atau bersamaan dengan akikahnya pada hari ketujuh. Kajian yang sama menekankan agar orang tua memilih nama yang mengandung doa, nama yang mengandung kebaikan serta manfaat sebagai bentuk syukur dan tanggung jawab terhadap kelahiran anak.
Jadi Bunda punya ruang bernapas. Tidak perlu memaksakan diri memutuskan nama di jam-jam pertama setelah melahirkan, saat badan masih lelah dan pikiran belum jernih. Sambil menyiapkan hal lain seperti bacaan adzan untuk bayi baru lahir, Bunda dan Ayah bisa berdiskusi dengan tenang.
Cara Merangkai Nama 2 Kata yang Enak Dibaca
Rangkaian dua kata punya keunggulan praktis: cukup singkat untuk ditulis anak di lembar ujian nanti, tetapi tetap memenuhi syarat minimal Dukcapil. Beberapa prinsip yang membantu:
1. Satukan makna, bukan sekadar bunyi
Kata pertama dan kata kedua sebaiknya membentuk satu doa yang utuh. Misalnya "Syifa Athaya" terbaca sebagai harapan tentang penyembuh yang menjadi karunia, bukan sekadar dua kata cantik yang ditempel.
2. Perhatikan irama dan jumlah suku kata
Rangkaian yang terlalu panjang di kedua sisi cenderung berat diucapkan sehari-hari. Kombinasi nama panjang dengan nama pendek (atau sebaliknya) biasanya terdengar lebih ringan, misalnya "Zahra Aulia" atau "Nadhira Ulya".
3. Uji ejaannya
Bayangkan anak Bunda mengeja namanya lewat telepon saat dewasa nanti. Ejaan yang terlalu rumit atau punya banyak versi (misalnya penulisan "ts", "dh", atau "kh") akan sering ditanyakan ulang. Ini bukan larangan, hanya bahan pertimbangan.
4. Cek arti ke sumber yang bisa dipertanggungjawabkan
Ini yang paling sering dilewati. Arti nama beredar di internet dalam versi yang berbeda-beda, dan sebagian tidak akurat.
- Cek makna katanya di kamus bahasa Arab yang tepercaya
- Konfirmasikan kepada ustaz, penyuluh agama, atau guru bahasa Arab
- Pastikan tidak ada makna ganda yang kurang pantas dalam bahasa daerah setempat
Daftar Nama Bayi Perempuan Islami 2 Kata Awalan A sampai Z
Daftar ini disusun per abjad supaya Bunda mudah mencari. Perlu diketahui sejak awal: abjad latin dan abjad Arab tidak sepenuhnya sepadan. Bunyi P dan V tidak ada dalam bahasa Arab, sementara huruf E dan O tidak termasuk vokal dasar bahasa Arab klasik. Untuk huruf-huruf itu, pilihannya biasanya berasal dari khazanah Persia atau Turki, atau dari variasi ejaan Indonesia. Ini dijelaskan apa adanya di bawah agar Bunda tidak salah paham.
Awalan A sampai E
- Aisyah Nafisa - "Aisyah" bermakna yang hidup, sekaligus nama istri Rasulullah SAW; "Nafisa" bermakna berharga.
- Aqila Humaira - "Aqila" berarti yang berakal dan cerdas; "Humaira" berarti yang kemerah-merahan.
- Afifah Zahida - "Afifah" berarti menjaga kehormatan diri; "Zahida" berarti sederhana dan tidak rakus pada dunia.
- Balqis Zahira - "Balqis" dikenal dalam tradisi Islam sebagai nama ratu negeri Saba; "Zahira" berarti berkilau.
- Basma Karimah - "Basma" berarti senyuman; "Karimah" berarti mulia dan dermawan.
- Bahira Salima - "Bahira" berarti cemerlang; "Salima" berarti selamat.
- Chalisa Amira - "Chalisa" adalah variasi ejaan Indonesia dari Khalisha yang berarti murni atau tulus; "Amira" berarti pemimpin perempuan.
- Chumaira Adiba - "Chumaira" variasi ejaan dari Humaira; "Adiba" berarti beradab dan santun.
- Dhia Ramadhani - "Dhia" berarti cahaya; "Ramadhani" dinisbatkan pada bulan Ramadan.
- Dalila Husna - "Dalila" berarti petunjuk atau bukti; "Husna" berarti yang terbaik.
- Esma Nadhira - "Esma" adalah bentuk Turki dari nama Arab Asma; "Nadhira" berarti berseri dan cemerlang. Huruf E memang jarang muncul di awal nama serapan Arab, sehingga pilihan seperti ini datang dari khazanah Turki.
Awalan F sampai J
- Faiza Rahma - "Faiza" berarti yang beruntung atau menang; "Rahma" berarti kasih sayang.
- Fatimah Azzahra - rangkaian yang merujuk pada putri Rasulullah SAW; "Azzahra" berarti yang bercahaya.
- Firda Hanifa - "Firda" berkaitan dengan firdaus atau taman surga; "Hanifa" berarti lurus dalam beragama.
- Ghina Salsabila - "Ghina" berarti kecukupan; "Salsabila" dikenal sebagai nama mata air.
- Ghaida Kamila - "Ghaida" berarti lembut dan muda belia; "Kamila" berarti sempurna.
- Hasna Maulida - "Hasna" berarti cantik dan baik; "Maulida" berarti kelahiran.
- Hafiza Nuraini - "Hafiza" berarti penjaga, juga dipakai untuk perempuan penghafal Al-Quran; "Nuraini" berarti cahaya mata.
- Halima Sakinah - "Halima" berarti lembut dan penyabar; "Sakinah" berarti ketenangan.
- Izzah Mumtaza - "Izzah" berarti kemuliaan; "Mumtaza" berarti istimewa dan unggul.
- Inara Syifa - "Inara" berarti bercahaya; "Syifa" berarti penyembuh.
- Jamila Rahmani - "Jamila" berarti cantik; "Rahmani" dinisbatkan pada sifat Maha Pengasih.
- Jauhara Latifah - "Jauhara" berarti permata; "Latifah" berarti lembut.
Awalan K sampai O
- Khadijah Azkia - "Khadijah" adalah nama istri pertama Rasulullah SAW; "Azkia" berarti suci.
- Khansa Nabila - "Khansa" dikenal sebagai nama penyair perempuan pada masa awal Islam; "Nabila" berarti mulia dan cerdas.
- Kamila Widad - "Kamila" berarti sempurna; "Widad" berarti cinta kasih.
- Luthfia Zahra - "Luthfia" berarti kelembutan; "Zahra" berarti bunga yang bercahaya.
- Laila Qonita - "Laila" berarti malam; "Qonita" berarti taat dan patuh.
- Maryam Azkiya - "Maryam" adalah nama perempuan mulia yang juga menjadi nama salah satu surah dalam Al-Quran; "Azkiya" berarti suci.
- Maisara Afifah - "Maisara" berarti kemudahan; "Afifah" berarti menjaga kehormatan diri.
- Nadhira Ulya - "Nadhira" berarti berseri; "Ulya" berarti tinggi dan luhur.
- Najwa Shafiyya - "Najwa" berarti bisikan lembut atau percakapan yang dekat; "Shafiyya" berarti murni, juga nama salah satu istri Rasulullah SAW.
- Naila Rifda - "Naila" berarti yang memperoleh; "Rifda" berarti pertolongan.
- Omaira Zakiyya - "Omaira" adalah variasi penulisan dari Umaira; "Zakiyya" berarti suci. Huruf O jarang mengawali nama Arab karena vokal dasarnya adalah a, i, dan u, sehingga bentuk seperti ini muncul dari cara transliterasi.
Awalan P sampai T
- Parisa Nadiya - "Parisa" berasal dari khazanah Persia dan lazim dimaknai jelita; "Nadiya" berarti lembut dan pemurah. Perlu diketahui, bunyi P tidak ada dalam bahasa Arab, jadi nama berawalan P umumnya berasal dari tradisi Persia atau bahasa lain yang dipakai masyarakat muslim.
- Qonita Adiba - "Qonita" berarti taat; "Adiba" berarti beradab.
- Qurrota Ayun - ungkapan yang lazim dimaknai sebagai penyejuk pandangan mata, banyak dipakai keluarga muslim di Indonesia sebagai doa.
- Rahma Sakinah - "Rahma" berarti kasih sayang; "Sakinah" berarti ketenangan.
- Raihana Zakiyya - "Raihana" berarti tanaman yang harum; "Zakiyya" berarti suci.
- Rania Basyirah - "Rania" berarti yang menatap dengan takjub; "Basyirah" berarti pembawa kabar gembira.
- Salma Widad - "Salma" berarti selamat dan damai; "Widad" berarti cinta kasih.
- Syifa Athaya - "Syifa" berarti penyembuh; "Athaya" berarti pemberian atau karunia.
- Tsuraya Hanifa - "Tsuraya" berarti gugusan bintang; "Hanifa" berarti lurus dalam beragama.
- Tsabita Nuha - "Tsabita" berarti teguh; "Nuha" berarti akal dan kecerdasan.
Awalan U sampai Z
- Ulya Basyirah - "Ulya" berarti luhur; "Basyirah" berarti pembawa kabar gembira.
- Umniyah Sholiha - "Umniyah" berarti harapan atau cita-cita; "Sholiha" berarti perempuan yang saleh.
- Vildan Hasna - "Vildan" adalah nama perempuan dalam tradisi Turki yang berakar dari kata Arab wildan; "Hasna" berarti cantik dan baik. Seperti huruf P, bunyi V juga tidak ada dalam bahasa Arab, sehingga pilihannya terbatas pada serapan Turki atau Persia.
- Wafa Khairunnisa - "Wafa" berarti kesetiaan; "Khairunnisa" berarti sebaik-baik perempuan.
- Warda Jamilah - "Warda" berarti bunga mawar; "Jamilah" berarti cantik.
- Untuk huruf X, praktis tidak ada padanan nama islami yang mapan, karena huruf ini tidak mewakili bunyi apa pun dalam bahasa Arab. Bila Bunda menyukai bunyi tegas semacam itu, pilihan yang lebih tepat adalah nama berawalan Kh seperti Khadijah, Khansa, atau Khalisha.
- Yasmin Azzahra - "Yasmin" berarti bunga melati; "Azzahra" berarti yang bercahaya.
- Yumna Kamila - "Yumna" berarti keberkahan; "Kamila" berarti sempurna.
- Zahra Aulia - "Zahra" berarti bunga yang bercahaya; "Aulia" merujuk pada para kekasih Allah.
- Zakiyah Nadhifa - "Zakiyah" berarti suci; "Nadhifa" berarti bersih.
Perhatikan bahwa kata-kata di atas bersifat modular. Bunda bisa menukar pasangannya sesuai selera, misalnya menggabungkan "Aisyah" dengan "Salima", atau "Zahra" dengan "Hanifa". Untuk pilihan yang lebih luas beserta variasi lain, Bunda bisa menelusuri kumpulan nama bayi perempuan islami atau menjelajah lewat pencari nama bayi yang tersedia di Asuh Anak. Bila Bunda ingin nama yang bersumber langsung dari kitab suci, bacaan lanjutan tentang nama bayi perempuan dalam Al-Quran bisa membantu.
Kesalahan Umum Saat Memilih Nama 2 Kata
Beberapa hal berikut sering baru disadari setelah akta terlanjur dicetak. Tidak ada yang perlu disesali, tetapi lebih baik dipikirkan sejak sekarang.
Mengejar keunikan, mengabaikan arti. Nama yang terdengar merdu belum tentu bermakna baik. BAZNAS secara khusus mengingatkan untuk menghindari nama yang mengandung makna buruk. Jadi urutannya sebaiknya dibalik: cek arti dulu, baru nilai keindahan bunyinya.
Menempelkan dua kata yang maknanya bertabrakan. Dua kata yang sama-sama bagus belum tentu pas bila digabung. Bacalah rangkaiannya keras-keras dan terjemahkan utuh, bukan sepotong-sepotong.
Menggunakan tanda baca atau angka. Sebagaimana diatur Pasal 5 ayat (3) Permendagri Nomor 73 Tahun 2022, penulisan nama dilarang menggunakan angka dan tanda baca. Jadi bila Bunda menyukai bentuk "Az-Zahra", tanyakan dulu ke petugas Disdukcapil bagaimana penulisan yang mereka terima.
Lupa menguji nama panggilannya. Anak akan lebih sering dipanggil dengan satu kata saja. Cobalah panggil calon nama panggilannya di rumah selama beberapa hari sebelum memutuskan.
Terjebak tekanan keluarga besar. Masukan dari kakek, nenek, dan kerabat wajar saja dan sering kali penuh niat baik. Tetapi keputusan akhir ada pada Bunda dan Ayah. Sampaikan pilihan Anda dengan tenang, sertakan artinya, dan jelaskan doa apa yang ingin dititipkan lewat nama itu. Biasanya penjelasan seperti ini justru membuat keluarga ikut senang.
- Masing-masing menulis 5 nama favorit beserta artinya
- Coret nama yang artinya belum bisa dipastikan sumbernya
- Dari sisa daftar, pilih yang paling enak diucapkan sehari-hari
- Uji coba panggil nama itu selama 3 hari sebelum diputuskan
Setelah Nama Dipilih: Langkah Berikutnya
Memilih nama biasanya jadi salah satu keputusan paling menyenangkan menjelang kelahiran. Setelah nama mengerucut, ada beberapa hal yang bisa disiapkan agar hari-H terasa lebih ringan.
Pastikan ejaan nama ditulis konsisten di semua dokumen, mulai dari surat keterangan lahir dari bidan atau rumah sakit sampai formulir pengurusan akta. Perbedaan satu huruf saja (misalnya "Zakiyah" dan "Zakiyyah") bisa membuat proses pembetulan jadi panjang. Tulis nama yang disepakati di secarik kertas, lalu tunjukkan ke petugas agar tidak ada salah dengar.
Siapkan juga kebutuhan praktis lain. Bunda bisa menyusun daftar perlengkapan bayi yang benar-benar diperlukan, dan menyiapkan ucapan kelahiran bayi untuk membalas doa dari kerabat yang datang. Bila akikah direncanakan pada hari ketujuh, momen itu juga bisa dijadikan waktu mengumumkan nama, sejalan dengan kelonggaran waktu penamaan yang dijelaskan Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan.
Terakhir, jangan lupa hal yang paling mendasar: nama adalah doa, dan doa perlu diiringi ikhtiar. Setelah anak lahir, pemantauan tumbuh kembang, imunisasi tepat waktu, dan pemberian ASI menjadi cara kita merawat harapan yang dititipkan lewat nama itu. Bunda bisa menelusuri panduannya di kumpulan artikel tumbuh kembang anak.
Semoga daftar di atas membantu Bunda menemukan rangkaian yang terasa pas di hati. Tidak perlu tergesa-gesa. Nama yang baik adalah nama yang maknanya sudah Bunda pahami, bisa dipertanggungjawabkan, dan diucapkan dengan penuh kasih setiap hari.
Baca Juga di Klaster Nama Bayi
Masih menimbang pilihan lain? Lanjutkan ke nama bayi perempuan islami 3 kata, nama bayi perempuan islami modern, dan panduan nama bayi islami. Semua daftar nama di Asuh Anak memakai arti yang dicek ke akar kata bahasa Arab, bukan disalin dari daftar nama lain.
Sumber
- Peraturan.go.id - Permendagri Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan
- Pemerintah Kabupaten Lumajang - Permendagri Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan
- BAZNAS - Hari Anak Nasional: Rekomendasi Memberi Nama Anak dalam Islam
- Kanwil Kemenag Kalsel - Ada 3 Aktifitas dan Tradisi Ketika Anak Baru Lahir Sesuai dengan Sunnah Rasulullah SAW
Artikel ini disusun sebagai edukasi dan bukan pengganti konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan atau penyuluh agama. Arti nama yang disajikan mengacu pada makna umum yang lazim dipakai di Indonesia, bukan kamus resmi atau fatwa. Untuk kepastian makna nama, silakan berkonsultasi dengan ustaz, penyuluh agama, atau guru bahasa Arab. Untuk persyaratan pencatatan nama pada dokumen kependudukan, rujuk langsung Permendagri Nomor 73 Tahun 2022 atau tanyakan kepada petugas Disdukcapil di wilayah Anda.
Pertanyaan yang sering muncul
Kenapa nama bayi sebaiknya minimal 2 kata?
Apakah nama satu kata yang sudah terlanjur tercatat harus diubah?
Berapa jumlah huruf maksimal nama di dokumen kependudukan?
Kapan waktu yang baik memberi nama bayi menurut sunnah?
Apakah nama islami harus selalu berbahasa Arab?
Bagaimana cara memastikan arti nama yang saya pilih benar?
Konten ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan medis, hubungi dokter atau bidan Anda.
Punya pertanyaan seputar nama bayi?
Tanya lewat WhatsApp

