Baru: alat cek usia dan milestone anak sudah bisa dipakai gratis. Coba sekarang

Kehamilan

Cara Mencegah Kehamilan: Metode yang Diakui dan Cara Mengaksesnya

Oleh Tim Redaksi Asuh AnakKebijakan Editorial· 12 menit baca· Terakhir diperbarui

Alat kontrasepsi dalam rahim berbentuk huruf T dipegang di antara jari
IUD termasuk metode kontrasepsi jangka panjang yang pemasangannya dilakukan tenaga kesehatan setelah konseling. Foto: Sarahmirk / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Pertanyaan tentang cara mencegah kehamilan sering diketik diam-diam, tengah malam, oleh orang yang merasa canggung menanyakannya kepada siapa pun. Karena itu jawabannya perlu lengkap dan tidak menghakimi. Halaman ini merangkum kelompok metode yang diakui layanan kesehatan beserta cara kerjanya secara garis besar, menjelaskan ke mana harus pergi di Indonesia, dan menerangkan mengapa pemilihannya tetap harus lewat konseling dengan tenaga kesehatan. Yang tidak akan Bunda temukan di sini adalah takaran, merek, maupun petunjuk pemakaian, karena hal-hal itu memang bukan wilayah artikel. Itu ditentukan setelah kondisi kesehatan seseorang diperiksa.

Merencanakan kapan hamil bukan penolakan terhadap anak. Kemenkes RI menempatkan keluarga berencana sebagai usaha merencanakan kehamilan menuju keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera, dengan tujuan yang mencakup mengatur kehamilan yang diinginkan serta menjaga kesehatan dan menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak. Jadi mencari tahu soal ini justru sejalan dengan anjuran resmi, bukan bertentangan dengannya.

Apa yang Sebenarnya Dicegah, dan pada Titik Mana

Sebelum membandingkan metode, ada baiknya memahami apa yang sedang dicegah. Kemenkes RI menjelaskan bahwa kontrasepsi adalah cara atau alat yang digunakan dengan tujuan mencegah terjadinya kehamilan, dan kehamilan bisa terjadi apabila sperma bertemu sel telur. Dari penjelasan yang sama, pemakaian alat kontrasepsi bekerja dengan mencegah sel telur dan sel sperma bertemu, menghentikan produksi sel telur, atau menghentikan penempelan hasil pembuahan pada lapisan rahim.

Diagram tiga titik kerja kontrasepsi: mencegah sel telur dan sperma bertemu, menghentikan produksi sel telur, dan menghentikan penempelan hasil pembuahan pada lapisan rahim
Setiap metode yang diakui menyasar salah satu dari tiga titik ini, sehingga klaim yang tidak bisa menunjuk titiknya patut diragukan. Diagram: Asuh Anak, berdasarkan Kemenkes RI.

Tiga titik itu penting karena menjadi ukuran untuk menilai klaim apa pun. Sebuah metode disebut mencegah kehamilan bila ia benar-benar menyentuh salah satu titik tersebut dengan cara yang bisa dijelaskan dan diukur. Kalau sebuah anjuran tidak bisa menunjukkan titik mana yang disasarnya, ia bukan metode, melainkan cerita.

Definisi dari MedlinePlus menegaskan hal yang sama dari sudut lain. Kontrasepsi disebut sebagai penggunaan obat, alat, atau tindakan bedah untuk mencegah kehamilan. Perhatikan bahwa hanya ada tiga bentuk di situ, yaitu obat, alat, dan tindakan bedah. Tidak ada makanan, tidak ada minuman, tidak ada kebiasaan yang dilakukan sesudah berhubungan. Pembahasan tentang salah satu klaim makanan yang paling sering beredar bisa Bunda baca di apakah nanas bisa mencegah kehamilan, sedangkan syarat medis terjadinya kehamilan dibahas terpisah di penyebab kehamilan selain bersetubuh.

Ringkasan singkat. Cara mencegah kehamilan yang diakui berbentuk obat, alat, atau tindakan bedah, dan semuanya bekerja pada salah satu dari tiga titik: pertemuan sperma dan sel telur, pelepasan sel telur, atau penempelan hasil pembuahan di rahim. Pemilihannya ditentukan lewat konseling dengan tenaga kesehatan, bukan lewat perbandingan di internet.

Lima Kelompok Metode yang Diakui, dan Cara Kerjanya

MedlinePlus menyusun metode kontrasepsi ke dalam beberapa kelompok besar. Mengenali kelompoknya lebih berguna daripada menghafal daftar panjang, karena tiap kelompok punya pola tuntutan yang berbeda terhadap pemakainya.

Daftar lima kelompok metode kontrasepsi menurut MedlinePlus: penghalang, hormonal, kerja panjang yang bisa dikembalikan, sterilisasi, dan metode tanpa obat atau alat
Lima kelompok ini punya tuntutan berbeda bagi pemakainya, dari disiplin tiap berhubungan sampai keputusan permanen. Diagram: Asuh Anak, berdasarkan MedlinePlus.

Metode penghalang. Kelompok ini bekerja secara fisik, yaitu menahan sperma agar tidak masuk. MedlinePlus memasukkan kondom pria, kondom perempuan, spons kontrasepsi, spermisida, serta diafragma dan cervical cap ke dalam kelompok ini. Ciri khasnya, metode ini dipakai pada tiap kesempatan berhubungan, sehingga hasilnya sangat bergantung pada kedisiplinan.

Metode hormonal. Kelompok ini bekerja dengan mengatur hormon, terutama untuk mencegah pelepasan sel telur. MedlinePlus mencantumkan pil yang diminum setiap hari, koyo yang ditempel di kulit, cincin vagina, dan suntik. Kemenkes RI menjelaskan bahwa pil KB mengandung hormon yang berfungsi mencegah terjadinya ovulasi, dan bahwa suntik tersedia dalam pilihan jangka satu bulan maupun tiga bulan. Kelompok ini menuntut kepatuhan pada jadwal.

Metode kerja panjang yang bisa dikembalikan. MedlinePlus menyebut implan berupa batang tipis yang dipasang di bawah kulit lengan atas, serta alat kontrasepsi dalam rahim atau AKDR yang berbentuk seperti huruf T dan tersedia dalam versi hormonal maupun tembaga. Ciri khas kelompok ini adalah tidak ada yang perlu diingat setiap hari setelah dipasang, tetapi pemasangan dan pelepasannya harus dikerjakan tenaga kesehatan.

Sterilisasi. Tubektomi pada perempuan dan vasektomi pada laki-laki. MedlinePlus menegaskan keduanya bersifat permanen, dan Kemenkes RI juga mencatat sifat permanen itu sebagai kekurangannya. Karena itu kelompok ini hanya masuk akal bagi orang yang sudah selesai dengan rencana punya anak.

Kelompok tanpa obat, alat, maupun bedah. MedlinePlus memisahkannya tersendiri, yaitu metode berbasis pengenalan masa subur, metode amenore laktasi pada ibu yang menyusui secara eksklusif, dan senggama terputus. MedlinePlus mencatat bahwa metode pengenalan masa subur maupun senggama terputus memiliki angka kehamilan yang lebih tinggi dibanding jenis lainnya. Dasar menyusui eksklusif yang menjadi syarat metode amenore laktasi bisa Bunda baca di ASI eksklusif adalah.

Ada satu hal yang membedakan kondom dari seluruh kelompok lain. WHO menyatakan kondom adalah satu-satunya metode yang selain mencegah kehamilan juga melindungi dari infeksi menular seksual termasuk HIV. Angka efektivitas tiap metode versi WHO, lengkap dengan perbedaan antara pemakaian sempurna dan pemakaian sehari-hari, sudah kami susun dalam tabel terpisah di cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan.

Ke Mana Harus Pergi, dan Bagaimana Alurnya di Indonesia

Bagian ini yang paling sering hilang dari artikel sejenis, padahal justru inilah yang dibutuhkan orang setelah tahu daftar metodenya.

Diagram tiga langkah layanan KB di Indonesia: datang ke puskesmas, klinik, bidan, atau rumah sakit, mengikuti konseling tenaga kesehatan terlatih, lalu memilih metode sendiri
Konseling adalah tahap yang tidak bisa dilewati, tetapi keputusan akhirnya tetap di tangan Bunda. Diagram: Asuh Anak, berdasarkan Kemenkes RI.

Kemenkes RI menyebutkan bahwa kondom pria bisa dibeli di apotek dan minimarket terdekat, sedangkan alat kontrasepsi untuk perempuan bisa didapatkan di puskesmas, klinik, bidan, atau rumah sakit terdekat. Jadi tempatnya bukan sesuatu yang perlu dicari jauh. Puskesmas dan bidan praktik mandiri ada hampir di setiap kecamatan, dan layanan keluarga berencana termasuk pelayanan yang memang disediakan di sana.

Yang perlu diketahui sebelum datang adalah alurnya. Kemenkes RI menyatakan bahwa cara menentukan alat kontrasepsi yang sesuai harus melalui konseling oleh tenaga kesehatan terlatih, dan setelah memahami penjelasan konseling itu seseorang berhak memilih dan menentukan metode kontrasepsinya sendiri. Kalimat ini penting dibaca utuh karena memuat dua hal sekaligus. Pertama, ada tahap penilaian yang tidak bisa dilewati, sebab sebagian metode tidak dianjurkan pada kondisi kesehatan tertentu. Kedua, keputusan akhirnya tetap milik Bunda, bukan diputuskan sepihak oleh petugas.

Supaya konselingnya tidak habis untuk basa-basi, ada beberapa hal yang berguna disiapkan sebelum berangkat:

  1. Tanggal hari pertama haid terakhir dan gambaran siklus, teratur atau tidak.
  2. Riwayat kehamilan dan persalinan, termasuk apakah sedang menyusui.
  3. Riwayat penyakit yang sedang dijalani, misalnya darah tinggi, diabetes, migrain, atau gangguan pembekuan darah.
  4. Daftar obat, jamu, atau suplemen yang rutin diminum, karena sebagian bisa memengaruhi kerja metode hormonal.
  5. Rencana punya anak berikutnya, apakah ingin menjarakkan beberapa tahun atau sudah merasa cukup.
  6. Kebiasaan sehari-hari yang jujur, misalnya sering lupa minum obat atau sulit datang kontrol tepat waktu.

Poin terakhir sering dianggap sepele padahal sangat menentukan. Metode yang menuntut tindakan harian memberi hasil berbeda pada orang yang mudah lupa, dan tenaga kesehatan hanya bisa memperhitungkannya kalau diberi tahu.

Catatan Bunda. Datang ke puskesmas untuk bertanya soal KB bukan pengakuan atas apa pun dan bukan hal yang memalukan. Ini layanan yang memang disediakan untuk masyarakat. Bila merasa lebih nyaman, Bunda boleh datang bersama pasangan, karena banyak keputusan di ruang itu memang lebih baik diambil berdua.

Yang Menentukan Pilihan Bukan Angka Terkecil

Godaan terbesar saat membaca daftar metode adalah langsung mencari yang angka kegagalannya paling kecil. Cara berpikir itu keliru, dan sumber resmi pun tidak menganjurkannya.

WHO menyatakan bahwa pemilihan metode yang tepat bergantung pada kondisi kesehatan, preferensi, dan kebutuhan tiap individu, serta menyebut saran tenaga kesehatan membantu seseorang menemukan metode yang sesuai. MedlinePlus menyusun pertanyaan yang lebih konkret untuk ditimbang, di antaranya apakah masih ingin punya anak dan seberapa cepat, apakah ada kondisi kesehatan tertentu, seberapa sering berhubungan, berapa banyak pasangan seksual, apakah juga membutuhkan perlindungan dari HIV dan infeksi menular seksual lain, seberapa baik kerja metodenya, apa efek sampingnya, apakah metode itu bisa dipakai dengan benar setiap kali, dan berapa biayanya.

Perhatikan bahwa hanya dua dari sembilan pertanyaan itu yang menyangkut kemampuan metodenya. Sisanya menyangkut keadaan orangnya. Inilah sebabnya dua orang yang sama-sama sehat bisa keluar dari ruang konseling dengan pilihan yang berbeda, dan keduanya sama-sama benar.

Kemenkes RI juga mencatat bahwa setiap jenis alat kontrasepsi punya keunggulan dan kekurangan masing-masing. Beberapa contohnya bisa dilihat langsung. Kondom murah, mudah didapat, dan melindungi dari infeksi menular seksual, tetapi hanya sekali pakai dan bergantung pada pemakaian yang benar setiap kali. Implan dan AKDR tidak menuntut ingatan harian, tetapi pemasangannya harus oleh tenaga kesehatan. Sterilisasi sangat efektif, tetapi permanen. Tidak ada satu pun yang unggul di semua sisi.

Tabel berikut menata ulang contoh keunggulan dan kekurangan tersebut supaya mudah dibandingkan sebelum konseling.

MetodeKeunggulanKekurangan
KondomMurah, mudah didapat, melindungi dari infeksi menular seksualSekali pakai, bergantung pada pemakaian yang benar setiap kali
Implan dan AKDRTidak menuntut ingatan harian setelah dipasangPemasangan dan pelepasan harus oleh tenaga kesehatan
SterilisasiSangat efektifPermanen, hanya cocok bila sudah selesai dengan rencana punya anak

Karena tidak ada metode yang unggul di semua sisi, sebagian orang memakai lebih dari satu. Pola yang paling sering dijumpai adalah memakai metode hormonal atau AKDR untuk mencegah kehamilan, lalu menambahkan kondom untuk perlindungan yang tidak diberikan metode lain, yaitu perlindungan dari infeksi menular seksual. Ini bukan tanda kurang percaya pada metode utamanya, melainkan cara menutup celah yang memang berbeda. Kalau situasi Bunda memang menuntut keduanya, sampaikan pada saat konseling supaya rencananya disusun sejak awal.

Satu catatan yang berlaku untuk semua kelompok metode: pilihan yang sudah diambil tidak harus dipakai seumur hidup. Kebutuhan berubah setelah melahirkan, saat menyusui, ketika muncul penyakit baru, atau ketika rencana punya anak berubah. Kunjungan ulang untuk mengganti metode adalah bagian normal dari layanan keluarga berencana, bukan tanda kegagalan.

Mitos yang Justru Menjauhkan Orang dari Metode yang Bekerja

Hambatan terbesar sering bukan biaya atau jarak, melainkan cerita yang beredar. Kemenkes RI secara khusus mencantumkan bagian mitos atau fakta pada pembahasan kontrasepsinya, dan tiga di antaranya paling sering terdengar.

AKDR bisa bergeser dan menimbulkan perdarahan. Kemenkes RI menjelaskan bahwa AKDR dipasang di rongga rahim yang tidak memiliki lubang lain selain vagina, sehingga bila terjadi pergeseran hanya di sekitar rongga rahim dan tidak menimbulkan perdarahan yang masif.

Pil dan suntik membuat berat badan naik. Menurut Kemenkes RI, berat badan berubah secara alami seiring perubahan kondisi kehidupan dan bertambahnya usia, jadi perubahan itu tidak berhubungan dengan pemakaian kontrasepsi.

Kontrasepsi menyebabkan kemandulan. Kemenkes RI menyebut ada keterlambatan kembalinya kesuburan setelah berhenti memakai kontrasepsi hormonal, tetapi pada waktunya seseorang akan dapat kembali hamil, dan pola haid memerlukan waktu untuk kembali seperti semula. Keterlambatan sementara bukan kemandulan, dan perbedaan itu sering tertukar dalam percakapan sehari-hari.

Di luar tiga hal itu, ada kelompok mitos yang berbeda sifatnya, yaitu klaim bahwa makanan atau minuman tertentu bisa mencegah kehamilan. Kelompok ini lebih berbahaya karena membuat orang merasa terlindungi padahal sama sekali tidak memakai perlindungan. Kalau ada klaim yang Bunda temui, tiga pertanyaan ini biasanya cukup untuk menyaringnya: apa mekanismenya dan titik mana yang disasar, adakah tautan sumber resmi yang benar-benar bisa dibuka, dan apakah lembaga kesehatan mencantumkannya dalam daftar metode.

Perhatian. Artikel ini sengaja tidak memuat takaran, merek, maupun cara pakai metode apa pun. Sebagian metode punya kondisi yang membuatnya tidak dianjurkan, sebagian bersifat permanen, dan sebagian dipengaruhi obat lain yang sedang diminum. Hal-hal itu hanya bisa dinilai lewat pemeriksaan, jadi bawa pertanyaannya ke bidan atau dokter, jangan diputuskan dari bacaan.

Kalau Sudah Telanjur Berhubungan Tanpa Perlindungan

Sebagian orang membaca halaman ini bukan untuk merencanakan, melainkan karena sesuatu sudah telanjur terjadi. Situasi itu wajar dan tidak perlu ditutupi saat berbicara dengan tenaga kesehatan.

Yang perlu diketahui adalah bahwa ada kelompok tindakan yang disebut kontrasepsi darurat, dan tindakan itu punya batas waktu. WHO menyatakan kontrasepsi darurat dapat mencegah lebih dari 95 persen kehamilan bila digunakan dalam 5 hari setelah hubungan seksual, dan lebih efektif semakin cepat digunakan. WHO juga menegaskan bahwa semua perempuan dan anak perempuan yang berisiko mengalami kehamilan yang tidak diinginkan berhak mengakses kontrasepsi darurat, dan metode ini seharusnya rutin dimasukkan ke dalam program keluarga berencana nasional.

Karena batas waktunya berjalan, langkah yang masuk akal adalah menemui bidan, dokter, atau petugas di puskesmas maupun fasilitas kesehatan terdekat secepatnya, lalu menceritakan situasinya apa adanya. Jenis, kelayakan, dan waktunya dinilai di sana, bukan diputuskan dari artikel. Yang jelas tidak menolong adalah menunggu sambil mencoba resep dari internet, karena hari-hari pertama itu justru yang paling berharga.

Bila haid kemudian terlambat, jangan menebak. Waktu tes yang tepat dan cara membaca hasilnya dibahas di kapan harus tes kehamilan, sedangkan gejala awal yang sering disalahartikan dijelaskan di tanda-tanda hamil. Kalau hasilnya positif dan kehamilan itu ternyata disambut, langkah persiapannya bisa Bunda mulai dari panduan kehamilan. Bahasan lain seputar kehamilan terkumpul di kategori kehamilan.

Satu hal terakhir yang layak diingat. Rasa canggung membicarakan pencegahan kehamilan adalah hal yang nyata, tetapi harganya mahal. Yang paling sering menimbulkan masalah bukan bertanya, melainkan diam lalu menebak sendiri.

Sumber

Artikel ini disusun sebagai edukasi kesehatan reproduksi berdasarkan sumber resmi, bukan pengganti pemeriksaan dan nasihat tenaga kesehatan, dan bukan anjuran untuk memakai atau meninggalkan metode tertentu. Artikel ini sengaja tidak memuat takaran, merek, maupun petunjuk pemakaian kontrasepsi apa pun, karena penentuan metode adalah keputusan medis yang hanya dapat diambil setelah kondisi kesehatan seseorang dinilai. Untuk konseling keluarga berencana, pemasangan atau penggantian metode, maupun kekhawatiran setelah hubungan tanpa perlindungan, hubungi bidan, dokter umum, atau dokter spesialis kebidanan dan kandungan di puskesmas maupun fasilitas kesehatan terdekat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa saja cara mencegah kehamilan yang diakui layanan kesehatan?
MedlinePlus mengelompokkannya menjadi metode penghalang seperti kondom dan diafragma, metode hormonal seperti pil, koyo, cincin vagina, dan suntik, metode kerja panjang yang bisa dikembalikan seperti implan dan AKDR, sterilisasi berupa tubektomi dan vasektomi, serta kelompok tanpa alat berupa pengenalan masa subur, metode amenore laktasi, dan senggama terputus. Di luar kelompok itu, termasuk makanan dan minuman, tidak ada metode yang diakui.
Apakah saya bisa memilih sendiri metode kontrasepsi?
Bisa, tetapi urutannya bukan memilih dulu lalu bertanya. Kemenkes RI menyatakan cara menentukan alat kontrasepsi yang sesuai harus melalui konseling oleh tenaga kesehatan terlatih, dan setelah memahami penjelasan konseling itu Anda berhak memilih serta menentukan metodenya sendiri. Jadi haknya tetap di tangan Anda, hanya saja keputusannya diambil setelah kondisi kesehatan Anda dinilai.
Ke mana saya harus pergi untuk mendapatkan kontrasepsi di Indonesia?
Kemenkes RI menyebutkan kondom pria bisa dibeli di apotek dan minimarket terdekat, sedangkan alat kontrasepsi untuk perempuan bisa didapatkan di puskesmas, klinik, bidan, atau rumah sakit terdekat. Layanan keluarga berencana adalah bagian resmi dari pelayanan kesehatan, jadi datang dan bertanya bukan hal yang perlu dirasa canggung.
Metode mana yang paling ampuh?
Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua orang. WHO menyatakan pemilihan metode yang tepat bergantung pada kondisi kesehatan, preferensi, dan kebutuhan tiap individu, dan saran tenaga kesehatan membantu menemukan metode yang sesuai. Metode dengan angka kegagalan paling kecil belum tentu cocok, misalnya karena bersifat permanen atau tidak dianjurkan pada kondisi kesehatan tertentu.
Apakah kontrasepsi menyebabkan kemandulan?
Kemenkes RI menempatkan anggapan ini sebagai mitos. Penjelasannya, ada keterlambatan kembalinya kesuburan setelah berhenti memakai kontrasepsi hormonal, tetapi pada waktunya kesuburan akan kembali dan pola haid perlu waktu untuk pulih seperti semula. Bila Anda punya rencana hamil dalam waktu dekat, sampaikan hal itu saat konseling supaya metode yang dipilih menyesuaikan.
Metode apa yang sekaligus melindungi dari infeksi menular seksual?
Hanya kondom. WHO menyatakan kondom adalah satu-satunya metode yang selain mencegah kehamilan juga melindungi dari infeksi menular seksual termasuk HIV. Metode hormonal, AKDR, maupun sterilisasi tidak memberi perlindungan itu, sehingga sebagian orang memakai kondom bersama metode lain.
Bagaimana sebenarnya kontrasepsi mencegah kehamilan?
Kemenkes RI menjelaskan bahwa kehamilan bisa terjadi apabila sperma bertemu sel telur, dan alat kontrasepsi bekerja pada salah satu dari tiga titik: mencegah sel telur dan sel sperma bertemu, menghentikan produksi sel telur, atau menghentikan penempelan hasil pembuahan pada lapisan rahim. MedlinePlus menambahkan bahwa kontrasepsi berbentuk obat, alat, atau tindakan bedah, sehingga makanan dan minuman tidak termasuk di dalamnya.
Benarkah pil KB dan suntik KB membuat berat badan naik?
Kemenkes RI menempatkan anggapan ini sebagai mitos. Menurut penjelasannya, berat badan berubah secara alami seiring perubahan kondisi kehidupan dan bertambahnya usia, sehingga perubahan itu tidak berhubungan dengan pemakaian kontrasepsi. Bila ada keluhan lain selama memakai suatu metode, sampaikan saat kunjungan ulang karena metode bisa diganti sesuai kebutuhan.

Konten ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan medis, hubungi dokter atau bidan Anda.

Punya pertanyaan seputar kehamilan?

Tanya lewat WhatsApp