Artikel ini bagian dari panduan bayi baru lahir, halaman induk yang mengumpulkan seluruh bacaan untuk tahap ini.
Imunisasi BCG: Usia Pemberian, Manfaat, dan Bekas Luka
Oleh Tim Redaksi Asuh AnakKebijakan Editorial· 10 menit baca· Terakhir diperbarui

Imunisasi BCG adalah pemberian vaksin Bacille Calmette-Guérin untuk membantu melindungi bayi dari bentuk tuberkulosis yang berat. Perlindungan paling penting terlihat pada meningitis TB dan TB milier yang menyebar ke banyak organ. BCG tidak mencegah seluruh infeksi TB, sehingga keluarga tetap perlu mengenali paparan dan gejala serta mencari pemeriksaan ketika diperlukan.
Di Indonesia BCG termasuk imunisasi dasar dan diberikan satu kali pada awal kehidupan. Waktu, reaksi lokal, dan bekas yang muncul sering menimbulkan pertanyaan. Panduan ini menjelaskan fungsi, jadwal, perawatan bekas, keterlambatan, serta kondisi yang memerlukan penilaian khusus. Informasi umum tidak menggantikan skrining tenaga kesehatan.
Apa itu BCG dan penyakit apa yang dicegah
BCG dibuat dari bakteri yang berkerabat dengan penyebab tuberkulosis dan sudah dilemahkan. Vaksin ini melatih sistem kekebalan tanpa menyebabkan penyakit TB pada anak dengan sistem imun normal. Karena merupakan vaksin hidup, keamanan pada orang dengan gangguan kekebalan perlu dinilai lebih hati-hati dibanding vaksin nonhidup.
WHO menjelaskan tuberkulosis sebagai penyakit menular akibat bakteri yang paling sering menyerang paru, tetapi juga dapat memengaruhi otak, tulang belakang, ginjal, dan organ lain. Bayi serta anak kecil lebih berisiko mengalami penyakit berat setelah terinfeksi. TB dapat disembuhkan dengan antibiotik yang tepat, namun pencegahan dan deteksi dini tetap penting.
Tujuan utama BCG pada bayi adalah mencegah kematian dan bentuk TB berat, terutama meningitis TB serta TB milier. Perlindungan terhadap TB paru pada anak besar dan orang dewasa bervariasi. Karena itu anak yang sudah mendapat BCG masih dapat terinfeksi atau sakit TB. Batuk berkepanjangan, demam lama, berat badan sulit naik, lemas, atau kontak erat dengan pasien TB tetap perlu diperiksa.
Vaksin tidak menggantikan pengendalian sumber penularan. Orang dewasa dengan TB menular perlu menjalani pengobatan sampai tuntas, rumah memerlukan ventilasi yang baik, dan kontak serumah perlu ditelusuri sesuai program. Anak yang tinggal bersama pasien TB mungkin membutuhkan pemeriksaan serta terapi pencegahan, walau sudah mendapat BCG.
BCG juga tidak dapat digunakan untuk mengobati anak yang sudah mengalami TB. Vaksin membangun perlindungan sebelum penyakit, sedangkan diagnosis dan pengobatan TB memerlukan pemeriksaan serta kombinasi obat dalam jangka waktu tertentu. Jangan menunda layanan karena mengira bekas BCG berarti anak pasti terlindungi penuh.
Istilah TB laten, infeksi TB, dan penyakit TB sering tercampur. Seseorang dapat terinfeksi tanpa gejala dan tanpa menularkan, sedangkan penyakit TB berarti bakteri berkembang serta menimbulkan gangguan. Penilaian anak berbeda dari orang dewasa dan dapat melibatkan riwayat kontak, pemeriksaan fisik, tes imunologi, foto dada, atau pemeriksaan lain. BCG tidak membuat semua hasil tes menjadi mudah ditafsirkan sendiri.
Anak kecil dapat menunjukkan gejala yang tidak khas. Berat badan sulit naik, aktivitas berkurang, demam lama, atau pembesaran kelenjar perlu dilihat bersama riwayat paparan. Batuk bukan satu-satunya tanda. Bila ada anggota keluarga yang didiagnosis TB, jangan menunggu anak bergejala sebelum melapor kepada puskesmas atau dokter.
Usia dan jadwal pemberian BCG
Kemenkes RI menempatkan BCG pada usia 1 bulan, bersama polio tetes pertama dalam jadwal program. Rekomendasi IDAI menekankan pemberian sesegera mungkin sebelum usia 1 bulan. Keduanya sama-sama menunjukkan bahwa perlindungan perlu dimulai pada awal kehidupan.
BCG biasanya diberikan satu kali melalui suntikan intradermal, yaitu ke lapisan kulit. Teknik ini berbeda dari suntikan ke otot atau bawah kulit. Tenaga terlatih perlu memastikan dosis, lokasi, kedalaman, dan penanganan vaksin yang sudah dilarutkan. Orang tua tidak perlu membandingkan ukuran benjolan sesaat antarbayi karena respons dapat berbeda.
Bila BCG belum diberikan pada waktu yang dianjurkan, hubungi puskesmas, klinik, atau dokter. Usia anak, paparan TB, riwayat penyakit, status kekebalan, dan kebijakan program menentukan langkah. Sumber Kemenkes menyebut bahwa pada anak yang sudah lebih dari 3 bulan, uji tuberkulin dapat diperlukan sebelum BCG untuk menilai kemungkinan paparan TB.
Jangan menunda konsultasi sambil menunggu anak genap usia tertentu. Penilaian lebih cepat memberi waktu untuk memeriksa kontak TB dan merencanakan pemberian. Bila keluarga pindah daerah atau kartu hilang, minta riwayat dari fasilitas lama. Bekas kulit saja tidak cukup untuk memastikan vaksin sudah atau belum diberikan.
BCG dapat ditempatkan bersama vaksin rutin lain sesuai penilaian petugas. Pemberian beberapa vaksin pada kunjungan yang sama tidak berarti vaksin dicampur dalam satu suntikan. Setiap produk dicatat dan diberikan di lokasi sesuai pedoman. Lihat urutan umum melalui jadwal imunisasi bayi dan alat Jadwal Imunisasi.
Penyimpanan dan penyiapan BCG memerlukan rantai dingin serta teknik yang benar. Vaksin berbentuk serbuk perlu dilarutkan menggunakan pelarut yang sesuai dan digunakan dalam batas waktu tertentu. Tanggung jawab ini berada pada fasilitas dan petugas terlatih. Orang tua dapat memastikan pelayanan dilakukan di tempat resmi serta meminta catatan produk tanpa perlu menangani vial sendiri.
Sesudah pemberian, jangan menilai kualitas suntikan dari besar benjolan awal. Teknik intradermal dapat menimbulkan tonjolan kecil yang kemudian berubah. Bila orang tua ragu karena tidak melihat reaksi, tunggu proses sesuai penjelasan petugas dan lakukan kontrol, bukan meminta suntikan kedua pada tempat lain tanpa catatan.
Reaksi normal dan terbentuknya bekas BCG
Reaksi BCG tidak selalu langsung hilang seperti suntikan lain. Setelah beberapa waktu, lokasi dapat membentuk benjolan kecil, kemudian tampak seperti luka atau koreng, dan akhirnya sembuh dengan bekas. Prosesnya dapat berlangsung beberapa minggu. Bentuk, waktu, dan ukuran berbeda antarbayi sehingga perbandingan foto tanpa konteks sering menimbulkan kecemasan.
Reaksi lokal yang diharapkan biasanya terbatas pada area suntikan dan anak tetap tampak baik. Jaga area tetap bersih dan kering sesuai arahan petugas. Mandi umumnya dapat dilakukan, tetapi hindari menggosok keras. Pakaian longgar membantu mengurangi gesekan. Jangan menutup rapat dengan plester kecuali tenaga kesehatan menyarankan.
Bekas kecil setelah sembuh sering dianggap tanda vaksin bekerja, tetapi tidak dapat dipakai sebagai satu-satunya bukti. Sebagian anak memiliki bekas samar. WHO dalam posisi vaksin BCG tidak merekomendasikan revaksinasi rutin karena bukti menunjukkan manfaat tambahan yang minimal atau tidak ada. Catatan vaksin lebih penting daripada tampilan kulit.
Jangan memencet, menusuk, mengeluarkan isi, atau mengoleskan ramuan. Tindakan tersebut dapat mengiritasi, menyebabkan infeksi sekunder, dan mengubah gambaran yang perlu dinilai. Antibiotik topikal, antiseptik kuat, atau salep steroid juga tidak boleh digunakan tanpa resep. Bila cairan mengenai pakaian, bersihkan lembut dengan air dan ikuti instruksi fasilitas.
Kapan reaksi BCG perlu diperiksa
Hubungi tenaga kesehatan bila kemerahan atau bengkak meluas jauh dari area suntikan, keluar cairan berlebihan, luka tidak menunjukkan perbaikan, atau anak tampak sakit. Kelenjar di ketiak pada sisi suntikan dapat membesar dan memerlukan penilaian, terutama bila makin besar, lunak, atau mengeluarkan cairan. Jangan mencoba mengobatinya sendiri.
Demam tinggi, sulit bernapas, kejang, penurunan kesadaran, lemas berat, atau penurunan minum memerlukan pertolongan segera. Gejala tersebut tidak boleh dianggap reaksi biasa hanya karena muncul setelah imunisasi. Hubungan waktu tidak otomatis berarti vaksin penyebab, tetapi bayi tetap perlu diperiksa untuk menemukan penyebab dan mendapat penanganan.
Pada anak dengan gangguan kekebalan, BCG dapat menyebabkan infeksi yang lebih luas. Karena itu riwayat HIV, hasil pemeriksaan ibu, terapi steroid dosis tinggi, kemoterapi, obat biologis, transplantasi, atau kelainan imun perlu disampaikan sebelum pemberian. Bayi yang tampak sehat tetap membutuhkan informasi keluarga dan medis yang jujur agar skrining tepat.
Catat tanggal vaksin, kapan reaksi mulai, perubahan ukuran, suhu, pola minum, dan aktivitas anak. Foto berkala dengan pencahayaan yang sama dapat membantu tenaga kesehatan memahami perkembangan, tetapi jangan mengunggahnya ke forum terbuka yang tidak menjaga privasi. Kirim hanya melalui saluran yang dianjurkan fasilitas.
KIPI adalah kejadian ikutan pascaimunisasi, bukan kesimpulan sebab. Tenaga kesehatan dapat menilai apakah reaksi sesuai pola lokal, kebetulan bersamaan dengan infeksi lain, atau membutuhkan pelaporan. Menyampaikan gejala dengan rinci lebih berguna daripada menyatakan vaksin berhasil atau gagal berdasarkan satu tanda.
Bekas yang menebal atau terus membesar juga perlu dibedakan dari proses penyembuhan biasa. Anak dapat membentuk jaringan parut menonjol, terutama bila memiliki kecenderungan keloid. Jangan melakukan terapi kosmetik pada bayi tanpa penilaian. Dokter dapat menjelaskan apakah cukup dipantau atau membutuhkan rujukan setelah proses imunisasi selesai.
Kelenjar getah bening yang membesar setelah BCG tidak boleh dipijat. Ukur secara kasar, catat sisi dan waktunya, lalu bawa anak untuk diperiksa bila pembesaran menetap atau memburuk. Penanganan dapat berbeda antara kelenjar yang padat, lunak, bernanah, atau disertai gejala sistemik. Foto internet tidak cukup untuk menentukan kategorinya.
BCG pada anak dengan kondisi khusus
BCG dikontraindikasikan atau perlu ditunda pada gangguan kekebalan tertentu. WHO menyatakan bahwa orang dengan gangguan imun dan anak yang diketahui terinfeksi HIV tidak boleh menerima BCG tanpa pertimbangan klinis yang sesuai. Anak dengan HIV yang sudah mendapat terapi, sehat secara klinis, dan stabil secara imunologis memerlukan penilaian spesialis, bukan keputusan umum dari artikel.
Paparan obat imunosupresif juga penting. Bayi yang terpapar terapi melalui kehamilan atau menyusui, anak yang memakai steroid sistemik dosis tertentu, atau pasien setelah transplantasi memerlukan evaluasi. Nama obat, dosis, tanggal terakhir, dan alasan penggunaannya perlu dibawa. Jangan menghentikan obat agar dapat menerima BCG tanpa instruksi dokter.
Bayi prematur atau berat lahir rendah tidak otomatis kehilangan kesempatan BCG, tetapi kondisi klinis dan kebijakan fasilitas dapat memengaruhi waktu. Tim neonatal akan menilai kestabilan, paparan, dan terapi. Setelah pulang dari rumah sakit, pastikan surat ringkasan mencantumkan vaksin yang sudah diberikan serta rencana dosis berikutnya.
Bayi yang lahir dari ibu dengan TB paru memerlukan penilaian khusus. Tenaga kesehatan menilai apakah bayi bergejala, terinfeksi, atau membutuhkan terapi pencegahan sebelum menentukan waktu BCG. Memisahkan bayi dari ibu bukan keputusan yang boleh diambil sendiri. Pengobatan ibu, pencegahan penularan, ASI, dan jadwal vaksin perlu dikoordinasikan.
Anak yang sudah berusia lebih besar dan belum mendapat BCG mungkin memerlukan uji tuberkulin atau pemeriksaan lain. Hasil positif tidak otomatis berarti TB aktif, sedangkan hasil negatif tidak selalu berarti vaksin harus segera diberikan. Risiko paparan, gejala, dan kebijakan program perlu dipertimbangkan bersama.
Kontraindikasi juga berbeda dari tindakan pencegahan sementara. Gangguan imun tertentu dapat menjadi alasan kuat untuk tidak memberikan BCG, sedangkan demam atau penyakit akut mungkin hanya memerlukan penundaan sampai kondisi stabil. Orang tua perlu meminta istilah yang jelas pada catatan, agar fasilitas berikutnya mengetahui apakah vaksin dilarang atau sekadar dijadwalkan ulang.
Jika keluarga merencanakan perjalanan atau pindah ke negara lain, bawalah catatan BCG karena kebijakan tiap negara berbeda menurut beban TB. Sebagian negara tidak memberikan BCG rutin dan menggunakan vaksin hanya untuk kelompok berisiko. Perbedaan kebijakan mencerminkan epidemiologi, bukan bukti bahwa vaksin selalu perlu atau selalu tidak perlu di semua tempat.
Persiapan, pencatatan, dan pencegahan TB di rumah
Sebelum kunjungan, bawa buku KIA, catatan kelahiran, hasil pemeriksaan ibu bila relevan, daftar obat, dan riwayat anggota rumah yang pernah TB. Sampaikan apakah bayi demam, sulit minum, baru dirawat, atau mendapat transfusi. Pakaian yang mudah membuka lengan membantu petugas melakukan suntikan serta memeriksa lokasi.
Setelah vaksin, pastikan nama BCG, tanggal, dosis, dan fasilitas tercatat. Tanyakan tahapan reaksi lokal, cara merawat, dan nomor kontak bila muncul masalah. Simpan kartu fisik serta foto cadangan pada lokasi aman. Jangan membagikan foto yang memuat nama, tanggal lahir, atau nomor identitas di media sosial.
Pencegahan TB tetap berlanjut di rumah. Pastikan orang dengan batuk lama, penurunan berat badan, demam, atau keringat malam memeriksakan diri. Bila ada pasien TB serumah, ikuti pelacakan kontak untuk bayi dan anak. Pengobatan yang tuntas pada sumber penularan melindungi seluruh keluarga.
Ventilasi membantu mengurangi penumpukan partikel di udara. Buka jendela bila kondisi memungkinkan, hindari asap rokok, dan jangan membawa bayi ke ruang padat dengan sirkulasi buruk ketika ada penyakit menular. Masker serta etika batuk pada orang dewasa dapat digunakan sesuai arahan tenaga kesehatan.
Gizi yang baik mendukung kesehatan, tetapi tidak menggantikan BCG atau pengobatan TB. Bayi yang beratnya sulit naik perlu dievaluasi secara menyeluruh, bukan langsung diberi suplemen tanpa diagnosis. Gunakan kategori Imunisasi untuk panduan vaksin lain dan tetap jadikan fasilitas kesehatan sebagai sumber keputusan individual.
Ketika ada pasien TB di rumah, jadwal obat dan kontrolnya perlu didukung seluruh keluarga. Menghentikan obat saat gejala membaik dapat menyebabkan penyakit tidak tuntas dan meningkatkan risiko resistansi. Anak yang mendapat terapi pencegahan juga harus mengikuti dosis serta durasi yang ditentukan. Jangan menggunakan sisa obat anggota keluarga untuk anak.
Perlindungan bayi semakin baik ketika lingkungan bebas asap rokok. Asap dapat mengganggu kesehatan saluran napas dan membuat gejala lebih sulit dinilai. Minta anggota keluarga merokok berhenti atau setidaknya tidak merokok di rumah, mobil, maupun dekat pakaian bayi. Ventilasi dan kebersihan udara adalah pendamping, bukan pengganti vaksin.
BCG adalah satu bagian dari strategi mencegah dampak TB pada anak. Pemberian tepat waktu, pencatatan, deteksi kontak, dan pengobatan sumber penularan bekerja bersama. Bila vaksin terlambat atau bekas tidak tampak, langkah terbaik adalah membawa bukti dan meminta penilaian, bukan menyalahkan diri atau mengulang sendiri.
Sumber
- Kemenkes RI - Seputar Imunisasi
- WHO - Tuberculosis fact sheet, 24 March 2026
- WHO - Position papers on BCG vaccines
Artikel ini bersifat edukasi. Diagnosis TB, kebutuhan uji tuberkulin, kelayakan BCG, dan penanganan reaksi hanya boleh ditentukan oleh tenaga kesehatan yang memeriksa anak.
Pertanyaan yang sering muncul
Imunisasi BCG untuk mencegah penyakit apa?
Kapan imunisasi BCG diberikan?
Apakah imunisasi BCG harus meninggalkan bekas?
Apakah luka BCG boleh diberi obat?
Apakah BCG perlu diulang?
Bolehkah BCG diberikan bersama vaksin lain?
Siapa yang tidak boleh mendapat BCG?
Konten ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan medis, hubungi dokter atau bidan Anda.
Punya pertanyaan seputar imunisasi?
Tanya lewat WhatsApp

