Nama Bayi Perempuan dalam Al-Quran: Nama dan Maknanya
Oleh Tim Redaksi Asuh Anak· 13 menit baca

Nama bayi perempuan dalam Al-Quran banyak dipilih orang tua muslim karena setiap kata di dalamnya membawa makna yang bisa ditelusuri langsung ke ayatnya. Bedanya dengan sekadar "nama berbahasa Arab" terletak di situ: nama yang berakar pada Al-Quran punya rujukan surah dan ayat yang jelas, sehingga artinya tidak menebak-nebak. Menariknya, tidak semua nama yang selama ini dianggap "nama Quran" benar-benar tertulis di dalam ayat, dan sebaliknya ada banyak kata indah di Al-Quran yang jarang dilirik padahal maknanya dalam. Artikel ini menyusun daftar namanya lengkap dengan arti dan rujukan surahnya, semuanya ditelusuri ke laman resmi Qur'an Kemenag, plus adab memberi nama yang perlu Bunda tahu sebelum menetapkan pilihan.
Maryam, Satu-Satunya Nama Diri Perempuan yang Menjadi Nama Surah
Kalau bicara nama perempuan di Al-Quran, Maryam selalu jadi titik berangkat. Dari 114 surah dalam daftar resmi Qur'an Kemenag, Maryam (surah ke-19) adalah satu-satunya surah yang memakai nama diri seorang perempuan. Surah lain yang berkaitan dengan perempuan memakai sebutan umum, bukan nama orang: An-Nisa' (surah ke-4) berarti "Perempuan", dan Al-Mumtahanah (surah ke-60) berarti "Wanita Yang Diuji".
Menurut LPMQ Kemenag, lembaga yang menangani pentashihan mushaf Al-Quran, surah ini dinamai Maryam karena di dalamnya terkandung kisah Maryam dengan berbagai mukjizat yang memukau, seperti kelahiran putranya tanpa ayah dan bayinya yang bisa berbicara. LPMQ juga mencatat bahwa kata "maryam" banyak disebutkan dalam Al-Quran, tiga kali di antaranya berada di dalam surah ini.
Yang sering luput, ada satu ayat yang justru berbicara persis tentang momen pemberian nama. Pada Surah Ali Imran ayat 36, ketika istri Imran melahirkan, terjemahan Kemenag mencatat ucapannya: "Aku memberinya nama Maryam serta memohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari setan yang terkutuk." Ayat ini menarik karena memperlihatkan pemberian nama yang berjalan seiring dengan doa perlindungan, bukan sekadar memilih kata yang enak didengar.
Sosok Maryam sendiri digambarkan dengan penghormatan yang tinggi. Pada Surah Ali Imran ayat 42, malaikat menyampaikan bahwa Allah telah memilihnya, menyucikannya, dan melebihkannya di atas seluruh perempuan di semesta alam pada masa itu. Sementara Surah At-Tahrim ayat 12 menyebutnya sebagai Maryam putri Imran yang membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan termasuk orang-orang yang taat. Jadi ketika Bunda memilih nama Maryam, yang dibawa bukan cuma bunyinya yang lembut, tetapi juga teladan tentang ketaatan dan kesabaran.
Mengapa Banyak Tokoh Perempuan Al-Quran Tidak Disebut Namanya
Ini bagian yang sering bikin orang tua kaget, dan penting diluruskan supaya Bunda tidak salah paham soal asal-usul sebuah nama. Beberapa tokoh perempuan paling terkenal dalam Al-Quran sebenarnya tidak disebut dengan nama dirinya di dalam ayat, melainkan lewat perannya.
Beberapa contoh yang bisa ditelusuri langsung ke ayatnya:
- Istri Nabi Adam disebut sebagai "istrimu" pada Surah Al-Baqarah ayat 35, bukan dengan nama Hawa.
- Istri Nabi Ibrahim disebut sebagai "istrinya" pada Surah Az-Zariyat ayat 29, yang berkata bahwa dirinya seorang perempuan tua yang mandul, tanpa penyebutan nama Sarah.
- Ibu Nabi Musa disebut sebagai "ibu Musa" pada Surah Al-Qasas ayat 7, saat diilhamkan untuk menyusui lalu menghanyutkan bayinya.
- Istri Firaun disebut sebagai "istri Firaun" pada Surah At-Tahrim ayat 11, ketika ia berdoa memohon dibangunkan rumah di surga, tanpa penyebutan nama Asiyah.
Artinya, nama-nama populer seperti Hawa, Sarah, dan Asiyah kita kenal dari riwayat dan kitab tafsir, bukan dari nama yang tertulis di dalam ayat. Ini sama sekali tidak membuat nama-nama itu menjadi buruk atau terlarang. Banyak keluarga muslim memakainya justru karena keteladanan tokohnya, dan itu alasan yang baik. Yang perlu diluruskan hanyalah klaimnya: menyebut "Asiyah adalah nama yang tertulis dalam Al-Quran" kurang tepat secara faktual, meski sosoknya memang dikisahkan di dalam Al-Quran dengan penghormatan besar.
Justru di sinilah letak keindahannya. Istri Firaun dalam Surah At-Tahrim ayat 11 tidak dikenalkan lewat namanya, melainkan lewat doanya yang berani di tengah kekuasaan yang zalim. Ibu Nabi Musa pada Surah Al-Qasas ayat 7 dikenalkan lewat momen paling berat seorang ibu, ketika ia diminta menghanyutkan bayinya sendiri dan dijanjikan bahwa anak itu akan kembali kepadanya. Yang diabadikan adalah keteguhan dan keimanannya, bukan sekadar label namanya. Buat Bunda yang sedang memilih nama, ini pengingat yang menenangkan: nama adalah pintu masuk yang indah, tetapi yang benar-benar dikenang dari seseorang adalah bagaimana ia menjalani hidupnya.
Kalau Bunda sedang membandingkan banyak pilihan sekaligus, daftar yang lebih luas bisa dilihat di artikel nama bayi perempuan islami.
Nama Bayi Perempuan yang Berakar dari Kata dalam Al-Quran
Berikut daftar nama yang katanya benar-benar muncul di dalam ayat Al-Quran. Setiap nama disertai arti berdasarkan terjemahan resmi Kemenag dan rujukan surah beserta ayatnya, supaya Bunda bisa mengeceknya sendiri.
Nama dari Sifat dan Akhlak yang Mulia
Surah Al-Ahzab ayat 35 adalah salah satu ayat paling "kaya nama" di Al-Quran. Dalam satu ayat, terjemahan Kemenag merinci sederet sifat orang beriman: muslim dan muslimat, mukmin dan mukminat, laki-laki dan perempuan yang taat, yang benar, yang penyabar, yang khusyuk, yang bersedekah, yang berpuasa, yang memelihara kemaluannya, serta yang banyak menyebut nama Allah. Dari ayat ini lahir banyak nama perempuan:
- Muslimah, dari kata "muslimat", perempuan yang berserah diri kepada Allah (Al-Ahzab: 35).
- Mukminah, dari kata "mu'minat", perempuan yang beriman (Al-Ahzab: 35).
- Qanitah, dari kata "qanitat", perempuan yang taat (Al-Ahzab: 35).
- Shadiqah, dari kata "shadiqat", perempuan yang benar dan jujur (Al-Ahzab: 35).
- Shabirah, dari kata "shabirat", perempuan yang penyabar (Al-Ahzab: 35).
- Khasyi'ah, dari kata "khasyi'at", perempuan yang khusyuk (Al-Ahzab: 35).
- Hafizhah, dari kata "hafizhat", perempuan yang menjaga diri (Al-Ahzab: 35).
- Dzakirah, dari kata "dzakirat", perempuan yang banyak menyebut nama Allah (Al-Ahzab: 35).
Selain itu ada beberapa nama lain dari ayat berbeda:
- Zakiyyah, jiwa yang bersih, dari ungkapan "nafsan zakiyyah" pada Al-Kahf ayat 74.
- Radhiyah dan Mardhiyah, dari "radhiyatan mardhiyyah" pada Al-Fajr ayat 28, yang diterjemahkan Kemenag sebagai "dengan rida dan diridai".
- Hikmah, kebijaksanaan, dari Al-Baqarah ayat 269 yang menyebut bahwa siapa yang dianugerahi hikmah sungguh telah dianugerahi kebaikan yang banyak.
- Hasanah, kebaikan, dari doa "berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat" pada Al-Baqarah ayat 201.
- Thayyibah, yang baik, dari "kalimatan thayyibah" pada Ibrahim ayat 24 yang diumpamakan seperti pohon baik yang akarnya kuat.
- Khairat, dari "khairatun hisan" pada Ar-Rahman ayat 70, yang diterjemahkan sebagai mulia akhlaknya lagi jelita.
Nama dari Ketenangan dan Kasih Sayang
- Sakinah, ketenangan, muncul pada Al-Baqarah ayat 248 sebagai "ketenangan dari Tuhanmu", dan pada Al-Fath ayat 4 yang menyebut Allah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin.
- Hanan, rasa kasih sayang, dari Surah Maryam ayat 13. Ayat ini justru berada di surah Maryam, jadi maknanya terasa berlapis.
- Rahmah, kasih sayang, dan Mawaddah, rasa cinta, keduanya dari Ar-Rum ayat 21 yang menyebut bahwa Allah menjadikan rasa cinta dan kasih sayang di antara pasangan.
- Syifa, penyembuh, dari Yunus ayat 57 yang menyebut Al-Quran sebagai penyembuh bagi penyakit yang terdapat dalam dada.
Nama dari Cahaya, Surga, dan Keindahan
- Salsabila, dari Al-Insan ayat 18, sebuah mata air di surga yang dinamakan Salsabil.
- Nur, cahaya, dari An-Nur ayat 35 yang membuka dengan "Allah pemberi cahaya pada langit dan bumi".
- Aliyah, yang tinggi, dari "jannatin 'aliyah" atau surga yang tinggi pada Al-Gasyiyah ayat 10.
- Raudhah, taman surga, dari Ar-Rum ayat 15 yang menyebut orang beriman bergembira di dalam taman.
- Nadhirah, berseri-seri, dari Al-Qiyamah ayat 22 tentang wajah-wajah orang mukmin yang berseri-seri pada hari itu.
- Naimah, juga bermakna berseri-seri, dari Al-Gasyiyah ayat 8.
- Safa dan Marwah, dua tempat yang disebut Al-Baqarah ayat 158 sebagai bagian dari syiar agama Allah.
- Kautsar, dari Al-Kautsar ayat 1, yang dalam terjemahan Kemenag dimaknai sebagai nikmat yang banyak.
Nama yang Sering Dikira Berasal dari Al-Quran
Ada beberapa nama yang selama ini beredar di daftar "nama bayi dari Al-Quran", padahal katanya tidak tertulis di dalam ayat. Sekali lagi, ini bukan berarti namanya tidak baik, hanya saja rujukannya perlu diluruskan.
- Balqis. Ratu negeri Saba' disebut pada An-Naml ayat 23 sebagai "seorang perempuan yang memerintah", tanpa nama. Nama Balqis memang muncul di laman Qur'an Kemenag pada terjemahan An-Naml ayat 44, tetapi ditulis di dalam tanda kurung sebagai penjelasan penerjemah, bukan sebagai kata yang ada di dalam teks ayatnya. Kisahnya sendiri sangat kuat: ayat itu menutup dengan pengakuannya, "Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam."
- Aisyah. Nama ini merujuk pada istri Nabi Muhammad dan dikenal dari riwayat, bukan dari penyebutan nama di dalam ayat. Meski begitu, akar katanya bisa ditemukan di Al-Haqqah ayat 21, yang menyebut "fi 'isyatir radhiyah" atau kehidupan yang menyenangkan.
- Khadijah dan Fatimah. Keduanya adalah nama mulia dari keluarga Nabi Muhammad yang kita kenal lewat sejarah dan hadis, bukan dari kata yang tertulis di dalam Al-Quran.
Jadi kalau Bunda menemukan daftar nama yang mengklaim "semua ada di Al-Quran", cara paling cepat memverifikasinya adalah membuka ayat yang diklaim itu dan membaca sendiri terjemahannya. Perhatikan juga tanda kurung dalam terjemahan Kemenag, karena isinya adalah penjelasan yang ditambahkan penerjemah untuk memperjelas konteks, bukan bagian dari lafal ayatnya.
- Akhlak: Zakiyyah, Qanitah, Shabirah, Shadiqah, Hafizhah
- Ketenangan: Sakinah, Hanan, Rahmah, Mawaddah, Syifa
- Cahaya dan surga: Maryam, Salsabila, Nur, Aliyah, Raudhah, Kautsar
Merangkai Nama Bayi Perempuan dari Al-Quran
Kebanyakan keluarga Indonesia memakai dua sampai tiga suku nama. Kabar baiknya, nama-nama di atas cukup luwes dirangkai. Beberapa pola yang biasa dipakai:
- Nama utama plus sifat. Contohnya Maryam Zakiyyah (Maryam yang berjiwa bersih) atau Salsabila Qanitah (Salsabila yang taat).
- Sifat plus sifat. Contohnya Sakinah Nadhirah (ketenangan yang berseri) atau Hanan Mardhiyah (kasih sayang yang diridai).
- Nama Quran plus nama keluarga atau nama ayah. Pola ini lazim dan membantu identitas anak di dokumen resmi.
Beberapa hal teknis yang sering baru terasa belakangan: coba ucapkan rangkaian nama itu dengan lantang beberapa kali, cek apakah singkatan inisialnya membentuk kata yang janggal, dan bayangkan bagaimana nama itu terdengar saat anak dipanggil di sekolah atau saat ia dewasa dan bekerja. Nama yang terlalu panjang juga kadang merepotkan saat pengisian formulir.
Satu pertimbangan lagi yang sering terlewat adalah nama panggilan. Anak jarang dipanggil dengan nama lengkapnya sehari-hari, jadi coba pikirkan sejak awal panggilan apa yang paling mungkin melekat. Maryam Zakiyyah bisa menjadi "Maryam" atau "Zaki", Salsabila bisa menjadi "Salsa" atau "Bila", dan Sakinah Nadhirah bisa menjadi "Kina" atau "Nadhira". Kalau panggilan yang muncul terasa pas di hati Bunda dan Ayah, biasanya rangkaian namanya memang sudah cocok. Bunda bisa menelusuri lebih banyak inspirasi lewat halaman pencarian nama bayi, dan jika sedang menyiapkan pasangan namanya untuk kakak atau adik laki-laki, daftarnya ada di artikel nama anak laki-laki islam.
Adab dan Waktu Memberi Nama Anak
Menurut penjelasan Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan tentang tradisi menyambut anak baru lahir sesuai sunnah, di antara hak anak atas ayahnya adalah memberinya nama yang bagus dan mendidiknya dengan adab yang baik. Penjelasan yang sama menyebut bahwa memberi nama dengan arti yang bagus itu penting karena di dalamnya terdapat harapan dan doa agar kelak anak menjadi pribadi yang sukses di dunia maupun di akhirat.
Soal waktunya, Bunda tidak perlu panik jika belum memutuskan di hari pertama. Sumber yang sama menyebut pemberian nama dapat dilakukan langsung saat anak lahir, pada hari ketiga, atau bersamaan dengan akikahnya pada hari ketujuh. Jadi ada ruang untuk berembuk dengan pasangan dan keluarga tanpa terburu-buru.
Satu hal yang perlu diingat: memberi nama adalah ikhtiar dan doa, bukan jaminan otomatis. Anak bernama Shabirah tidak serta-merta tumbuh penyabar tanpa pengasuhan yang mendampinginya. Nama adalah harapan yang kita ucapkan setiap hari, sementara pembentukan karakternya berjalan lewat keseharian bersama Bunda dan Ayah. Kalau Bunda sedang mendalami sisi pengasuhan ini, pembahasannya ada di artikel parenting adalah.
- Konteks ayatnya, bukan cuma artinya. Ada kata yang indah tetapi muncul dalam ayat bernada peringatan, sehingga terasa kurang pas dijadikan nama.
- Ejaan di dokumen resmi. Pastikan ejaan yang Bunda pilih konsisten sejak akta kelahiran, karena perbedaan satu huruf saja bisa merepotkan saat mengurus ijazah atau paspor kelak.
Hal yang Perlu Dicek Sebelum Menetapkan Pilihan
Supaya keputusannya mantap dan tidak menyesal belakangan, berikut langkah sederhana yang bisa Bunda tempuh:
- Telusuri katanya ke ayat aslinya. Buka laman resmi Qur'an Kemenag, cari surah dan ayatnya, lalu baca terjemahan lengkapnya. Ini cara paling aman dibanding mengandalkan daftar nama yang beredar di media sosial tanpa rujukan.
- Baca konteks ayatnya secara utuh, bukan hanya potongan katanya. Sebuah kata bisa terdengar indah sendirian tetapi berada dalam kalimat yang maksudnya berbeda.
- Cek pelafalannya dalam keseharian. Bagaimana nama itu terdengar saat dipanggil singkat oleh teman-temannya nanti?
- Diskusikan dengan pasangan dan keluarga sejak masa kehamilan, supaya tidak ada perdebatan di detik-detik pengurusan akta.
- Tanyakan pada ahlinya bila ragu. Penyuluh agama di KUA, guru mengaji, atau ustaz yang Anda percaya bisa membantu memastikan kelayakan sebuah nama.
Menyiapkan nama biasanya berbarengan dengan menyiapkan banyak hal lain menjelang kelahiran, dan gambaran hari-hari pertama bersama si kecil bisa Bunda baca di artikel bayi baru lahir.
Pada akhirnya, memilih nama bayi perempuan dalam Al-Quran adalah cara orang tua menitipkan harapan lewat kata yang akan dibawa anak seumur hidupnya. Tidak ada satu nama yang paling benar untuk semua keluarga. Yang penting adalah artinya baik, rujukannya jelas, Bunda dan Ayah sepakat, lalu doa itu terus dihidupkan lewat pengasuhan sehari-hari. Untuk menelusuri pilihan lain, Bunda bisa mengunjungi kumpulan artikel nama bayi di Asuh Anak.
Telusuri Arti Tiap Nama di Kamus
Nama dan kata yang dibahas di artikel ini punya halaman kamusnya masing-masing, lengkap dengan arti dan asal katanya. Klik untuk menelusuri lebih jauh.
| Nama | Arti |
|---|---|
| Maryam | Ibunda Nabi Isa; serapan Aram-Ibrani, bukan akar Arab |
| Nisa | Wanita |
| Hawa | Kehidupan; ibu segala yang hidup |
| Asiyah | Yang menghibur dan mengobati; istri Firaun yang beriman, disebut tanpa nama di QS At-Tahrim 66:11 |
| Mawaddah | Kasih sayang dan cinta |
| Marwah | Batu; nama bukit di Mekah; kehormatan |
| Balqis | Nama Ratu Saba menurut riwayat tafsir; kisahnya di QS An-Naml 27:23-44 tanpa penyebutan nama |
| Aisyah | Yang hidup penuh semangat; istri Nabi Muhammad |
| Fatimah | Yang disapih dan dijauhkan dari keburukan (dari akar f-th-m); putri Rasulullah |
Beberapa kata lain yang benar-benar muncul dalam teks Al-Quran dan lazim dipakai sebagai nama perempuan:
| Nama | Arti | Letak dalam Al-Quran |
|---|---|---|
| Huda | Petunjuk | QS Al-Baqarah 2:2 |
| Yusra | Kemudahan | QS Al-Insyirah 94:5 dan 94:6 |
| Insyirah | Kelapangan hati | Nama Surah ke-94 |
| Jannah | Taman, surga | Disebut berulang kali |
| Shifa | Penyembuhan | QS Al-Isra 17:82 dan QS Yunus 10:57 |
| Firdaus | Taman surga yang tertinggi | QS Al-Kahf 18:107 |
| Zulfa | Kedekatan kepada Allah | Dari akar z-l-f |
| Lulu | Mutiara | Disebut sebagai perhiasan surga |
Daftar lengkap lebih dari 2.000 nama beserta arti dan asal katanya tersedia di kamus nama bayi.
Baca Juga di Klaster Nama Bayi
Masih menimbang pilihan lain? Lanjutkan ke nama bayi perempuan islami 3 kata, nama bayi perempuan islami modern, dan panduan nama bayi islami. Semua daftar nama di Asuh Anak memakai arti yang dicek ke akar kata bahasa Arab, bukan disalin dari daftar nama lain.
Sumber
- Qur'an Kemenag - Surah Maryam (surah ke-19)
- Qur'an Kemenag - Surah Ali 'Imran ayat 36 (pemberian nama Maryam)
- Qur'an Kemenag - Surah Al-Ahzab ayat 35 (sifat mukmin dan mukminat)
- Qur'an Kemenag - Surah Al-Insan ayat 18 (mata air Salsabil)
- Qur'an Kemenag - Surah An-Naml ayat 23 dan 44 (Ratu Saba')
- LPMQ Kemenag - Seri Penamaan Surah Al-Qur'an: Surah Maryam/119
- Kanwil Kemenag Kalsel - Aktifitas dan Tradisi Ketika Anak Baru Lahir Sesuai Sunnah
Seluruh arti dan rujukan surah pada artikel ini ditelusuri ke terjemahan resmi Qur'an Kemenag. Artikel ini disusun sebagai bahan edukasi dan inspirasi, bukan fatwa keagamaan. Untuk pertanyaan yang lebih spesifik seputar kelayakan sebuah nama atau tata cara akikah, silakan berkonsultasi dengan penyuluh agama di KUA setempat, ustaz, atau guru mengaji yang Anda percaya. Untuk hal yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan bayi, konsultasikan dengan bidan atau dokter.
Pertanyaan yang sering muncul
Siapa saja perempuan yang disebut namanya dalam Al-Quran?
Apakah nama Salsabila benar-benar ada di Al-Quran?
Apakah Surah Maryam satu-satunya surah yang memakai nama perempuan?
Kapan waktu yang tepat memberi nama pada bayi?
Apakah nama anak harus berbahasa Arab agar islami?
Apakah boleh memakai nama sifat Allah untuk anak perempuan?
Bagaimana cara memastikan arti nama yang saya pilih benar?
Konten ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan medis, hubungi dokter atau bidan Anda.
Punya pertanyaan seputar nama bayi?
Tanya lewat WhatsApp

