Tekstur MPASI 8 Bulan: Kapan Naik dari Bubur Saring ke Bubur Kasar
Jawaban singkat. Tekstur MPASI 8 bulan menurut Buku KIA Kemenkes RI masih masuk tahap disaring, yaitu bubur lumat dan kental, dengan porsi 2 sampai 3 sendok makan bertahap hingga setengah mangkuk 250 ml, 2 sampai 3 kali sehari. Usia 8 bulan juga masa peralihan: Kemenkes menyarankan finger food mulai 8 sampai 9 bulan, lalu bubur kasar di usia 9 bulan.
Oleh Tim Redaksi Asuh AnakKebijakan Editorial· 12 menit baca· Terakhir diperbarui

Tekstur MPASI 8 bulan menurut Buku KIA Kemenkes RI masih masuk tahap disaring, yaitu bubur yang lumat dan kental. Bayi 6 sampai 8 bulan diberi 2 sampai 3 sendok makan yang ditambah bertahap hingga setengah mangkuk 250 ml, sebanyak 2 sampai 3 kali makan utama per hari. Namun usia 8 bulan juga ambang peralihan: Kemenkes RI menyarankan finger food mulai usia 8 sampai 9 bulan, dan tekstur dicincang atau bubur kasar menyusul di usia 9 bulan.
Banyak orang tua merasa bingung di bulan ini. Si kecil sudah dua bulan makan bubur saring, sudah bisa duduk, mulai meraih apa saja, dan tampak penasaran dengan piring orang dewasa. Tetapi bubur kasar terasa terlalu cepat, sementara bubur halus terasa terlalu lama. Panduan ini merangkum anjuran Kementerian Kesehatan RI dan WHO tentang tekstur, porsi, jadwal, finger food, serta cara menaikkan kekentalan secara aman. Anggap angka di sini sebagai patokan, karena setiap bayi punya kecepatannya sendiri.
Tekstur MPASI 8 bulan masuk tahap apa?
Buku KIA Kemenkes RI membagi tekstur MPASI menjadi tiga tahap. Bayi 6 sampai 8 bulan mendapat makanan disaring, bertekstur lumat dan kental. Bayi 9 sampai 11 bulan mendapat makanan dicincang, dengan bahan yang sama seperti untuk orang dewasa. Anak 12 sampai 23 bulan sudah makan makanan keluarga yang dimasak biasa dan diiris-iris. Jadi secara resmi, usia 8 bulan adalah bulan terakhir dari tahap disaring.
Laman Kemenkes RI (Ditjen Kesehatan Lanjutan) memakai pembagian yang sama dengan rincian sedikit berbeda. Untuk usia 6 sampai 8 bulan makanan "dihaluskan lalu disaring, tekstur lumat dan kental". Tahap berikutnya, usia 9 sampai 10 bulan, makanan ditumbuk, lalu menjadi cincang kasar di usia 11 sampai 12 bulan.
| Usia | Tekstur menurut Kemenkes RI | Gambaran di dapur |
|---|---|---|
| 6 sampai 8 bulan | Disaring, lumat dan kental (Buku KIA, Keslan) | Bubur nasi, lauk, dan sayur dilumatkan lalu disaring |
| 9 sampai 10 bulan | Ditumbuk, bubur kasar (Keslan), tahap dicincang (Buku KIA) | Bubur kasar atau tim yang ditumbuk, ada gumpalan lunak |
| 11 sampai 12 bulan | Cincang kasar (Keslan) | Nasi tim dengan lauk dan sayur dicincang |
| 12 sampai 23 bulan | Masak biasa, diiris-iris (Buku KIA) | Makanan keluarga, dicincang bila perlu |
Mengapa tekstur penting? Kemenkes RI menyebut salah satu tujuan MPASI adalah memperkenalkan tekstur makanan supaya keterampilan makan bayi terasah. WHO juga memasukkan "menaikkan konsistensi dan variasi makanan secara bertahap" ke dalam prinsip dasar pemberian makanan pendamping. Kata kuncinya bertahap: bubur yang sama encernya selama berbulan-bulan tidak memberi kesempatan bayi berlatih, tetapi lompatan terlalu jauh juga membuat bayi kaget.
Kalau Bunda baru mulai mengenal MPASI, baca dulu dasar-dasarnya di MPASI adalah dan tanda bayi siap MPASI.
Kenapa usia 8 bulan disebut masa peralihan tekstur?
Di atas kertas, bayi 8 bulan masih berada di tahap disaring. Dalam praktiknya, banyak hal mulai berubah di bulan ini, dan tiga sumber Kemenkes RI memberi petunjuk yang saling melengkapi.
Pertama, perkembangan gerak. Buku KIA Kemenkes RI mencatat bayi menjelajah lingkungannya dengan merangkak di usia 8 sampai 9 bulan. Orang tua juga diminta mengajari bayi memegang benda kecil dengan dua jari, makan sendiri dengan sendok, dan minum sendiri dengan gelas. Keterampilan tangan ini adalah bekal untuk finger food.
Kedua, finger food. Kemenkes RI menuliskan bahwa finger food "sebaiknya diberikan pada bayi usia 8 sampai 9 bulan". Artinya, di bulan ini bayi sudah boleh mulai mencoba makanan padat lunak yang ia genggam sendiri, walaupun menu utamanya masih bubur kental.
Ketiga, gigi bukan syarat. Buku KIA meminta orang tua memperhatikan tumbuhnya 4 gigi seri rahang atas dan bawah pada rentang 6 sampai 9 bulan, tetapi waktunya berbeda pada tiap bayi. Kemenkes RI menegaskan bayi dapat mengunyah makanan yang lembut dan menggumpal meskipun belum memiliki gigi. Jadi bayi 8 bulan tanpa gigi tetap bisa berlatih dengan tekstur yang sedikit lebih padat.
Gabungan ketiganya memberi gambaran praktis: di usia 8 bulan, pertahankan bubur lumat dan kental sebagai menu utama, mulai buat kekentalannya sedikit lebih padat dengan gumpalan sangat halus bila bayi sudah lancar menelan, lalu kenalkan satu atau dua finger food lunak. Saat bayi genap 9 bulan, ia sudah lebih siap untuk bubur kasar yang dibahas di artikel tekstur MPASI 9 bulan.
Berapa porsi dan frekuensi makan bayi 8 bulan?
Karena masih di rentang 6 sampai 8 bulan, porsi bayi 8 bulan mengikuti anjuran tahap awal. Berikut perbandingannya dengan tahap sesudahnya menurut Buku KIA Kemenkes RI 2024:
| Usia | Porsi sekali makan | Makan utama per hari | Selingan per hari | Energi dari MPASI per hari |
|---|---|---|---|---|
| 6 sampai 8 bulan | 2 sampai 3 sendok makan, bertahap hingga setengah mangkuk 250 ml (125 ml) | 2 sampai 3 kali | 1 sampai 2 kali | 200 kkal |
| 9 sampai 11 bulan | Setengah sampai tiga perempat mangkuk 250 ml (125 sampai 200 ml) | 3 sampai 4 kali | 1 sampai 2 kali | 300 kkal |
WHO memberi angka frekuensi yang sejalan: 2 sampai 3 kali makan per hari untuk bayi 6 sampai 8 bulan, dan 3 sampai 4 kali untuk bayi 9 sampai 23 bulan, dengan 1 sampai 2 selingan bila diperlukan. Bayi 8 bulan biasanya sudah berada di ujung atas rentangnya, yaitu sekitar setengah mangkuk dan tiga kali makan, tetapi itu bukan kewajiban.
Angka porsi adalah panduan. Laman Kemenkes RI menyebut MPASI perlu diberikan secara responsif, yaitu konsisten mengikuti sinyal lapar dan kenyang anak. Bayi yang menutup mulut, memalingkan wajah, atau mendorong sendok sedang memberi tanda cukup. WHO juga memasukkan pemberian makan yang responsif, yaitu mengenali dan menanggapi tanda lapar dan kenyang, ke dalam prinsip dasarnya.
Jangan lupakan ASI. WHO dan UNICEF menganjurkan menyusui dilanjutkan sesering mungkin sampai usia 2 tahun atau lebih, sementara Buku KIA menulis "lanjutkan menyusui" di setiap tahap MPASI. Untuk menjaga produksinya saat bayi makin banyak makan, Bunda bisa membaca cara memperlancar ASI.
Contoh jadwal dan menu MPASI 8 bulan
Laman Kemenkes RI (Keslan) memuat contoh jadwal makan bayi 6 sampai 8 bulan. Jamnya boleh digeser mengikuti kebiasaan keluarga, yang penting polanya teratur.
| Jam | Kegiatan |
|---|---|
| 06.00 | ASI |
| 08.00 | Makan pagi |
| 10.00 | ASI |
| 12.00 | Makan siang |
| 14.00 dan 16.00 | ASI |
| 18.00 | Makan malam |
| 20.00, 22.00, 24.00, dan 03.00 | ASI |
Untuk menunya, Buku KIA memberi dua cara. Cara pertama memakai makanan keluarga yang sudah matang: nasi putih 30 g, dadar telur 35 g, dan sayur kare wortel tempe 20 g. Nasi, telur dadar, tempe, dan wortel dilumatkan lalu disaring, kemudian ditambah kuah santan kare sampai menjadi bubur kental. Cara kedua memakai bahan mentah: beras putih 10 g, telur ayam 30 g, tempe 10 g, wortel 10 g, dan santan 30 g, dimasak lalu diaduk sampai konsistensinya bubur kental.
Buku KIA juga memuat resep MPASI 6 sampai 8 bulan bernama bubur sup daging kacang merah (untuk 3 porsi): 50 g nasi, 30 g daging ayam cincang, setengah butir telur ayam, masing-masing 10 g buncis, wortel, dan kacang merah, daun bawang, seledri, 300 ml kaldu ayam, dan sedikit minyak untuk menumis bumbu. Langkah terakhirnya menarik untuk bayi 8 bulan: bubur dihaluskan "sampai mencapai tekstur yang diinginkan". Di sinilah Bunda bisa mengatur tingkat kehalusannya, misalnya disaring penuh di minggu pertama, lalu hanya dilumatkan dengan garpu ketika bayi sudah siap.
Polanya selalu sama: makanan pokok, protein hewani, sayur, dan sedikit lemak. Buku KIA menulis bahwa protein hewani dalam MPASI diprioritaskan, dan Kemenkes RI menjelaskan setelah 6 bulan bayi membutuhkan tambahan energi, protein, dan zat besi yang tidak cukup dari ASI saja. Ikan, telur, ayam, daging, dan hati termasuk sumbernya. Pola ini juga bagian dari pencegahan stunting. Ide resep lain bisa dilihat di resep MPASI dan menu MPASI 4 bintang.
Cara memasak ikut menentukan. Buku KIA meminta makanan bayi direbus atau dikukus, menghindari makanan yang digoreng, berpengawet, serta tinggi gula dan garam, dan memperkenalkan makanan satu per satu sambil memperhatikan tanda alergi.
Bagaimana memulai finger food untuk bayi 8 bulan?
Finger food adalah makanan padat seukuran genggaman bayi yang bisa dimakan sendiri tanpa disuapi. Menurut Kemenkes RI, finger food melatih bayi makan tanpa disuapi, melatih motorik halus, serta kemampuan menggigit dan mengunyah. Syaratnya, makanan mudah digigit, dikunyah, dan dipegang sendiri.
Contoh yang disebut Kemenkes RI:
- Sayuran rebus: kentang, wortel, kembang kol, brokoli, atau ubi manis, dikukus atau dipanggang sampai lunak.
- Buah: apel matang, pir, mangga, pepaya, alpukat matang, pisang, dan buah naga.
- Telur yang dimasak sampai matang, karena telur setengah matang masih bisa mengandung bakteri Salmonella.
- Keju yang bertekstur lembut, tidak berbau, dan tidak lengket.
- Daging yang dimasak sampai empuk, lembut, dan disuwir.
Langkah aman saat memulai:
- Cicipi dulu. Kemenkes RI meminta setiap finger food dicicipi untuk memastikan mudah digigit, potongannya pas, lembut, dan lumer di mulut.
- Uji dengan jari. Makanan yang tepat hancur bila ditekan di antara ibu jari dan telunjuk. Bila masih keras, kukus lebih lama.
- Potong memanjang. Ukuran seperti jari orang dewasa lebih mudah digenggam bayi daripada potongan kecil berbentuk dadu.
- Dudukkan tegak dan dampingi. Kemenkes RI mengingatkan untuk selalu mengawasi dan mendampingi bayi karena ada kemungkinan tersedak.
- Satu jenis baru dalam satu waktu. Sejalan dengan anjuran Buku KIA untuk memperkenalkan makanan satu per satu sambil memperhatikan alergi.
Daftar lengkap bahan yang perlu ditunda ada di makanan yang harus dihindari saat MPASI. Batuk ringan saat belajar adalah refleks yang wajar, tetapi tersedak berat yang membuat bayi tidak bisa bersuara adalah keadaan darurat.
Bagaimana menaikkan tekstur bila bayi 8 bulan menolak?
Menolak tekstur baru sangat umum. Bayi yang terbiasa bubur halus bisa kaget dengan gumpalan kecil, lalu menjulurkan lidah atau memuntahkannya. Itu bukan tanda gagal. Panduan PMBA Kemenkes RI meminta makanan diperkenalkan secara perlahan dengan tekstur lumat atau halus, lembut, lalu kasar, sesuai usia anak. Beberapa langkah yang bisa dicoba:
- Kurangi saringannya sedikit demi sedikit. Mulai dengan bubur yang disaring sebagian dan sebagian lagi hanya dilumatkan, lalu kurangi bagian yang disaring dalam beberapa hari.
- Kentalkan dulu sebelum menggumpalkan. Bubur yang lebih kental tetapi masih mulus biasanya diterima lebih mudah daripada bubur encer bergumpal.
- Atur suasana makan. Buku KIA meminta MPASI diberikan teratur pagi, siang, dan sore, lama makan maksimal 30 menit, di lingkungan netral (tidak sambil bermain atau menonton TV).
- Beri bayi peran. PMBA menyarankan membiarkan anak makan dengan mandiri; finger food atau sendok sendiri membuat bayi merasa punya kendali.
- Jangan memaksa. PMBA menyebut bila anak marah atau menolak makan sampai 15 menit, hentikan dulu, lalu tawarkan kembali 2 sampai 3 jam kemudian tanpa memberi jajanan atau susu di antaranya.
- Tambahkan satu makanan baru tiap minggu. Ini juga saran PMBA agar bayi punya waktu mengenal rasa asli setiap bahan.
Pemantauan pertumbuhan membantu memastikan porsi dan tekstur sudah cukup. Buku KIA menganjurkan membawa bayi setiap bulan ke posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan. Catatannya bisa Bunda simpan di tracker tumbuh kembang dan dibandingkan dengan berat badan bayi normal. Saat bayi sakit, WHO menganjurkan menambah cairan termasuk menyusu lebih sering, serta menawarkan makanan lunak kesukaannya; menaikkan tekstur bisa ditunda sampai ia pulih.
Rangkaian tahapan MPASI dari awal sampai satu tahun ada di jadwal MPASI, dan topik lain tersedia di kategori MPASI. Yang terpenting, arah perkembangannya maju, gizinya cukup, dan waktu makan tetap menyenangkan bagi bayi dan orang tua.
Sumber
- Kemenkes RI - Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Edisi 2024 (PDF), halaman 56-59
- Kemenkes RI - Buku Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA)
- Kemenkes RI (Keslan) - Pentingnya dan Tahap Pemberian MPASI pada Bayi
- Kemenkes RI (Keslan) - Yuk, Cermati MPASI Anak (5 Desember 2024)
- WHO - Infant and young child feeding (fact sheet)
- WHO - Guideline for complementary feeding of infants and young children 6-23 months of age (2023)
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter, bidan, ahli gizi, atau kader posyandu. Bayi dengan kondisi khusus, misalnya lahir prematur, alergi makanan, atau gangguan menelan, memerlukan panduan tekstur dan porsi dari tenaga kesehatan.
Pertanyaan yang sering muncul
Tekstur MPASI 8 bulan seperti apa?
Apakah bayi 8 bulan sudah boleh makan bubur kasar?
Berapa porsi MPASI bayi 8 bulan sekali makan?
Berapa kali bayi 8 bulan makan dalam sehari?
Apakah bayi 8 bulan sudah boleh finger food?
Bayi 8 bulan belum tumbuh gigi, apakah bisa makan tekstur lebih kasar?
Bayi 8 bulan menolak MPASI yang lebih kental, apa yang harus dilakukan?
Makanan apa yang perlu dihindari bayi 8 bulan?
Konten ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan medis, hubungi dokter atau bidan Anda.
Punya pertanyaan seputar mpasi?
Tanya lewat WhatsApp

