Baru: alat cek usia dan milestone anak sudah bisa dipakai gratis. Coba sekarang

MPASI

Tekstur MPASI 8 Bulan: Kapan Naik dari Bubur Saring ke Bubur Kasar

Jawaban singkat. Tekstur MPASI 8 bulan menurut Buku KIA Kemenkes RI masih masuk tahap disaring, yaitu bubur lumat dan kental, dengan porsi 2 sampai 3 sendok makan bertahap hingga setengah mangkuk 250 ml, 2 sampai 3 kali sehari. Usia 8 bulan juga masa peralihan: Kemenkes menyarankan finger food mulai 8 sampai 9 bulan, lalu bubur kasar di usia 9 bulan.

Oleh Tim Redaksi Asuh AnakKebijakan Editorial· 12 menit baca· Terakhir diperbarui

Tampilan dekat bubur oatmeal campur buah beri merah keunguan yang kental dengan gumpalan kecil
Bubur kental dengan gumpalan kecil seperti ini menggambarkan tekstur peralihan yang mulai dicoba sebagian bayi di sekitar usia 8 bulan. Foto: ParentingPatch / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Tekstur MPASI 8 bulan menurut Buku KIA Kemenkes RI masih masuk tahap disaring, yaitu bubur yang lumat dan kental. Bayi 6 sampai 8 bulan diberi 2 sampai 3 sendok makan yang ditambah bertahap hingga setengah mangkuk 250 ml, sebanyak 2 sampai 3 kali makan utama per hari. Namun usia 8 bulan juga ambang peralihan: Kemenkes RI menyarankan finger food mulai usia 8 sampai 9 bulan, dan tekstur dicincang atau bubur kasar menyusul di usia 9 bulan.

Banyak orang tua merasa bingung di bulan ini. Si kecil sudah dua bulan makan bubur saring, sudah bisa duduk, mulai meraih apa saja, dan tampak penasaran dengan piring orang dewasa. Tetapi bubur kasar terasa terlalu cepat, sementara bubur halus terasa terlalu lama. Panduan ini merangkum anjuran Kementerian Kesehatan RI dan WHO tentang tekstur, porsi, jadwal, finger food, serta cara menaikkan kekentalan secara aman. Anggap angka di sini sebagai patokan, karena setiap bayi punya kecepatannya sendiri.

Ringkasan singkat. Bayi 8 bulan: tekstur disaring, lumat dan kental (Buku KIA), porsi 2 sampai 3 sendok makan bertahap hingga setengah mangkuk 250 ml, 2 sampai 3 kali makan utama dan 1 sampai 2 kali selingan, sekitar 200 kkal dari MPASI per hari, finger food mulai dikenalkan (Kemenkes RI), dan menyusui tetap dilanjutkan.

Tekstur MPASI 8 bulan masuk tahap apa?

Buku KIA Kemenkes RI membagi tekstur MPASI menjadi tiga tahap. Bayi 6 sampai 8 bulan mendapat makanan disaring, bertekstur lumat dan kental. Bayi 9 sampai 11 bulan mendapat makanan dicincang, dengan bahan yang sama seperti untuk orang dewasa. Anak 12 sampai 23 bulan sudah makan makanan keluarga yang dimasak biasa dan diiris-iris. Jadi secara resmi, usia 8 bulan adalah bulan terakhir dari tahap disaring.

Laman Kemenkes RI (Ditjen Kesehatan Lanjutan) memakai pembagian yang sama dengan rincian sedikit berbeda. Untuk usia 6 sampai 8 bulan makanan "dihaluskan lalu disaring, tekstur lumat dan kental". Tahap berikutnya, usia 9 sampai 10 bulan, makanan ditumbuk, lalu menjadi cincang kasar di usia 11 sampai 12 bulan.

UsiaTekstur menurut Kemenkes RIGambaran di dapur
6 sampai 8 bulanDisaring, lumat dan kental (Buku KIA, Keslan)Bubur nasi, lauk, dan sayur dilumatkan lalu disaring
9 sampai 10 bulanDitumbuk, bubur kasar (Keslan), tahap dicincang (Buku KIA)Bubur kasar atau tim yang ditumbuk, ada gumpalan lunak
11 sampai 12 bulanCincang kasar (Keslan)Nasi tim dengan lauk dan sayur dicincang
12 sampai 23 bulanMasak biasa, diiris-iris (Buku KIA)Makanan keluarga, dicincang bila perlu
Peta tekstur MPASI: 6 sampai 8 bulan disaring lumat dan kental, usia 8 bulan masa peralihan dengan finger food mulai 8 sampai 9 bulan, 9 sampai 10 bulan ditumbuk, 11 sampai 12 bulan cincang kasar
Usia 8 bulan berada di ujung tahap disaring dan tepat sebelum tahap ditumbuk. Diagram: Asuh Anak, berdasarkan Buku KIA Kemenkes RI 2024 dan laman Kemenkes RI (Keslan).

Mengapa tekstur penting? Kemenkes RI menyebut salah satu tujuan MPASI adalah memperkenalkan tekstur makanan supaya keterampilan makan bayi terasah. WHO juga memasukkan "menaikkan konsistensi dan variasi makanan secara bertahap" ke dalam prinsip dasar pemberian makanan pendamping. Kata kuncinya bertahap: bubur yang sama encernya selama berbulan-bulan tidak memberi kesempatan bayi berlatih, tetapi lompatan terlalu jauh juga membuat bayi kaget.

Kalau Bunda baru mulai mengenal MPASI, baca dulu dasar-dasarnya di MPASI adalah dan tanda bayi siap MPASI.

Kenapa usia 8 bulan disebut masa peralihan tekstur?

Di atas kertas, bayi 8 bulan masih berada di tahap disaring. Dalam praktiknya, banyak hal mulai berubah di bulan ini, dan tiga sumber Kemenkes RI memberi petunjuk yang saling melengkapi.

Pertama, perkembangan gerak. Buku KIA Kemenkes RI mencatat bayi menjelajah lingkungannya dengan merangkak di usia 8 sampai 9 bulan. Orang tua juga diminta mengajari bayi memegang benda kecil dengan dua jari, makan sendiri dengan sendok, dan minum sendiri dengan gelas. Keterampilan tangan ini adalah bekal untuk finger food.

Kedua, finger food. Kemenkes RI menuliskan bahwa finger food "sebaiknya diberikan pada bayi usia 8 sampai 9 bulan". Artinya, di bulan ini bayi sudah boleh mulai mencoba makanan padat lunak yang ia genggam sendiri, walaupun menu utamanya masih bubur kental.

Ketiga, gigi bukan syarat. Buku KIA meminta orang tua memperhatikan tumbuhnya 4 gigi seri rahang atas dan bawah pada rentang 6 sampai 9 bulan, tetapi waktunya berbeda pada tiap bayi. Kemenkes RI menegaskan bayi dapat mengunyah makanan yang lembut dan menggumpal meskipun belum memiliki gigi. Jadi bayi 8 bulan tanpa gigi tetap bisa berlatih dengan tekstur yang sedikit lebih padat.

Gabungan ketiganya memberi gambaran praktis: di usia 8 bulan, pertahankan bubur lumat dan kental sebagai menu utama, mulai buat kekentalannya sedikit lebih padat dengan gumpalan sangat halus bila bayi sudah lancar menelan, lalu kenalkan satu atau dua finger food lunak. Saat bayi genap 9 bulan, ia sudah lebih siap untuk bubur kasar yang dibahas di artikel tekstur MPASI 9 bulan.

Catatan Bunda. Tidak ada tanggal ajaib ketika bubur harus berubah. Patokannya adalah kesiapan bayi: sudah duduk stabil, menelan bubur kental tanpa banyak tersedak, dan tertarik meraih makanan. Bayi yang lahir prematur biasanya dinilai dengan usia koreksi, jadi tanyakan patokan tekstur ke dokter anak atau bidan.

Berapa porsi dan frekuensi makan bayi 8 bulan?

Karena masih di rentang 6 sampai 8 bulan, porsi bayi 8 bulan mengikuti anjuran tahap awal. Berikut perbandingannya dengan tahap sesudahnya menurut Buku KIA Kemenkes RI 2024:

UsiaPorsi sekali makanMakan utama per hariSelingan per hariEnergi dari MPASI per hari
6 sampai 8 bulan2 sampai 3 sendok makan, bertahap hingga setengah mangkuk 250 ml (125 ml)2 sampai 3 kali1 sampai 2 kali200 kkal
9 sampai 11 bulanSetengah sampai tiga perempat mangkuk 250 ml (125 sampai 200 ml)3 sampai 4 kali1 sampai 2 kali300 kkal

WHO memberi angka frekuensi yang sejalan: 2 sampai 3 kali makan per hari untuk bayi 6 sampai 8 bulan, dan 3 sampai 4 kali untuk bayi 9 sampai 23 bulan, dengan 1 sampai 2 selingan bila diperlukan. Bayi 8 bulan biasanya sudah berada di ujung atas rentangnya, yaitu sekitar setengah mangkuk dan tiga kali makan, tetapi itu bukan kewajiban.

Ringkasan porsi MPASI bayi 6 sampai 8 bulan: mulai 2 sampai 3 sendok makan hingga setengah mangkuk 250 ml, 2 sampai 3 kali makan utama, 1 sampai 2 kali selingan, 200 kkal per hari dari MPASI
Porsi bayi 8 bulan masih mengikuti tahap 6 sampai 8 bulan. Setengah mangkuk 250 ml kira-kira 125 ml. Diagram: Asuh Anak, berdasarkan Buku KIA Kemenkes RI 2024.

Angka porsi adalah panduan. Laman Kemenkes RI menyebut MPASI perlu diberikan secara responsif, yaitu konsisten mengikuti sinyal lapar dan kenyang anak. Bayi yang menutup mulut, memalingkan wajah, atau mendorong sendok sedang memberi tanda cukup. WHO juga memasukkan pemberian makan yang responsif, yaitu mengenali dan menanggapi tanda lapar dan kenyang, ke dalam prinsip dasarnya.

Jangan lupakan ASI. WHO dan UNICEF menganjurkan menyusui dilanjutkan sesering mungkin sampai usia 2 tahun atau lebih, sementara Buku KIA menulis "lanjutkan menyusui" di setiap tahap MPASI. Untuk menjaga produksinya saat bayi makin banyak makan, Bunda bisa membaca cara memperlancar ASI.

Contoh jadwal dan menu MPASI 8 bulan

Laman Kemenkes RI (Keslan) memuat contoh jadwal makan bayi 6 sampai 8 bulan. Jamnya boleh digeser mengikuti kebiasaan keluarga, yang penting polanya teratur.

JamKegiatan
06.00ASI
08.00Makan pagi
10.00ASI
12.00Makan siang
14.00 dan 16.00ASI
18.00Makan malam
20.00, 22.00, 24.00, dan 03.00ASI
Garis waktu sehari bayi 6 sampai 8 bulan: ASI jam 06.00, makan pagi 08.00, ASI 10.00, makan siang 12.00, ASI 14.00 dan 16.00, makan malam 18.00, lalu ASI jam 20.00, 22.00, 24.00, dan 03.00
Contoh ritme harian bayi 6 sampai 8 bulan: tiga waktu makan dan ASI di sela-selanya, termasuk malam hari. Diagram: Asuh Anak, berdasarkan Kemenkes RI (Keslan).

Untuk menunya, Buku KIA memberi dua cara. Cara pertama memakai makanan keluarga yang sudah matang: nasi putih 30 g, dadar telur 35 g, dan sayur kare wortel tempe 20 g. Nasi, telur dadar, tempe, dan wortel dilumatkan lalu disaring, kemudian ditambah kuah santan kare sampai menjadi bubur kental. Cara kedua memakai bahan mentah: beras putih 10 g, telur ayam 30 g, tempe 10 g, wortel 10 g, dan santan 30 g, dimasak lalu diaduk sampai konsistensinya bubur kental.

Buku KIA juga memuat resep MPASI 6 sampai 8 bulan bernama bubur sup daging kacang merah (untuk 3 porsi): 50 g nasi, 30 g daging ayam cincang, setengah butir telur ayam, masing-masing 10 g buncis, wortel, dan kacang merah, daun bawang, seledri, 300 ml kaldu ayam, dan sedikit minyak untuk menumis bumbu. Langkah terakhirnya menarik untuk bayi 8 bulan: bubur dihaluskan "sampai mencapai tekstur yang diinginkan". Di sinilah Bunda bisa mengatur tingkat kehalusannya, misalnya disaring penuh di minggu pertama, lalu hanya dilumatkan dengan garpu ketika bayi sudah siap.

Polanya selalu sama: makanan pokok, protein hewani, sayur, dan sedikit lemak. Buku KIA menulis bahwa protein hewani dalam MPASI diprioritaskan, dan Kemenkes RI menjelaskan setelah 6 bulan bayi membutuhkan tambahan energi, protein, dan zat besi yang tidak cukup dari ASI saja. Ikan, telur, ayam, daging, dan hati termasuk sumbernya. Pola ini juga bagian dari pencegahan stunting. Ide resep lain bisa dilihat di resep MPASI dan menu MPASI 4 bintang.

Cara memasak ikut menentukan. Buku KIA meminta makanan bayi direbus atau dikukus, menghindari makanan yang digoreng, berpengawet, serta tinggi gula dan garam, dan memperkenalkan makanan satu per satu sambil memperhatikan tanda alergi.

Bagaimana memulai finger food untuk bayi 8 bulan?

Finger food adalah makanan padat seukuran genggaman bayi yang bisa dimakan sendiri tanpa disuapi. Menurut Kemenkes RI, finger food melatih bayi makan tanpa disuapi, melatih motorik halus, serta kemampuan menggigit dan mengunyah. Syaratnya, makanan mudah digigit, dikunyah, dan dipegang sendiri.

Contoh yang disebut Kemenkes RI:

  • Sayuran rebus: kentang, wortel, kembang kol, brokoli, atau ubi manis, dikukus atau dipanggang sampai lunak.
  • Buah: apel matang, pir, mangga, pepaya, alpukat matang, pisang, dan buah naga.
  • Telur yang dimasak sampai matang, karena telur setengah matang masih bisa mengandung bakteri Salmonella.
  • Keju yang bertekstur lembut, tidak berbau, dan tidak lengket.
  • Daging yang dimasak sampai empuk, lembut, dan disuwir.
Contoh finger food dari Kemenkes RI: sayur kukus seperti kentang, wortel, kembang kol, brokoli, ubi; buah matang seperti pisang, pepaya, alpukat, mangga, pir; protein seperti telur matang, keju lembut, daging empuk disuwir
Pilih finger food yang lunak dan lumer di mulut, lalu dampingi bayi selama makan. Diagram: Asuh Anak, berdasarkan Kemenkes RI (Keslan).

Langkah aman saat memulai:

  1. Cicipi dulu. Kemenkes RI meminta setiap finger food dicicipi untuk memastikan mudah digigit, potongannya pas, lembut, dan lumer di mulut.
  2. Uji dengan jari. Makanan yang tepat hancur bila ditekan di antara ibu jari dan telunjuk. Bila masih keras, kukus lebih lama.
  3. Potong memanjang. Ukuran seperti jari orang dewasa lebih mudah digenggam bayi daripada potongan kecil berbentuk dadu.
  4. Dudukkan tegak dan dampingi. Kemenkes RI mengingatkan untuk selalu mengawasi dan mendampingi bayi karena ada kemungkinan tersedak.
  5. Satu jenis baru dalam satu waktu. Sejalan dengan anjuran Buku KIA untuk memperkenalkan makanan satu per satu sambil memperhatikan alergi.
Perhatian. Panduan PMBA Kemenkes RI meminta menghindari madu (mengandung spora bakteri berbahaya bagi anak), susu sapi segar yang tidak dipasteurisasi, makanan tinggi merkuri, tambahan garam dan gula, serta makanan yang berisiko membuat tersedak seperti kacang dan kismis sebelum usia 1 tahun. Laman Kemenkes RI juga menyebut teh, kopi, dan pemanis buatan sebaiknya dihindari. Bila bayi tersedak dan tidak bisa menangis, batuk, atau bernapas, segera cari pertolongan medis.

Daftar lengkap bahan yang perlu ditunda ada di makanan yang harus dihindari saat MPASI. Batuk ringan saat belajar adalah refleks yang wajar, tetapi tersedak berat yang membuat bayi tidak bisa bersuara adalah keadaan darurat.

Bagaimana menaikkan tekstur bila bayi 8 bulan menolak?

Menolak tekstur baru sangat umum. Bayi yang terbiasa bubur halus bisa kaget dengan gumpalan kecil, lalu menjulurkan lidah atau memuntahkannya. Itu bukan tanda gagal. Panduan PMBA Kemenkes RI meminta makanan diperkenalkan secara perlahan dengan tekstur lumat atau halus, lembut, lalu kasar, sesuai usia anak. Beberapa langkah yang bisa dicoba:

  1. Kurangi saringannya sedikit demi sedikit. Mulai dengan bubur yang disaring sebagian dan sebagian lagi hanya dilumatkan, lalu kurangi bagian yang disaring dalam beberapa hari.
  2. Kentalkan dulu sebelum menggumpalkan. Bubur yang lebih kental tetapi masih mulus biasanya diterima lebih mudah daripada bubur encer bergumpal.
  3. Atur suasana makan. Buku KIA meminta MPASI diberikan teratur pagi, siang, dan sore, lama makan maksimal 30 menit, di lingkungan netral (tidak sambil bermain atau menonton TV).
  4. Beri bayi peran. PMBA menyarankan membiarkan anak makan dengan mandiri; finger food atau sendok sendiri membuat bayi merasa punya kendali.
  5. Jangan memaksa. PMBA menyebut bila anak marah atau menolak makan sampai 15 menit, hentikan dulu, lalu tawarkan kembali 2 sampai 3 jam kemudian tanpa memberi jajanan atau susu di antaranya.
  6. Tambahkan satu makanan baru tiap minggu. Ini juga saran PMBA agar bayi punya waktu mengenal rasa asli setiap bahan.
Kapan perlu ke tenaga kesehatan? Periksakan bayi bila berat badannya tidak naik atau turun di grafik Buku KIA, bayi menolak hampir semua makanan selama beberapa hari, selalu muntah atau tersedak hebat setiap diberi tekstur baru, muncul tanda alergi seperti ruam luas atau bengkak, atau bayi tampak lesu.

Pemantauan pertumbuhan membantu memastikan porsi dan tekstur sudah cukup. Buku KIA menganjurkan membawa bayi setiap bulan ke posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan. Catatannya bisa Bunda simpan di tracker tumbuh kembang dan dibandingkan dengan berat badan bayi normal. Saat bayi sakit, WHO menganjurkan menambah cairan termasuk menyusu lebih sering, serta menawarkan makanan lunak kesukaannya; menaikkan tekstur bisa ditunda sampai ia pulih.

Rangkaian tahapan MPASI dari awal sampai satu tahun ada di jadwal MPASI, dan topik lain tersedia di kategori MPASI. Yang terpenting, arah perkembangannya maju, gizinya cukup, dan waktu makan tetap menyenangkan bagi bayi dan orang tua.

Sumber

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter, bidan, ahli gizi, atau kader posyandu. Bayi dengan kondisi khusus, misalnya lahir prematur, alergi makanan, atau gangguan menelan, memerlukan panduan tekstur dan porsi dari tenaga kesehatan.

Pertanyaan yang sering muncul

Tekstur MPASI 8 bulan seperti apa?
Buku KIA Kemenkes RI menempatkan bayi 6 sampai 8 bulan pada tahap makanan disaring, dengan tekstur lumat dan kental. Artinya bubur tidak lagi encer seperti kuah, tetapi juga belum berupa cincangan. Di akhir rentang ini Bunda boleh mulai membuat bubur sedikit lebih kental dan bergumpal halus sebagai persiapan menuju tahap dicincang di usia 9 bulan.
Apakah bayi 8 bulan sudah boleh makan bubur kasar?
Buku KIA Kemenkes RI baru menyebut tekstur dicincang atau bubur kasar untuk usia 9 sampai 11 bulan. Meski begitu, WHO meminta konsistensi makanan dinaikkan secara bertahap, jadi bayi 8 bulan yang sudah lancar menelan bubur kental boleh dikenalkan pada sedikit gumpalan halus. Naikkan pelan-pelan dan perhatikan respons bayi.
Berapa porsi MPASI bayi 8 bulan sekali makan?
Menurut Buku KIA Kemenkes RI, bayi 6 sampai 8 bulan diberi 2 sampai 3 sendok makan, ditingkatkan bertahap hingga setengah mangkuk ukuran 250 ml atau sekitar 125 ml setiap kali makan. Energi dari MPASI yang dibutuhkan sekitar 200 kkal per hari. Porsi ini patokan, bukan target yang harus dihabiskan setiap kali.
Berapa kali bayi 8 bulan makan dalam sehari?
Buku KIA Kemenkes RI dan WHO sama-sama menganjurkan 2 sampai 3 kali makan utama per hari untuk bayi 6 sampai 8 bulan. Buku KIA menambahkan 1 sampai 2 kali makanan selingan. Menyusui tetap dilanjutkan di antara waktu makan, dan laman Kemenkes RI mencontohkan ASI masih diberikan berkali-kali sepanjang hari dan malam.
Apakah bayi 8 bulan sudah boleh finger food?
Boleh. Kemenkes RI menyebut finger food sebaiknya diberikan pada usia 8 sampai 9 bulan untuk melatih makan sendiri, motorik halus, serta kemampuan menggigit dan mengunyah. Pilih makanan yang lunak dan lumer, seperti kentang, wortel, atau brokoli kukus, serta pisang, pepaya, dan alpukat matang. Selalu dampingi bayi saat makan.
Bayi 8 bulan belum tumbuh gigi, apakah bisa makan tekstur lebih kasar?
Bisa. Kemenkes RI menjelaskan bayi dapat mengunyah makanan yang lembut dan menggumpal meskipun belum memiliki gigi. Gusi bayi mampu menghancurkan makanan yang dimasak sampai empuk. Yang penting makanan bisa hancur bila ditekan di antara jari, tidak keras, tidak bulat utuh, dan tidak lengket.
Bayi 8 bulan menolak MPASI yang lebih kental, apa yang harus dilakukan?
Panduan PMBA Kemenkes RI menyarankan tidak memaksa anak makan. Bila bayi menolak atau marah sampai 15 menit, hentikan dulu dan tawarkan lagi 2 sampai 3 jam kemudian tanpa memberi jajanan atau susu di antaranya. Naikkan kekentalan sedikit demi sedikit, dan periksakan ke tenaga kesehatan bila berat badan bayi tidak naik.
Makanan apa yang perlu dihindari bayi 8 bulan?
Panduan PMBA Kemenkes RI meminta menghindari tambahan garam dan gula, madu, susu sapi segar yang tidak dipasteurisasi, makanan tinggi merkuri, serta makanan yang berisiko membuat tersedak seperti kacang dan kismis sebelum usia 1 tahun. Laman Kemenkes RI juga menyebut teh, kopi, pemanis buatan, dan kacang utuh sebaiknya dihindari.

Konten ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan medis, hubungi dokter atau bidan Anda.

Punya pertanyaan seputar mpasi?

Tanya lewat WhatsApp