Baru: alat cek usia dan milestone anak sudah bisa dipakai gratis. Coba sekarang

Artikel ini bagian dari panduan ibu hamil, halaman induk yang mengumpulkan seluruh bacaan untuk tahap ini.

Kehamilan

Manfaat Buah Naga untuk Ibu Hamil dan Cara Konsumsinya

Oleh Tim Redaksi Asuh Anak· 12 menit baca

Manfaat Buah Naga untuk Ibu Hamil dan Cara Konsumsinya

Manfaat buah naga untuk ibu hamil sebagian besar datang dari kandungan serat dan airnya yang tinggi, ditambah vitamin C, zat besi, kalsium, serta mineral lain yang dibutuhkan tubuh selama kehamilan. Menurut Kemenkes RI, buah naga merah termasuk buah yang mengandung kadar air dan serat pangan yang cukup tinggi sehingga sangat baik untuk mengatasi sembelit, sekaligus merupakan sumber prebiotik yang baik untuk menjaga kesehatan pencernaan. Kabar baiknya, buah naga adalah buah segar biasa yang bisa Bunda nikmati sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang, bukan makanan istimewa yang perlu diperlakukan sebagai obat. Artikel ini membahas kandungan gizinya, manfaat yang benar-benar didukung sumber resmi, takaran yang masuk akal, cara konsumsi yang aman, serta kapan Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Kandungan Gizi Buah Naga

Buah naga, yang juga dikenal sebagai pitaya atau dragon fruit, adalah buah tropis yang tumbuh subur di Indonesia. Kemenkes RI menggambarkan ciri khasnya berupa kulit luar berwarna merah tebal dengan sisik hijau menyerupai naga, serta daging buah bertekstur lembut dengan banyak biji hitam kecil. Rasanya manis bercampur asam, dan teksturnya lembut sehingga mudah dimakan bahkan ketika mual sedang mengganggu.

Menurut Kemenkes RI, buah naga menyimpan fosfor, zat besi, vitamin B2, natrium, vitamin C, vitamin E, vitamin B1, vitamin B3, magnesium, likopen, karotenoid, kalium, dan zinc. Buah ini juga mengandung serat, air, energi, karbohidrat, protein, lemak, dan kalsium. Dalam artikel terpisah yang membahas buah naga dan kesehatan jantung, Kemenkes RI menambahkan bahwa buah ini mengandung antioksidan seperti betasianin, betaksantin, dan vitamin C yang melawan radikal bebas serta mengurangi peradangan.

Daftar itu terdengar panjang, tetapi intinya sederhana: buah naga adalah buah segar yang padat gizi dengan kandungan air dan serat yang menonjol. Perlu Bunda catat, tidak ada satu pun buah yang bisa memenuhi seluruh kebutuhan gizi kehamilan sendirian. Kemenkes RI justru menekankan bahwa ibu hamil harus mengonsumsi makanan yang beranekaragam, baik proporsi maupun jumlahnya, karena harus memenuhi kebutuhan zat gizi untuk dirinya sendiri sekaligus untuk pertumbuhan dan perkembangan janinnya.

Ringkasan cepat. Yang paling menonjol dari buah naga menurut Kemenkes RI:
  • Serat dan air tinggi, baik untuk mengatasi sembelit.
  • Sumber prebiotik yang membantu menjaga kesehatan pencernaan.
  • Antioksidan (betasianin, betaksantin, vitamin C) yang menangkal radikal bebas.
  • Zat besi dan vitamin C, dengan vitamin C berperan membantu penyerapan zat besi.
  • Kalsium, magnesium, dan kalium untuk tulang serta pengaturan tekanan darah.

Manfaat Buah Naga untuk Ibu Hamil

Perlu disampaikan sejak awal secara jujur: artikel resmi Kemenkes RI tentang buah naga membahas manfaatnya untuk anak dan untuk kesehatan jantung secara umum, bukan penelitian khusus pada ibu hamil. Kandungan gizi buahnya tentu sama siapa pun yang memakannya, jadi yang kita lakukan di sini adalah menghubungkan kandungan tersebut dengan kebutuhan gizi kehamilan yang dijelaskan Kemenkes. Anggap ini sebagai alasan yang masuk akal untuk menikmati buah naga, bukan sebagai klaim penyembuhan.

Membantu meredakan sembelit

Ini manfaat yang paling relevan bagi banyak Bunda. Kemenkes RI menjelaskan bahwa buah naga merah mengandung kadar air dan serat pangan yang cukup tinggi, dan kedua nutrisi ini sangat baik untuk mengatasi sembelit atau konstipasi. Buah naga juga disebut sebagai sumber prebiotik yang baik untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Mengapa ini penting saat hamil? Dalam artikel Kemenkes RI tentang konstipasi, kehamilan disebut secara eksplisit sebagai salah satu kondisi gangguan hormon yang dapat memicu konstipasi. Faktor risiko lain yang disebutkan adalah dehidrasi, pola makan rendah serat, kurang aktif bergerak, dan efek samping obat termasuk suplemen besi. Jadi bila Bunda merasa sembelit memburuk setelah mulai rutin minum tablet tambah darah, itu bukan salah Bunda dan bukan hal aneh. Menambah asupan serat dan cairan dari buah seperti buah naga adalah langkah yang wajar untuk membantu.

Kemenkes RI juga mendefinisikan konstipasi sebagai buang air besar yang tidak teratur, yaitu kurang dari tiga kali dalam seminggu, meskipun frekuensi normal setiap orang memang berbeda. Jadi Bunda tidak perlu panik hanya karena tidak buang air besar setiap hari.

Mendukung asupan zat besi dan mencegah anemia

Kemenkes RI menyebutkan bahwa konsumsi buah naga merah secara rutin diketahui dapat membantu mencegah anemia pada anak-anak dan orang dewasa berkat kandungan zat besi di dalamnya. Kemenkes juga menjelaskan bahwa kandungan vitamin C dalam buah naga merah berperan dalam membantu penyerapan zat besi oleh tubuh. WHO memperkuat prinsip yang sama dan menyarankan konsumsi makanan kaya vitamin C seperti buah dan sayur karena membantu tubuh menyerap zat besi.

Konteksnya penting. Menurut Kemenkes RI, selama kehamilan ibu membutuhkan asupan zat besi dua kali lipat dibandingkan wanita tidak hamil, yaitu 27 miligram sehari, karena tubuh perlu membuat lebih banyak darah untuk memasok oksigen ke bayi. Bila asupan zat besi kurang, ibu bisa mengalami anemia defisiensi besi yang membuat mudah lelah, dan bila parah dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, serta depresi pascamelahirkan. Secara global, WHO memperkirakan 37% ibu hamil berusia 15 sampai 49 tahun mengalami anemia pada 2019, setara sekitar 32 juta orang. Bila Bunda ingin memahami angka hemoglobin sendiri, silakan baca panduan kami tentang HB normal ibu hamil.

Perhatian. Buah naga bukan pengganti tablet tambah darah. Kemenkes RI menyatakan ibu hamil diharuskan mengonsumsi tablet Fe minimal sebanyak 60 tablet selama kehamilannya, karena tablet ini berfungsi menambah asupan nutrisi pada janin, mencegah anemia defisiensi besi, mencegah perdarahan saat persalinan, dan menurunkan risiko kematian ibu akibat perdarahan saat persalinan. Keputusan mengenai suplemen dan dosisnya selama hamil harus lewat konsultasi dengan bidan atau dokter, bukan diputuskan sendiri berdasarkan artikel mana pun.

Mendukung daya tahan tubuh

Kemenkes RI menyebutkan bahwa kandungan antioksidan buah naga merah yang cukup tinggi berperan mendukung daya tahan tubuh, karena antioksidan membantu menangkal radikal bebas di dalam tubuh. Selain antioksidan, protein dan berbagai vitamin dalam buah naga juga disebut berperan meningkatkan sistem imunitas. Kemenkes sendiri langsung menambahkan pengingat yang jujur: buah naga bukan satu-satunya makanan bergizi yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Menyumbang kalsium untuk tulang

Buah naga mengandung kalsium, dan Kemenkes RI menjelaskan kalsium diperlukan tubuh untuk menyehatkan tulang, otot, sistem saraf, dan organ tubuh lainnya agar berfungsi dengan baik. Bagi ibu hamil, kalsium adalah nutrisi penting untuk membentuk tulang dan gigi bayi yang kuat sekaligus membantu sistem peredaran darah, otot, dan saraf ibu berjalan normal. Kemenkes menyebut wanita hamil membutuhkan 1000 miligram kalsium per hari yang bisa dibagi dalam dua dosis 500 miligram. Buah naga hanya menyumbang sebagian kecil dari kebutuhan itu, jadi tetap perlu sumber lain. Selengkapnya bisa Bunda baca di artikel kalsium untuk ibu hamil.

Mendukung kesehatan jantung dan tekanan darah

Menurut Kemenkes RI, magnesium dan kalium dalam buah naga dapat membantu mengatur tekanan darah. Kalium membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh, yang penting untuk menjaga tekanan darah tetap normal, sementara serat dalam buah naga membantu menurunkan kadar kolesterol LDL. Kemenkes juga mencatat bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengonfirmasi manfaat ini secara lebih luas, sehingga sikap yang tepat adalah menikmati buah naga sebagai bagian dari diet seimbang, bukan mengandalkannya sebagai terapi.

Buah Naga Merah atau Putih, Mana yang Lebih Baik?

Pertanyaan ini sering muncul di grup ibu hamil. Kemenkes RI menjelaskan bahwa daging buah naga bisa berwarna putih, kuning, merah muda, atau merah tua tergantung varietasnya. Artikel Kemenkes yang membahas manfaat buah naga memang banyak menyoroti buah naga merah, terutama untuk kandungan serat, antioksidan, kalsium, dan zat besinya.

Meski begitu, tidak ada pernyataan resmi bahwa ibu hamil wajib memilih varietas tertentu, dan sumber-sumber yang kami periksa tidak membandingkan keduanya secara langsung. Karena itu, jangan sampai Bunda merasa bersalah kalau di pasar hanya tersedia buah naga putih. Yang jauh lebih menentukan adalah keragaman buah dan sayur yang Bunda makan sepanjang minggu, bukan warna satu buah. Bunda bisa menyelinginya dengan pilihan lain yang kami bahas di artikel buah yang bagus untuk ibu hamil.

Berapa Banyak Buah Naga yang Sebaiknya Dimakan?

Tidak ada takaran khusus buah naga untuk ibu hamil yang dikeluarkan Kemenkes RI maupun WHO, dan kami tidak akan mengarang angkanya. Yang tersedia adalah anjuran umum WHO: setiap orang berusia di atas 10 tahun sebaiknya mengonsumsi setidaknya 400 gram buah dan sayur per hari. WHO juga menganjurkan asupan serat pangan alami setidaknya 25 gram per hari dari makanan.

Cara paling praktis menerjemahkannya adalah dengan memposisikan buah naga sebagai salah satu dari beberapa jenis buah yang Bunda makan hari itu, bukan satu-satunya. Kemenkes RI menegaskan prinsip yang sama lewat empat pesan khusus untuk ibu hamil, yaitu membiasakan mengonsumsi aneka ragam makanan, membatasi garam, minum air putih yang banyak, dan membatasi kopi. Poin "aneka ragam" ini yang sering terlewat ketika satu buah sedang viral dianggap ajaib.

Satu catatan tambahan dari Kemenkes RI: ibu hamil disarankan membatasi makanan yang mengandung energi tinggi seperti yang banyak mengandung gula dan lemak. Buah segar utuh berbeda jauh dari camilan manis olahan, tetapi prinsip "secukupnya dan beragam" tetap berlaku. Bila Bunda memiliki diabetes gestasional atau sedang dipantau kadar gula darahnya, tanyakan porsi buah yang sesuai kepada bidan atau dokter yang menangani, karena kondisi setiap ibu berbeda.

Catatan Bunda. WHO menyarankan konsumsi buah dan sayur minimal 400 gram per hari untuk usia di atas 10 tahun. Buah naga adalah salah satu cara mencapainya, bukan targetnya sendiri. Kalau hari ini Bunda sudah makan pepaya dan sayur bening, sepotong buah naga adalah pelengkap yang menyenangkan, bukan kewajiban.

Cara Konsumsi Buah Naga yang Aman untuk Ibu Hamil

Buah naga termasuk buah yang ramah untuk ibu hamil karena teksturnya lembut dan rasanya segar. Berikut beberapa cara menikmatinya yang bisa Bunda coba:

  • Dimakan langsung dengan sendok. Belah dua, lalu keruk dagingnya. Ini cara paling sederhana sekaligus paling utuh karena serat dan airnya tidak hilang.
  • Dipotong dadu sebagai camilan sore. Cocok untuk Bunda yang sedang mencari alternatif camilan selain gorengan atau kue manis, sejalan dengan anjuran Kemenkes RI untuk membatasi makanan tinggi gula dan lemak.
  • Dicampur ke salad buah atau yoghurt. Menambah keragaman buah dalam sekali makan, dan yoghurt sekaligus menjadi salah satu sumber kalsium yang disebut Kemenkes RI.
  • Didinginkan sebentar saat mual. Banyak Bunda merasa buah dingin lebih mudah diterima ketika mual di trimester pertama. Ini pengalaman umum, jadi silakan disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menyantapnya:

  1. Cuci bersih kulitnya sebelum dibelah, agar kotoran di permukaan tidak berpindah ke daging buah saat dipotong.
  2. Pilih buah yang segar dan utuh, hindari yang sudah lembek berair, berbau asam menyengat, atau berjamur.
  3. Utamakan buah utuh daripada jus. WHO mencatat bahwa sebagian besar jus buah, termasuk yang tanpa tambahan gula, mengandung gula bebas dalam jumlah signifikan yang konsumsinya perlu dibatasi. Memakan buahnya langsung juga membuat Bunda mendapat seratnya secara penuh.
  4. Perhatikan reaksi tubuh. Bila muncul gatal, ruam, bengkak, atau keluhan pencernaan yang tidak biasa setelah makan buah naga, hentikan dan konsultasikan ke tenaga kesehatan.
  5. Beri jarak dengan tablet tambah darah bila perlu. WHO menyebut sebaiknya suplemen kalsium dan zat besi diminum pada waktu yang berbeda dalam sehari. Untuk aturan minum tablet Bunda sendiri, ikuti arahan bidan atau dokter, dan bacaan tambahan bisa dilihat di artikel obat penambah darah untuk ibu hamil.

Bila Bunda ingin menyusun pola makan harian yang lebih lengkap, bukan hanya soal buah, silakan lanjut ke panduan makanan sehat untuk ibu hamil. Untuk memperkirakan usia kehamilan dan menyesuaikan kebutuhan gizi per trimester, Bunda juga bisa memakai kalkulator kehamilan.

Buah Naga dalam Gambaran Gizi Kehamilan yang Lebih Besar

Agar tidak berlebihan menaruh harapan pada satu buah, ada baiknya kita lihat peta besarnya. Kemenkes RI menjelaskan bahwa bila makanan ibu sehari-hari tidak cukup mengandung zat gizi yang dibutuhkan, janin akan mengambil persediaan yang ada di dalam tubuh ibunya, misalnya sel lemak sebagai sumber kalori dan zat besi dari simpanan tubuh ibu. Kemenkes juga mencatat bahwa beberapa zat gizi tidak disimpan dalam tubuh, seperti vitamin C dan vitamin B yang banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan, sehingga perlu dipenuhi setiap hari. Di sinilah kebiasaan makan buah rutin, termasuk buah naga, benar-benar berarti.

Nutrisi penting lain yang disebutkan Kemenkes RI untuk ibu hamil mencakup folat, kalsium, vitamin D, protein, dan zat besi. Untuk folat, Kemenkes mengutip rekomendasi American College of Obstetrics and Gynecology agar ibu mengonsumsi 600 sampai 800 mikrogram folat selama kehamilan, karena folat berperan penting mencegah cacat tabung saraf pada bayi. Kebutuhan protein disebut sekitar 70 sampai 100 gram per hari tergantung berat badan dan trimester, sedangkan vitamin D sekitar 600 unit internasional per hari. Pembahasan lebih dalam soal folat bisa Bunda temukan di artikel asam folat untuk ibu hamil.

Angka-angka itu bukan untuk dihafal atau dihitung setiap kali makan. Tujuannya hanya menunjukkan bahwa kebutuhan gizi kehamilan terlalu luas untuk ditanggung satu jenis buah. Buah naga adalah pemain pendukung yang baik, dan itu sudah cukup berharga. Kemenkes RI juga mengingatkan agar rencana konsumsi suplemen apa pun dibicarakan terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Kapan Harus ke Bidan atau Dokter

Sebagian besar keluhan pencernaan ringan saat hamil membaik dengan penyesuaian pola makan, cukup minum, dan bergerak aktif sesuai kemampuan. Namun ada kondisi yang sebaiknya tidak ditunggu-tunggu. Segera hubungi bidan, dokter, atau fasilitas kesehatan terdekat bila Bunda mengalami:

  • Sembelit yang tidak membaik meskipun asupan serat dan cairan sudah ditambah, terutama bila berlangsung lama.
  • Nyeri perut hebat, perdarahan dari jalan lahir, atau tinja bercampur darah.
  • Sama sekali tidak bisa buang air besar disertai perut kembung dan muntah.
  • Rasa lelah berlebihan, pusing, napas terasa berat, atau wajah tampak sangat pucat, karena ini bisa berkaitan dengan anemia yang perlu diperiksa.
  • Muncul gatal, ruam, bengkak di wajah atau bibir, atau sesak setelah mengonsumsi buah tertentu.
  • Bunda memiliki diabetes gestasional, gangguan ginjal, atau kondisi khusus lain dan ragu mengenai porsi buah yang aman.

Ingat bahwa memeriksakan diri bukan tanda Bunda berlebihan atau merepotkan. Tenaga kesehatan ada untuk membantu, dan mereka jauh lebih senang memeriksa keluhan kecil daripada menangani masalah yang terlambat diketahui. Pemeriksaan kehamilan rutin adalah kesempatan terbaik untuk menanyakan hal-hal seperti ini, sekecil apa pun rasanya. Bila Bunda hanya ingin bertanya-tanya dulu sebelum kontrol, Asisten AI Bunda bisa menjadi teman mencari informasi awal, meski tetap bukan pengganti pemeriksaan langsung.

Pada akhirnya, manfaat buah naga untuk ibu hamil paling terasa ketika ia diperlakukan apa adanya: buah segar yang lezat, kaya serat dan air, membantu pencernaan yang sedang rewel, dan menyumbang vitamin serta mineral pada hari-hari kehamilan Bunda. Tidak perlu memaksakan diri memakannya setiap hari, dan tidak perlu merasa gagal bila sedang tidak selera. Yang lebih penting adalah pola makan beragam, air putih yang cukup, tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan, dan pemeriksaan kehamilan yang rutin. Untuk menelusuri topik kehamilan lainnya, silakan kunjungi kumpulan artikel kehamilan di Asuh Anak.

Sumber

Artikel ini disusun sebagai edukasi dan bukan pengganti konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan. Keputusan mengenai pola makan, suplemen, dan obat selama kehamilan sebaiknya diambil bersama bidan atau dokter yang memahami kondisi Bunda. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda, silakan berkonsultasi dengan bidan, dokter, atau petugas kesehatan terdekat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah ibu hamil boleh makan buah naga?
Buah naga adalah buah segar biasa dan tidak termasuk dalam daftar bahan makanan yang perlu dihindari atau dibatasi ibu hamil menurut Kemenkes RI. Kemenkes justru menganjurkan ibu hamil membiasakan mengonsumsi aneka ragam makanan, dan buah segar termasuk di dalamnya. Bila Bunda punya kondisi khusus seperti diabetes gestasional atau riwayat alergi buah, tanyakan dulu ke bidan atau dokter kandungan.
Apa manfaat buah naga untuk ibu hamil?
Menurut Kemenkes RI, buah naga mengandung serat pangan dan kadar air yang cukup tinggi sehingga baik untuk mengatasi sembelit, serta antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas. Buah ini juga menyimpan vitamin C, zat besi, kalsium, magnesium, dan kalium. Kombinasi itu mendukung kebutuhan gizi yang meningkat selama kehamilan, meski tetap harus dilengkapi makanan bergizi seimbang lainnya.
Berapa banyak buah naga yang boleh dimakan ibu hamil per hari?
Tidak ada takaran khusus buah naga untuk ibu hamil dari Kemenkes RI maupun WHO. Yang ada adalah anjuran WHO agar setiap orang berusia di atas 10 tahun mengonsumsi setidaknya 400 gram buah dan sayur per hari. Jadi posisikan buah naga sebagai salah satu bagian dari total buah dan sayur harian, bukan satu-satunya buah yang dimakan.
Buah naga merah atau putih yang lebih baik untuk ibu hamil?
Kemenkes RI menjelaskan bahwa daging buah naga bisa berwarna putih, kuning, merah muda, atau merah tua tergantung varietasnya, dan artikel Kemenkes yang membahas manfaatnya banyak menyoroti buah naga merah. Keduanya sama-sama buah segar yang bergizi, jadi Bunda tidak perlu cemas bila hanya menemukan varietas tertentu di pasar. Yang lebih menentukan adalah keragaman buah yang Bunda makan sepanjang minggu.
Apakah buah naga bisa mencegah anemia pada ibu hamil?
Kemenkes RI menyebut konsumsi buah naga merah secara rutin dapat membantu mencegah anemia berkat kandungan zat besinya, dan vitamin C di dalamnya berperan membantu penyerapan zat besi oleh tubuh. Meski begitu, buah naga bukan pengganti tablet tambah darah yang diberikan tenaga kesehatan. Kemenkes mengharuskan ibu hamil mengonsumsi tablet Fe minimal 60 tablet selama kehamilan, jadi tetap ikuti anjuran bidan atau dokter Bunda.
Apakah buah naga membantu mengatasi sembelit saat hamil?
Menurut Kemenkes RI, buah naga mengandung kadar air dan serat pangan yang cukup tinggi sehingga baik untuk mengatasi sembelit, dan buah ini juga merupakan sumber prebiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan. Kehamilan sendiri tercatat Kemenkes sebagai salah satu pemicu konstipasi, begitu pula pola makan rendah serat dan efek samping suplemen besi. Manfaatnya akan lebih optimal bila diimbangi asupan serat dari makanan bergizi seimbang lain dan minum air putih yang cukup.
Kapan ibu hamil perlu ke dokter soal keluhan pencernaan atau gizi?
Segera hubungi bidan atau dokter bila sembelit tidak membaik meski asupan serat dan cairan sudah ditambah, terutama bila disertai nyeri perut hebat, perdarahan, atau tidak bisa buang air besar sama sekali. Keluhan lelah berlebihan yang mengarah pada anemia juga perlu diperiksa lewat pemeriksaan kehamilan rutin. Jangan menunda memeriksakan diri, karena penanganan yang lebih awal selalu lebih baik.

Konten ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan medis, hubungi dokter atau bidan Anda.

Punya pertanyaan seputar kehamilan?

Tanya lewat WhatsApp