Baru: alat cek usia dan milestone anak sudah bisa dipakai gratis. Coba sekarang

Kehamilan

Kalsium untuk Ibu Hamil: Kebutuhan Harian dan Sumbernya

Oleh Tim Redaksi Asuh Anak· 11 menit baca

Kalsium untuk Ibu Hamil: Kebutuhan Harian dan Sumbernya

Kalsium untuk ibu hamil adalah salah satu zat gizi yang paling menentukan selama kehamilan, karena dari sinilah tulang dan gigi janin dibentuk sekaligus kesehatan tulang Bunda dijaga. Menurut Kemenkes RI, ibu hamil membutuhkan 1000 miligram kalsium yang bisa dibagi dalam dua dosis 500 miligram per hari. Kabar baiknya, kebutuhan sebesar itu bukan sesuatu yang mustahil dipenuhi, karena sumbernya ada pada makanan yang akrab di meja makan keluarga Indonesia seperti susu, ikan, tahu, dan sayuran hijau. Artikel ini akan membahas mengapa kalsium sepenting itu, berapa kebutuhan hariannya, dari mana saja Bunda bisa mendapatkannya, apa kata WHO soal kaitan kalsium dengan preeklampsia, serta kapan sebaiknya berbicara dengan dokter atau bidan.

Mengapa Kalsium Begitu Penting Selama Kehamilan

Kalsium sering dianggap sekadar "zat untuk tulang", padahal perannya selama kehamilan jauh lebih luas dari itu. Kemenkes RI menjelaskan bahwa kalsium dibutuhkan dalam pembentukan tulang dan gigi janin, serta menjaga kesehatan tulang ibu hamil. Lebih dari itu, Kemenkes juga menyebut kalsium membantu menurunkan risiko gangguan kehamilan, seperti hipertensi dan kelahiran prematur. Jadi kalsium bekerja pada dua sisi sekaligus, yaitu membangun tubuh si kecil dan melindungi kesehatan Bunda sendiri.

Untuk pertumbuhan janin

Sepanjang kehamilan, janin sedang membangun kerangka tubuhnya dari nol. Tulang dan gigi yang kelak menopang seluruh tubuhnya dibentuk pada masa ini, dan bahan bakunya berasal dari apa yang Bunda konsumsi. Inilah sebabnya kebutuhan kalsium menjadi perhatian khusus selama hamil, bukan sekadar pelengkap. Kebutuhan gizi anak sudah dimulai sejak dalam kandungan, jauh sebelum ia lahir dan mulai makan sendiri, dan hal serupa berlaku untuk zat gizi lain yang dibahas dalam panduan kehamilan kami.

Untuk kesehatan tulang Bunda

Bagian yang sering luput dari perhatian adalah kepentingan Bunda sendiri. Kemenkes RI secara khusus menyebut kalsium berperan menjaga kesehatan tulang ibu hamil, bukan hanya tulang janin. Artinya, memenuhi kebutuhan kalsium bukan tindakan yang semata-mata "untuk bayi", melainkan juga investasi bagi tubuh Bunda dalam jangka panjang. Ibu yang sehat adalah fondasi terbaik bagi anak yang sehat, dan keduanya tidak perlu dipertentangkan.

Catatan Bunda. Kalsium bekerja bersama zat gizi lain, bukan sendirian. Selama kehamilan, Kemenkes RI juga menyoroti pentingnya asam folat, zat besi, dan protein. Jadi cara paling masuk akal adalah membenahi pola makan secara keseluruhan, bukan mengejar satu zat gizi saja sambil mengabaikan yang lain.

Berapa Kebutuhan Kalsium Ibu Hamil Setiap Hari

Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya cukup jelas. Menurut Kemenkes RI lewat laman Ayo Sehat, ibu hamil membutuhkan 1000 miligram kalsium yang bisa dibagi dalam dua dosis 500 miligram per hari. Perhatikan kata "dibagi" di sana, karena itu petunjuk yang berguna secara praktis: Bunda tidak perlu memenuhi seluruh kebutuhan dalam sekali makan. Menyebarkannya sepanjang hari, misalnya sebagian di pagi hari dan sebagian di sore atau malam, jauh lebih realistis dijalankan lewat menu makan biasa.

Angka 1000 miligram ini adalah kebutuhan gizi harian, bukan resep obat. Idealnya, kebutuhan tersebut dipenuhi lebih dulu dari makanan sehari-hari sebelum berpikir tentang suplemen. Perlu diingat juga bahwa kebutuhan setiap ibu hamil bisa berbeda tergantung kondisi kesehatan, usia kehamilan, dan riwayat medis masing-masing. Karena itu, angka ini paling baik dipakai sebagai gambaran umum, bukan sebagai patokan kaku yang harus dikejar sampai angka terakhir. Dokter atau bidan yang memeriksa Bunda adalah pihak yang paling tepat menilai kebutuhan personal Anda.

Kenapa sebaiknya dibagi, bukan sekaligus

Petunjuk Kemenkes untuk membagi kebutuhan menjadi dua dosis 500 miligram punya nilai praktis yang besar bagi kehidupan sehari-hari. Bayangkan bila Bunda merasa harus memenuhi seluruh kebutuhan dalam satu waktu makan, tentu terasa memberatkan dan sulit dipertahankan setiap hari. Dengan membaginya, kebutuhan itu berubah menjadi dua target kecil yang jauh lebih mudah dicapai, misalnya lewat sarapan dan makan malam.

Pembagian ini juga membantu pada masa-masa ketika nafsu makan Bunda sedang naik turun. Pada trimester awal yang kerap disertai mual, porsi besar sering kali justru sulit ditoleransi. Menyebarkan asupan ke beberapa kesempatan makan membuat target harian tetap mungkin dicapai tanpa harus memaksakan diri dalam sekali duduk.

Jangan jadikan angka sebagai beban

Satu hal yang penting disampaikan: angka 1000 miligram bukanlah ujian yang harus Bunda lulusi setiap hari dengan sempurna. Tidak ada ibu hamil yang menghitung miligram di setiap suapan, dan itu wajar sekali. Yang lebih bermanfaat adalah memastikan sumber kalsium hadir secara rutin dalam menu harian, lalu membiarkan tenaga kesehatan yang menilai apakah ada yang perlu disesuaikan saat pemeriksaan.

Bunda yang sedang memantau usia kehamilan dan ingin menyesuaikan perhatian gizi di tiap trimester bisa memanfaatkan kalkulator kehamilan untuk membantu menandai perjalanan kehamilan dari waktu ke waktu.

Sumber Kalsium untuk Ibu Hamil dari Makanan Sehari-hari

Bagian yang paling melegakan: sumber kalsium sebenarnya sangat mudah ditemukan, dan tidak harus mahal. Kemenkes RI menyebutkan bahwa sumber kalsium yang baik bisa ditemukan pada susu, yoghurt, keju, ikan dan seafood yang rendah merkuri, seperti ikan lele, udang, salmon, dan tahu, juga sayuran berdaun hijau tua. Pada laman rekomendasi suplemen, Kemenkes juga menyebut kalsium bisa didapat dengan banyak mengonsumsi makanan seperti keju, susu, yoghurt, daging, sayur brokoli, dan ikan.

Sumber dari protein hewani

Kemenkes RI menjelaskan bahwa asupan kalsium bisa didapat dari sumber protein hewani seperti susu, produk susu (yoghurt dan keju), serta ikan. Kelompok ini biasanya menjadi andalan pertama karena mudah didapat dan gampang diolah. Beberapa pilihan yang disebut Kemenkes:

  • Susu dan produk olahannya, termasuk yoghurt dan keju.
  • Ikan dan seafood yang rendah merkuri, seperti ikan lele, udang, dan salmon. Perhatikan bahwa Kemenkes menekankan pilihan yang rendah merkuri, jadi jenis ikannya memang perlu diperhatikan, bukan asal ikan.
  • Daging, yang juga disebut sebagai salah satu sumber kalsium.

Sumber dari nabati

Bunda yang kurang cocok dengan susu, tidak menyukainya, atau sedang mual sehingga sulit menerima produk susu, tetap punya pilihan lain. Kemenkes RI menyebut sumber kalsium nabati berikut:

  • Tahu, yang murah, mudah didapat, dan fleksibel diolah menjadi banyak masakan.
  • Sayuran berdaun hijau tua, yang oleh Kemenkes disebut sebagai salah satu sumber kalsium yang baik.
  • Brokoli, yang disebut Kemenkes pada laman rekomendasi suplemen kehamilan.

Kabar baiknya, ini berarti tidak minum susu bukan berarti kebutuhan kalsium otomatis gagal terpenuhi. Ada banyak jalan menuju kecukupan gizi, dan Bunda boleh memilih yang paling cocok dengan selera serta kondisi perut Anda, terutama saat morning sickness sedang mengganggu.

Menyusunnya jadi menu sehari

Melihat daftar bahan makanan kadang masih terasa abstrak. Cara yang lebih membantu adalah membayangkannya tersebar di beberapa waktu makan. Misalnya, susu atau yoghurt di pagi hari, lauk ikan atau tahu di siang hari, lalu sayur hijau tua atau brokoli di sore hari. Pola seperti ini sejalan dengan saran Kemenkes untuk membagi asupan kalsium menjadi dua bagian dalam sehari, dan yang lebih penting, jauh lebih ringan dijalankan daripada memaksakan semuanya sekaligus.

Satu catatan praktis dari Kemenkes yang layak diingat saat mengolah sayuran: cuci sayuran sebersih mungkin, karena sisa tanah pada sayuran dikhawatirkan bisa mengandung toksoplasma yang berbahaya bagi janin. Jadi kebersihan bahan makanan sama pentingnya dengan kandungan gizinya.

Saat mual membuat makan terasa berat

Kenyataannya, banyak Bunda menghadapi masa ketika membaca daftar makanan sehat saja sudah membuat perut bergejolak. Bila sedang berada di fase itu, cobalah bersikap lunak pada diri sendiri. Daftar sumber kalsium yang disebut Kemenkes cukup beragam, sehingga bila susu sedang tidak tertelan, masih ada tahu, ikan, keju, atau sayuran hijau tua yang bisa dicoba pada kesempatan lain.

Prinsipnya, keberagaman itu justru keuntungan Bunda. Tidak ada satu makanan wajib yang bila terlewat membuat semuanya gagal. Bila kesulitan makan berlangsung lama sampai Bunda khawatir asupan harian jauh dari cukup, itulah saat yang tepat untuk membicarakannya dengan bidan atau dokter, bukan memendamnya sendiri.

Ringkasan sumber kalsium menurut Kemenkes RI.
  • Susu, yoghurt, dan keju
  • Ikan dan seafood rendah merkuri (lele, udang, salmon)
  • Daging
  • Tahu
  • Sayuran berdaun hijau tua dan brokoli

Kalsium dan Pencegahan Preeklampsia

Salah satu alasan kalsium mendapat perhatian serius dalam layanan kehamilan adalah kaitannya dengan preeklampsia. Menurut WHO, preeklampsia adalah gangguan tekanan darah tinggi yang biasanya berkembang setelah usia kehamilan 20 minggu. WHO menyebut kondisi ini memengaruhi 3 sampai 8 persen perempuan yang melahirkan di seluruh dunia, dan gangguan tekanan darah dalam kehamilan bertanggung jawab atas sekitar 16 persen kematian ibu secara global. Angka-angka ini terdengar berat, tetapi tujuan menyebutkannya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan menjelaskan mengapa tenaga kesehatan begitu rutin mengukur tekanan darah di setiap kunjungan.

Di sinilah kalsium masuk. WHO merekomendasikan bahwa pada populasi dengan asupan kalsium dari makanan yang rendah, suplementasi kalsium harian direkomendasikan bagi ibu hamil untuk menurunkan risiko preeklampsia. Kemenkes RI pada laman rekomendasi suplemen kehamilan juga menyebutkan bahwa suplementasi kalsium patut ditambahkan untuk mencegah preeklampsia semasa kehamilan.

Ada dua hal penting yang perlu dibaca dengan cermat dari rekomendasi WHO tersebut. Pertama, rekomendasi itu spesifik untuk populasi dengan asupan kalsium rendah, bukan anjuran universal untuk semua ibu hamil tanpa terkecuali. Kedua, ini adalah rekomendasi tingkat kebijakan dan layanan kesehatan, yang penerapannya pada Bunda secara pribadi tetap perlu dinilai oleh tenaga kesehatan. Menilai sendiri apakah asupan kalsium Anda "termasuk rendah" bukanlah sesuatu yang bisa dipastikan dari perkiraan di rumah.

Perlukah Bunda Minum Suplemen Kalsium?

Jawaban jujurnya: itu bukan keputusan yang sebaiknya diambil sendiri. Kemenkes RI menyebutkan angka suplementasi kalsium sebanyak 1,5 sampai 2 gram untuk mencegah preeklampsia semasa kehamilan, dan WHO menyebut suplementasi kalsium harian sebesar 1,5 gram sampai 2 gram kalsium elemental oral untuk ibu hamil pada populasi dengan asupan kalsium rendah. Angka-angka ini disebutkan di sini semata sebagai informasi tentang apa yang tertulis di pedoman resmi, bukan sebagai anjuran untuk Bunda ikuti sendiri. Konsultasikan dengan dokter atau bidan untuk dosis dan keputusan yang sesuai kondisi Anda.

Kemenkes RI sendiri menutup pembahasan suplemen kehamilan dengan pesan yang jelas: selalu konsultasikan penggunaan suplemen Anda dengan bidan atau tenaga kesehatan yang Anda percayai. Ini pesan yang sederhana tetapi penting, karena setiap kehamilan punya konteksnya sendiri. Riwayat tekanan darah, kondisi ginjal, pola makan harian, serta suplemen atau obat lain yang sedang Bunda konsumsi semuanya ikut memengaruhi keputusan tersebut.

Perhatian. Setiap keputusan untuk minum obat atau suplemen apa pun selama kehamilan, termasuk kalsium, harus melalui konsultasi dengan dokter atau bidan. Jangan menentukan sendiri dosisnya, jangan mengikuti takaran milik ibu hamil lain, dan jangan menambah atau menghentikan suplemen tanpa sepengetahuan tenaga kesehatan yang memeriksa Anda. Yang aman bagi satu ibu belum tentu sesuai bagi ibu lain.

Makanan dulu, suplemen kemudian

Prinsip yang umum dipegang dalam pedoman gizi adalah mengutamakan makanan sebagai sumber zat gizi. Kemenkes RI sendiri, saat membahas kalsium, mendahulukan penjelasan tentang makanan seperti keju, susu, yoghurt, daging, brokoli, dan ikan, sebelum menyinggung suplementasi. Suplemen berperan melengkapi ketika ada kebutuhan tertentu yang dinilai tenaga kesehatan, bukan menggantikan piring makan Bunda sehari-hari.

Karena itu, bila Bunda merasa asupan kalsium kurang, langkah pertama yang paling masuk akal adalah membicarakannya saat pemeriksaan kehamilan rutin. Bawa gambaran menu harian Anda, lalu tanyakan apakah perlu penyesuaian. Cara ini jauh lebih aman dan lebih tepat sasaran daripada membeli suplemen berdasarkan rekomendasi dari media sosial atau saran dari orang yang tidak memeriksa kondisi Anda.

Kalsium bukan satu-satunya

Perlu diingat bahwa kalsium hanyalah satu bagian dari kebutuhan gizi kehamilan. Kemenkes RI menyebut ibu hamil membutuhkan 600 sampai 800 mikrogram asam folat, dengan sumber seperti kacang-kacangan, hati, telur, dan sayuran hijau. Pembahasan lebih dalam soal itu ada pada artikel asam folat untuk ibu hamil. Zat besi juga mendapat perhatian khusus lewat tablet tambah darah, yang menurut Kemenkes berguna untuk membentuk plasenta yang kuat, melancarkan sirkulasi oksigen dalam tubuh, dan menjaga kebugaran tubuh Bunda serta janin, dan bisa Bunda baca lebih lanjut pada artikel obat penambah darah untuk ibu hamil. Untuk gambaran menyeluruh tentang zat gizi selama kehamilan, artikel vitamin ibu hamil membahasnya lebih lengkap.

Memenuhi gizi sejak masa kehamilan juga merupakan bagian dari upaya besar yang lebih luas, yaitu mendukung tumbuh kembang anak sejak awal. Kaitannya dengan pencegahan stunting sangat erat, karena periode dalam kandungan termasuk bagian paling menentukan dari 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Kapan Harus ke Dokter atau Bidan

Pemeriksaan kehamilan rutin adalah cara terbaik memantau kesehatan Bunda dan janin, termasuk memantau tekanan darah yang berkaitan dengan preeklampsia. Jadikan itu kebiasaan, bukan hanya sesuatu yang dilakukan saat merasa tidak enak badan. Di luar jadwal rutin tersebut, WHO menyebutkan sejumlah tanda preeklampsia yang perlu diwaspadai. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila Bunda mengalami:

  • Tekanan darah tinggi yang menetap.
  • Sakit kepala hebat.
  • Gangguan penglihatan, misalnya pandangan kabur atau melihat bintik-bintik.
  • Nyeri pada perut bagian atas.
  • Mual dan muntah yang muncul setelah trimester pertama.
  • Pembengkakan pada tangan dan wajah.

Selain itu, bicarakan dengan dokter atau bidan bila Bunda ragu apakah asupan kalsium sudah tercukupi, bila sedang mempertimbangkan suplemen apa pun, bila mengalami kesulitan makan sehingga menu harian terasa jauh dari ideal, atau bila sudah terlanjur mengonsumsi suplemen tanpa anjuran dan ingin memastikan keamanannya.

Perlu ditegaskan, bertanya kepada tenaga kesehatan bukan tanda Bunda kurang tahu atau merepotkan. Justru itulah fungsi pemeriksaan kehamilan. Tenaga kesehatan ada untuk membantu, bukan menghakimi, dan pertanyaan sekecil apa pun tetap layak disampaikan.

Menutup pembahasan ini, memenuhi kalsium selama kehamilan sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Kemenkes RI sudah memberi patokan yang jelas, yaitu 1000 miligram per hari yang bisa dibagi menjadi dua bagian, dengan sumber yang akrab seperti susu, ikan, tahu, dan sayuran hijau tua. Sisanya adalah soal konsistensi kecil setiap hari dan komunikasi yang terbuka dengan bidan atau dokter Anda. Untuk menelusuri topik kehamilan lainnya, Bunda bisa mengunjungi kumpulan artikel kehamilan di Asuh Anak.

Sumber

Artikel ini disusun sebagai edukasi dan bukan pengganti konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan. Angka kebutuhan gizi dan suplementasi yang disebutkan di atas dikutip dari pedoman resmi Kemenkes RI dan WHO sebagai informasi, bukan sebagai anjuran dosis untuk Anda ikuti sendiri. Untuk penilaian, dosis, dan penanganan yang sesuai dengan kondisi kehamilan Anda, silakan berkonsultasi dengan bidan, dokter, atau petugas kesehatan terdekat.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa kebutuhan kalsium ibu hamil per hari?
Menurut Kemenkes RI lewat laman Ayo Sehat, ibu hamil membutuhkan 1000 miligram kalsium per hari, yang bisa dibagi dalam dua dosis 500 miligram. Angka ini adalah kebutuhan gizi harian yang idealnya dipenuhi lebih dulu dari makanan sehari-hari. Kebutuhan setiap ibu bisa berbeda tergantung kondisi masing-masing, jadi konsultasikan dengan dokter atau bidan Anda.
Apa saja sumber kalsium yang baik untuk ibu hamil?
Kemenkes RI menyebutkan sumber kalsium yang baik ada pada susu, yoghurt, keju, ikan dan seafood yang rendah merkuri seperti ikan lele, udang, dan salmon, juga tahu serta sayuran berdaun hijau tua. Pada laman lain Kemenkes juga menyebut daging dan brokoli sebagai sumber kalsium. Menggabungkan beberapa sumber dalam sehari lebih mudah dijalankan daripada mengandalkan satu jenis makanan saja.
Apakah ibu hamil harus minum suplemen kalsium?
Tidak semua ibu hamil otomatis membutuhkan suplemen, karena kebutuhan kalsium bisa dipenuhi dari makanan. Kemenkes RI menegaskan agar selalu mengonsultasikan penggunaan suplemen dengan bidan atau tenaga kesehatan yang Anda percayai. Keputusan minum suplemen atau obat apa pun selama hamil sebaiknya diambil bersama tenaga kesehatan, bukan sendiri.
Apakah kalsium bisa mencegah preeklampsia?
WHO merekomendasikan suplementasi kalsium harian bagi ibu hamil pada populasi yang asupan kalsium dari makanannya rendah, untuk menurunkan risiko preeklampsia. Rekomendasi ini spesifik untuk kelompok dengan asupan kalsium rendah, bukan anjuran umum untuk semua ibu hamil. Karena itu penilaian apakah Anda termasuk kelompok tersebut perlu dilakukan oleh dokter atau bidan.
Apa itu preeklampsia dan kapan biasanya muncul?
Menurut WHO, preeklampsia adalah gangguan tekanan darah tinggi yang umumnya berkembang setelah usia kehamilan 20 minggu. WHO menyebut kondisi ini memengaruhi 3 sampai 8 persen perempuan yang melahirkan di seluruh dunia. Karena itu pemeriksaan kehamilan rutin yang mencakup pengukuran tekanan darah sangat penting.
Bolehkah kalsium diminum sekaligus dalam satu waktu?
Kemenkes RI menyebutkan kebutuhan 1000 miligram kalsium bisa dibagi dalam dua dosis 500 miligram per hari. Membagi asupan sepanjang hari juga lebih mudah dijalankan lewat menu makan biasa. Untuk aturan minum suplemen yang sesuai kondisi Anda, tanyakan langsung kepada dokter atau bidan.
Kapan ibu hamil harus segera memeriksakan diri terkait tekanan darah?
WHO menyebut tanda preeklampsia antara lain tekanan darah tinggi yang menetap, sakit kepala hebat, gangguan penglihatan seperti pandangan kabur atau melihat bintik, nyeri perut bagian atas, mual dan muntah setelah trimester pertama, serta pembengkakan pada tangan dan wajah. Bila mengalami tanda-tanda tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Jangan menunggu jadwal kontrol berikutnya.

Konten ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan medis, hubungi dokter atau bidan Anda.

Punya pertanyaan seputar kehamilan?

Tanya lewat WhatsApp