Baru: alat cek usia dan milestone anak sudah bisa dipakai gratis. Coba sekarang

Artikel ini bagian dari panduan bayi baru lahir, halaman induk yang mengumpulkan seluruh bacaan untuk tahap ini.

ASI

ASI Bertahan Berapa Lama? Umur Produksi ASI, Bukan Cuma Umur Simpanannya

Oleh Tim Redaksi Asuh AnakKebijakan Editorial· 12 menit baca· Terakhir diperbarui

Dua gelas kecil berisi ASI perah dari ibu yang sama, satu lebih encer dan satu lebih kental
ASI yang diperah pada satu waktu bisa tampak berbeda, karena ASI awal lebih encer sedangkan ASI akhir lebih kaya lemak. Foto: Azoreg / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Pertanyaan ASI bertahan berapa lama sebenarnya menyimpan dua pertanyaan yang sangat berbeda, dan salah satunya jauh lebih jarang dijawab. Pertanyaan pertama menyangkut ASI perah di luar tubuh, yaitu berapa jam atau berapa bulan ia aman disimpan. Pertanyaan kedua menyangkut ASI di dalam tubuh, yaitu berapa lama payudara terus memproduksi, berapa lama produksinya bertahan bila jarang dikosongkan, sampai kapan ASI masih bergizi, dan apakah ia masih bisa kembali setelah berhenti. Halaman ini membahas pertanyaan kedua secara utuh, karena pertanyaan pertama sudah dibahas tuntas di berapa lama ASI bertahan di suhu ruang lengkap dengan tabel semua media penyimpanan.

Jawaban singkatnya begini. Produksi ASI tidak punya tanggal kedaluwarsa yang berjalan sendiri. Ia mengikuti seberapa sering ASI dikeluarkan, dan menurut IDAI, bila bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti menghasilkan ASI. Selama pengeluarannya terus berlangsung, produksi bisa bertahan bertahun-tahun. Bahkan setelah berhenti pun, ASI masih bisa dipanggil kembali.

Dua Pertanyaan Berbeda di Balik Satu Kalimat

Ketika Bunda mengetik pertanyaan ini, biasanya ada satu kekhawatiran nyata di baliknya, dan mengenali kekhawatiran itu membuat jawabannya lebih tepat sasaran.

Kalau yang Bunda pikirkan adalah botol atau kantong ASI di kulkas, yang dibutuhkan adalah durasi penyimpanan. Angkanya berbeda-beda untuk suhu ruang, cooler bag, kulkas, dan tiap jenis freezer, dan semuanya sudah dirangkum berdampingan pada artikel khusus penyimpanan.

Kalau yang Bunda pikirkan adalah payudara sendiri, pertanyaannya sama sekali lain. Bunda sedang bertanya tentang umur produksi, bukan umur simpanan. Misalnya, apakah ASI bisa habis kalau tidak segera diminum, apakah produksi ikut mati kalau beberapa hari tidak memerah, apakah ASI masih berguna setelah anak makan nasi, dan apakah masih ada jalan kembali setelah sempat berhenti.

Empat pertanyaan itulah yang dijawab pada bagian-bagian berikut, satu per satu, dengan angka dari IDAI, WHO, dan Kemenkes RI.

Pertanyaan tentang umur ASIJawaban singkatSumber
Berapa lama ASI bertahan di payudara?Tidak disimpan sebagai satu takaran; prolaktin dari tiap hisapan berada di darah sekitar 30 menit untuk produksi sesi berikutnyaIDAI
Berapa lama produksi bertahan bila jarang dikosongkan?Makin jarang dihisap makin sedikit ASI; bila hisapan berhenti, produksi berhentiIDAI
Sampai kapan ASI tetap bergizi?Setengah atau lebih kebutuhan energi pada usia 6 sampai 12 bulan, sepertiga pada usia 12 sampai 24 bulanWHO
Bisakah ASI kembali setelah berhenti?Bisa lewat relaktasi; ASI mulai keluar dalam 2 sampai 6 hari, relaktasi penuh dalam 7 sampai 60 hariIDAI
Bagaimana sebaiknya menyapih?Bertahap, supaya anak tidak kaget dengan perubahanKemenkes RI
Ringkasan. Di payudara, ASI diproduksi terus-menerus, bukan disimpan sebagai satu takaran. Produksi turun bila jarang dikeluarkan dan berhenti bila hisapan berhenti (IDAI). ASI tetap menyumbang setengah kebutuhan energi pada usia 6 sampai 12 bulan dan sepertiga pada usia 12 sampai 24 bulan (WHO). Setelah berhenti, ASI masih bisa kembali lewat relaktasi, umumnya mulai keluar dalam 2 sampai 6 hari (IDAI).

Berapa Lama ASI Bertahan di Dalam Payudara

Banyak ibu membayangkan payudara sebagai wadah berisi sejumlah ASI yang perlu segera diminum sebelum isinya rusak. Penjelasan IDAI menggambarkan sesuatu yang berbeda.

IDAI memakai perumpamaan pabrik dan gudang. Alveoli adalah kantong penghasil ASI yang berjumlah jutaan dan berperan sebagai pabrik ASI, sedangkan sinus laktiferus adalah saluran melebar di sekitar areola yang berfungsi menyimpan ASI dan berperan sebagai gudang. IDAI menegaskan bahwa hanya ASI di dalam gudang ASI yang dapat dikeluarkan oleh bayi atau ibunya. Artinya sebagian ASI yang diminum bayi baru dibuat saat itu juga, bukan diambil dari simpanan lama.

Siklus produksinya bahkan punya angka yang cukup pendek. Menurut IDAI, setiap kali bayi menghisap, ujung saraf di sekitar payudara merangsang kelenjar hipofisis bagian depan mengeluarkan prolaktin, dan prolaktin itu berada di peredaran darah selama 30 menit setelah dihisap sehingga dapat merangsang payudara menghasilkan ASI untuk sesi menyusu berikutnya. Jadi menyusui sekarang bukan hanya memberi makan sekarang, melainkan juga memesan produksi untuk nanti.

Alur produksi ASI menurut IDAI: bayi menghisap, prolaktin berada di peredaran darah selama 30 menit, alveoli sebagai pabrik ASI menghasilkan ASI untuk sesi berikutnya, dan hanya ASI di sinus laktiferus atau gudang ASI yang bisa dikeluarkan
Payudara bekerja seperti pabrik yang terus berproduksi mengikuti permintaan, bukan wadah berisi takaran tetap. Diagram: Asuh Anak, berdasarkan IDAI, Manajemen Laktasi.

IDAI juga menyebut bahwa prolaktin umumnya dihasilkan pada malam hari, sehingga menyusui pada malam hari membantu mempertahankan produksi ASI. Ini menjelaskan kenapa melewatkan sesi malam sering berdampak lebih besar daripada melewatkan satu sesi siang.

Satu hal lagi yang sering disalahpahami. Payudara yang terasa lembek dan kosong tidak otomatis berarti ASI habis. IDAI menjelaskan bahwa bila refleks oksitosin tidak bekerja dengan baik, bayi kesulitan mendapatkan ASI dan payudara seolah-olah telah berhenti memproduksi ASI, padahal payudara tetap menghasilkan ASI namun tidak mengalir keluar. IDAI menyebut rasa cemas, sedih, marah, kesal, atau bingung sebagai keadaan yang dapat mengurangi produksi hormon oksitosin, sementara perasaan kasih sayang terhadap bayi, celotehan atau tangisan bayi, serta dukungan ayah dalam pengasuhan justru meningkatkannya. IDAI juga menambahkan bahwa ukuran payudara tidak menentukan, karena payudara kecil maupun besar mempunyai alveoli dan sinus laktiferus yang sama.

Berapa Lama Produksi Bertahan Kalau Payudara Jarang Dikosongkan

Ini pertanyaan yang paling sering muncul pada ibu bekerja, ibu yang sedang sakit, atau ibu yang terpisah sementara dari bayinya.

Aturan dasarnya dinyatakan IDAI dengan sangat lugas. Makin banyak ASI yang dikeluarkan dari gudang ASI, makin banyak produksi ASI. Dengan kata lain, makin sering bayi menyusui makin banyak ASI diproduksi, dan sebaliknya makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI. IDAI menutup penjelasan itu dengan kalimat yang menjawab langsung pertanyaan di judul: jika bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti menghasilkan ASI.

Perhatikan bahwa ini bukan sakelar mati-hidup, melainkan pengaturan bertahap. Satu sesi yang terlewat tidak menghentikan apa pun. Yang menurunkan produksi adalah pola, yaitu jeda yang panjang dan berulang tanpa pengosongan. Karena itu ibu bekerja disarankan tetap memerah pada jam-jam bayi biasanya menyusu, bukan sekadar memerah bila sempat.

IDAI juga menyebutkan bahwa hormon prolaktin menekan ovulasi, sehingga menyusui secara eksklusif akan memperlambat kembalinya kesuburan dan haid. Ini efek samping yang perlu Bunda ketahui, bukan metode yang bisa diandalkan sendirian.

Bila produksi terasa menurun, urutan langkah yang masuk akal adalah memperbaiki frekuensi dan efektivitas pengosongan lebih dulu, baru mempertimbangkan hal lain. Pembahasan lengkap soal apa yang benar-benar berpengaruh dan apa yang hanya terasa berpengaruh ada di pelancar ASI, sedangkan gambaran menyeluruh soal ASI dari awal sampai akhir ada di artikel ASI.

Catatan Bunda. Kalau Bunda harus berpisah dari bayi selama beberapa hari, jangan berhenti memerah hanya karena ASI-nya tidak akan terpakai. Memerah adalah cara memberi tahu tubuh bahwa permintaannya masih ada. Frekuensi pengosongan yang dijaga hari ini adalah produksi yang masih tersedia minggu depan.

Berapa Lama ASI Tetap Bergizi: Angka WHO untuk Usia 6 sampai 24 Bulan

Kepercayaan bahwa ASI setelah 6 bulan hanya tinggal air adalah salah satu penyebab penyapihan dini yang paling sering. WHO punya angka yang membantah itu secara langsung.

WHO menyatakan bahwa air susu ibu merupakan sumber energi dan zat gizi yang penting bagi anak usia 6 sampai 23 bulan. Menurut WHO, ASI dapat menyediakan setengah atau lebih kebutuhan energi anak pada usia 6 sampai 12 bulan, dan sepertiga kebutuhan energi pada usia 12 sampai 24 bulan. WHO menambahkan bahwa ASI juga menjadi sumber energi dan zat gizi yang kritis saat anak sakit, serta menurunkan kematian pada anak yang mengalami gizi kurang.

Menurut WHO, ASI dapat menyediakan setengah atau lebih kebutuhan energi anak usia 6 sampai 12 bulan dan sepertiga kebutuhan energi anak usia 12 sampai 24 bulan, disertai rekomendasi menyusu dalam 1 jam setelah lahir, eksklusif 6 bulan, lalu lanjut sampai 2 tahun atau lebih
Setelah 6 bulan ASI tidak kehilangan nilainya; kebutuhan anak saja yang bertambah sehingga perlu makanan pendamping. Diagram: Asuh Anak, berdasarkan WHO, Infant and young child feeding.

Lalu apa yang sebenarnya berubah di usia 6 bulan? WHO menjelaskan bahwa sekitar usia 6 bulan, kebutuhan energi dan zat gizi bayi mulai melampaui apa yang bisa disediakan ASI, sehingga makanan pendamping menjadi perlu. Bila makanan pendamping tidak diperkenalkan sekitar usia 6 bulan, atau justru diberikan sebelum usia itu, pertumbuhan bisa terganggu. Jadi yang terjadi bukan ASI kehilangan nilainya, melainkan kebutuhan anak yang bertambah lebih cepat daripada yang bisa dipenuhi ASI sendirian. Kapan dan bagaimana memulainya dibahas di MPASI 6 bulan.

Soal batas usia, WHO dan UNICEF merekomendasikan semua bayi memulai menyusu dalam 1 jam setelah lahir, menyusu eksklusif selama 6 bulan pertama, lalu melanjutkan menyusui sampai usia 2 tahun atau lebih sambil mendapat makanan pendamping yang memadai. IDAI menyatakan hal yang senada, yaitu bayi dianjurkan disusui secara eksklusif selama 6 bulan pertama dan pemberian ASI dilanjutkan dengan didampingi makanan pendamping, idealnya selama dua tahun pertama kehidupan. IDAI menambahkan bahwa perlindungan terhadap infeksi paling besar terjadi pada bulan-bulan pertama, dan makin lama bayi mendapatkan ASI makin kuat efek proteksinya. Rincian bulan pertama dan alasan di baliknya ada di ASI eksklusif.

Berapa Lama ASI Masih Bisa Kembali Setelah Berhenti Menyusui

Bagian ini adalah kabar baik yang jarang sampai ke ibu-ibu yang terlanjur berhenti, entah karena sakit, karena bayi dirawat terpisah, atau karena tekanan keadaan.

Proses memanggil kembali produksi ASI yang sudah terhenti disebut relaktasi, dan IDAI membahasnya lengkap dengan angka. Menurut IDAI, waktu yang dibutuhkan sampai ASI mulai berproduksi sangat bervariasi antar perempuan, umumnya muncul setelah 1 sampai 6 minggu dengan rata-rata 4 minggu, meskipun sebagian perempuan mencapai jumlah yang cukup hanya dalam beberapa hari. IDAI mengutip penelitian Seema dan kawan-kawan yang melaporkan ASI mulai keluar antara 2 sampai 6 hari, relaktasi sebagian tercapai dalam 4 sampai 28 hari, dan relaktasi penuh tercapai antara 7 sampai 60 hari.

Lini waktu relaktasi menurut IDAI: ASI mulai keluar dalam 2 sampai 6 hari, relaktasi sebagian dalam 4 sampai 28 hari, relaktasi penuh dalam 7 sampai 60 hari, dan dilaporkan berhasil dalam 2 minggu walau laktasi terhenti 14 minggu
Rentang ini berasal dari penelitian yang dikutip IDAI dan menggambarkan variasi antar ibu, bukan target yang harus dicapai. Diagram: Asuh Anak, berdasarkan IDAI, Relaktasi dan Induksi Laktasi.

Bagaimana dengan jeda yang sudah lama? IDAI menyebut bahwa umumnya makin pendek waktu terhentinya laktasi, makin mudah relaktasi dilakukan, namun IDAI juga mengutip laporan Agarwal dan Jain tentang keberhasilan relaktasi dalam 2 minggu walaupun laktasi sudah terhenti selama 14 minggu. Soal usia anak, IDAI menyatakan relaktasi lebih mudah pada bayi baru lahir sampai usia kurang dari 8 minggu, tetapi mengutip laporan Thorley tentang keberhasilan relaktasi pada ibu dengan anak berusia lebih dari 12 bulan yang laktasinya sudah lama terhenti.

Yang juga penting, kualitasnya tidak turun. IDAI menyatakan kandungan ASI pada perempuan yang melakukan relaktasi maupun induksi laktasi tidak berbeda dibandingkan perempuan yang menyusui sejak kelahiran bayinya.

Kuncinya ada pada hisapan yang sering dan kontak kulit. IDAI menganjurkan menyusui bayi sesering mungkin, paling tidak 8 sampai 12 kali dalam 24 jam, memakai kedua payudara minimal 10 sampai 15 menit pada setiap payudara, memastikan posisi dan pelekatan benar, serta sering melakukan kontak kulit dengan bayi termasuk lewat metode kanguru. Prinsip serupa berlaku saat ASI pertama kali dinanti, yang dibahas di kapan ASI mulai keluar.

Perhatian. Relaktasi menuntut kesabaran dan waktu, dan tingkat keberhasilannya berbeda-beda antar ibu. Selama prosesnya, kecukupan asupan bayi tetap harus dijaga dan dipantau. Karena itu relaktasi sebaiknya dijalani dengan pendampingan konselor laktasi, bidan, atau dokter anak, bukan dicoba sendiri berdasarkan bacaan di internet. Bila berat badan bayi tidak naik atau popok basahnya berkurang, segera hubungi tenaga kesehatan.

ASI Perah di Luar Tubuh: Ringkasnya Saja

Bagian ini sengaja dibuat pendek karena sudah ada halaman khusus untuknya, tetapi Bunda perlu tahu garis besarnya agar tidak tertukar dengan pembahasan di atas.

Begitu ASI keluar dari tubuh, aturan mainnya berubah total. Yang berlaku bukan lagi hukum permintaan dan penawaran, melainkan suhu. Makin dingin dan makin stabil suhunya, makin lama ASI aman disimpan, mulai dari hitungan jam di suhu ruang, sehari di cooler bag berisi ice pack, beberapa hari di kulkas, sampai berbulan-bulan di freezer. Setiap lembaga menetapkan batas kehati-hatian yang sedikit berbeda, dan cara paling aman adalah mengikuti satu pedoman secara utuh, bukan mencampur suhu paling longgar dari satu pedoman dengan durasi terpanjang dari pedoman lain.

Tabel perbandingan lengkap untuk semua media penyimpanan, cara menghangatkan, aturan ASI sisa di botol, dan cara mengenali ASI yang sudah tidak layak ada di berapa lama ASI bertahan di suhu ruang. Untuk memperkirakan berapa banyak ASI yang perlu disiapkan tiap sesi, kebutuhan ASI bayi 1 bulan bisa menjadi titik awal.

Kalau Waktunya Menyapih, Lakukan Bertahap

Karena produksi ASI mengikuti pengosongan, cara berhenti pun ikut menentukan kenyamanan Bunda dan anak.

Kemenkes RI menyatakan bahwa penyapihan dianjurkan dilakukan secara bertahap agar anak tidak merasa kaget dengan perubahan itu, dengan cara membiasakan anak untuk tidak diberikan ASI seperti sebelumnya. Kemenkes RI juga menekankan bahwa penyapihan harus dilakukan dengan cara yang baik dan bertahap, dan mengaitkannya dengan hubungan serta perkembangan psikologis anak selama masa itu.

Pendekatan bertahap juga masuk akal secara fisik. Karena produksi menurun mengikuti berkurangnya pengosongan, mengurangi sesi menyusu sedikit demi sedikit memberi payudara waktu menyesuaikan diri, sehingga risiko payudara bengkak lebih kecil dibanding berhenti mendadak.

Kemenkes RI juga mencatat bahwa umur penyapihan cenderung makin muda, dengan alasan seperti ASI dirasa sedikit, kesibukan bekerja, dan pertimbangan penampilan. Bila alasan Bunda adalah ASI terasa sedikit, bagian tentang refleks oksitosin di atas layak dibaca ulang lebih dulu, karena terasa sedikit dan benar-benar sedikit adalah dua hal yang berbeda. Pembahasan lain seputar menyusui terkumpul di kategori ASI.

Apa pun keputusan Bunda nanti, ingat bahwa tidak ada tenggat yang berjalan diam-diam di dalam tubuh. Selama ASI masih dikeluarkan, produksinya bertahan. Dan seandainya sempat terhenti pun, pintunya belum tentu tertutup.

Sumber

Artikel ini disusun sebagai bahan edukasi berdasarkan sumber resmi, bukan pengganti pemeriksaan dan nasihat tenaga kesehatan. Angka yang disebutkan, termasuk rentang waktu relaktasi, adalah rangkuman dari penelitian yang dikutip IDAI dan menggambarkan variasi antar ibu, bukan target yang harus dicapai. Kondisi setiap ibu dan bayi berbeda, termasuk riwayat kesehatan, kondisi payudara, dan kesiapan bayi menyusu. Untuk masalah produksi ASI, rencana relaktasi, atau keputusan menyapih, konsultasikan dengan konselor laktasi, bidan, dokter umum, atau dokter spesialis anak di fasilitas kesehatan terdekat. Bila berat badan bayi tidak naik sesuai kurva pertumbuhan atau muncul tanda bahaya, jangan menunda pemeriksaan.

Pertanyaan yang sering muncul

ASI bertahan berapa lama di dalam payudara sebelum harus dikeluarkan?
Payudara tidak menyimpan satu takaran ASI yang menunggu habis. IDAI menjelaskan payudara bekerja sebagai pabrik ASI di alveoli dan gudang ASI di sinus laktiferus yang terus bekerja, dan hanya ASI yang berada di gudang itulah yang bisa dikeluarkan bayi atau ibunya. Setiap kali bayi menghisap, prolaktin dilepaskan dan berada di peredaran darah selama sekitar 30 menit untuk merangsang produksi ASI bagi sesi menyusu berikutnya. Jadi yang menentukan bukan lama menunggu, melainkan seberapa sering ASI dikeluarkan.
Kalau saya tidak menyusui atau memerah seharian, apakah ASI langsung berkurang?
Arahnya memang ke sana. Menurut IDAI, makin banyak ASI yang dikeluarkan dari gudang ASI, makin banyak produksi ASI, dan sebaliknya makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI. IDAI juga menyatakan bahwa bila bayi berhenti menghisap, payudara akan berhenti menghasilkan ASI. Penurunannya bertahap dan bergantung seberapa lama serta seberapa sering jeda itu terjadi, jadi satu sesi yang terlewat tidak sama dengan berhenti menyusui.
Apakah ASI setelah 6 bulan sudah tidak ada gizinya?
Tidak benar. WHO menyatakan ASI dapat memberikan setengah atau lebih kebutuhan energi anak pada usia 6 sampai 12 bulan, dan sepertiga kebutuhan energi pada usia 12 sampai 24 bulan. Yang benar adalah kebutuhan anak mulai melampaui apa yang bisa disediakan ASI sekitar usia 6 bulan, sehingga perlu makanan pendamping. Jadi ASI bukan kehilangan nilainya, melainkan tidak lagi cukup bila berdiri sendiri.
Sampai umur berapa sebaiknya ASI diberikan?
WHO merekomendasikan menyusui eksklusif selama 6 bulan pertama lalu melanjutkan menyusui sampai usia 2 tahun atau lebih sambil memberikan makanan pendamping yang memadai. IDAI menyebut pemberian ASI dilanjutkan dengan didampingi makanan pendamping idealnya selama dua tahun pertama kehidupan, dan menambahkan bahwa makin lama bayi mendapatkan ASI, makin kuat efek proteksinya.
Kalau sudah berhenti menyusui beberapa bulan, apakah ASI masih bisa kembali?
Bisa, dan prosesnya disebut relaktasi. IDAI merangkum bahwa ASI umumnya mulai keluar dalam 2 sampai 6 hari, relaktasi sebagian tercapai dalam 4 sampai 28 hari, dan relaktasi penuh antara 7 sampai 60 hari. IDAI juga mengutip laporan keberhasilan relaktasi dalam 2 minggu meskipun laktasi sudah terhenti selama 14 minggu, serta keberhasilan pada anak berusia lebih dari 12 bulan. Prosesnya menuntut kesabaran dan sebaiknya didampingi konselor laktasi.
Payudara terasa kosong dan lembek, apakah artinya ASI sudah habis?
Belum tentu. IDAI menjelaskan bahwa bila refleks oksitosin tidak bekerja dengan baik, payudara seolah-olah telah berhenti memproduksi ASI, padahal payudara tetap menghasilkan ASI namun tidak mengalir keluar. IDAI menyebut rasa cemas, sedih, marah, kesal, atau bingung sebagai keadaan yang dapat mengurangi hormon oksitosin. Menenangkan diri, kontak kulit dengan bayi, dan dukungan pasangan justru membantu ASI mengalir.
Berapa lama ASI perah bertahan di luar tubuh?
Itu pertanyaan yang berbeda dan jawabannya bergantung pada tempat penyimpanannya, mulai dari suhu ruang, cooler bag, kulkas, sampai freezer. Durasi lengkap untuk setiap media penyimpanan dibahas terpisah pada artikel tentang berapa lama ASI bertahan di suhu ruang, termasuk tabel perbandingan antar lembaga, cara menghangatkan, dan aturan ASI sisa.

Konten ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk keputusan medis, hubungi dokter atau bidan Anda.

Punya pertanyaan seputar asi?

Tanya lewat WhatsApp